Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Proyek Drainase D I Panjaitan Capai 77,91 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    30 Oktober 2026 pukul 16:28 WITA

    Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jain Supriyanto. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Genangan air yang kerap terjadi di Jalan D I Panjaitan, Balikpapan, menjadi salah satu persoalan yang tengah ditangani Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui proyek peningkatan jalan dan pembenahan sistem drainase.

    Proyek senilai sekitar Rp7 miliar tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air, khususnya di kawasan depan Maxi hingga Kimia Farma. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbaiki saluran pembuangan agar air dapat mengalir menuju kawasan Sumber Rejo dengan lebih optimal.

    Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jain Supriyanto menyampaikan, pekerjaan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan badan jalan, tetapi juga pembenahan saluran air di kedua sisi jalan.

    “Utamanya adalah pengendalian banjir karena drainase yang dibenahi. Sebelumnya, aliran pembuangan air di kawasan tersebut belum optimal,” ucap Jain saat dihubungi awak media, Jumat (30/10/2026).

    Menurut Jain, pekerjaan meliputi perbaikan saluran drainase sisi kiri dan kanan jalan, penggantian gorong-gorong, serta pembangunan saluran pembuangan baru menuju Sumber Rejo.

    Selain itu, badan jalan juga ditinggikan untuk mengantisipasi genangan. Setelah konstruksi selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran dan pengaspalan.

    “Hingga 26 Oktober 2026, progres pengerjaan telah mencapai 77,914 persen. Capaian tersebut lebih cepat 1,71 persen dibandingkan target yang ditetapkan,” terangnya.

    Dengan perkembangan tersebut, pihaknya optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal, yakni paling lambat 25 Desember 2026. Proyek ini mencakup dua titik pekerjaan dengan total panjang hampir 160 meter.

    Dalam proses pengerjaannya, proyek sempat menghadapi kendala akibat banyaknya jaringan utilitas bawah tanah di sepanjang lokasi.

    “Salah satunya terjadi saat penggantian gorong-gorong atau pekerjaan crossing yang mengenai jaringan gas rumah tangga (jargas) pada September lalu,” katanya.

    Insiden tersebut sempat berdampak terhadap ribuan pelanggan. Selain jaringan gas, pipa air di sekitar lokasi juga sempat terdampak.

    Namun, PU memastikan seluruh kendala tersebut telah ditangani sehingga tidak lagi menghambat kelanjutan pekerjaan.

    “Memang kemarin sempat terkena jargas saat membuat crossing, karena di lokasi tersebut banyak jaringan gas,” ungkapnya.

    Setelah proyek selesai, pekerjaan akan diserahterimakan kepada Pemkot Balikpapan dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama enam bulan.

    Dia berharap pembenahan saluran di kawasan tersebut dapat memperlancar aliran air, sehingga genangan yang selama ini terjadi, terutama saat hujan dapat dikurangi.

    “Harapannya sudah ada pergerakan air karena pembuangannya lancar, crossing-nya bagus, serta saluran di sisi kiri dan kanan sudah dibenahi,” pungkasnya.

    Meski progres pembangunan telah melampaui target, keberhasilan proyek dalam mengatasi genangan masih perlu dibuktikan setelah seluruh pekerjaan rampung dan sistem drainase berfungsi optimal saat hujan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Proyek Drainase D I Panjaitan Capai 77,91 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    30 Oktober 2026 pukul 16:28 WITA

    Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jain Supriyanto. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Genangan air yang kerap terjadi di Jalan D I Panjaitan, Balikpapan, menjadi salah satu persoalan yang tengah ditangani Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui proyek peningkatan jalan dan pembenahan sistem drainase.

    Proyek senilai sekitar Rp7 miliar tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air, khususnya di kawasan depan Maxi hingga Kimia Farma. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbaiki saluran pembuangan agar air dapat mengalir menuju kawasan Sumber Rejo dengan lebih optimal.

    Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jain Supriyanto menyampaikan, pekerjaan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan badan jalan, tetapi juga pembenahan saluran air di kedua sisi jalan.

    “Utamanya adalah pengendalian banjir karena drainase yang dibenahi. Sebelumnya, aliran pembuangan air di kawasan tersebut belum optimal,” ucap Jain saat dihubungi awak media, Jumat (30/10/2026).

    Menurut Jain, pekerjaan meliputi perbaikan saluran drainase sisi kiri dan kanan jalan, penggantian gorong-gorong, serta pembangunan saluran pembuangan baru menuju Sumber Rejo.

    Selain itu, badan jalan juga ditinggikan untuk mengantisipasi genangan. Setelah konstruksi selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran dan pengaspalan.

    “Hingga 26 Oktober 2026, progres pengerjaan telah mencapai 77,914 persen. Capaian tersebut lebih cepat 1,71 persen dibandingkan target yang ditetapkan,” terangnya.

    Dengan perkembangan tersebut, pihaknya optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal, yakni paling lambat 25 Desember 2026. Proyek ini mencakup dua titik pekerjaan dengan total panjang hampir 160 meter.

    Dalam proses pengerjaannya, proyek sempat menghadapi kendala akibat banyaknya jaringan utilitas bawah tanah di sepanjang lokasi.

    “Salah satunya terjadi saat penggantian gorong-gorong atau pekerjaan crossing yang mengenai jaringan gas rumah tangga (jargas) pada September lalu,” katanya.

    Insiden tersebut sempat berdampak terhadap ribuan pelanggan. Selain jaringan gas, pipa air di sekitar lokasi juga sempat terdampak.

    Namun, PU memastikan seluruh kendala tersebut telah ditangani sehingga tidak lagi menghambat kelanjutan pekerjaan.

    “Memang kemarin sempat terkena jargas saat membuat crossing, karena di lokasi tersebut banyak jaringan gas,” ungkapnya.

    Setelah proyek selesai, pekerjaan akan diserahterimakan kepada Pemkot Balikpapan dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama enam bulan.

    Dia berharap pembenahan saluran di kawasan tersebut dapat memperlancar aliran air, sehingga genangan yang selama ini terjadi, terutama saat hujan dapat dikurangi.

    “Harapannya sudah ada pergerakan air karena pembuangannya lancar, crossing-nya bagus, serta saluran di sisi kiri dan kanan sudah dibenahi,” pungkasnya.

    Meski progres pembangunan telah melampaui target, keberhasilan proyek dalam mengatasi genangan masih perlu dibuktikan setelah seluruh pekerjaan rampung dan sistem drainase berfungsi optimal saat hujan.

    (Sf/Lo)