Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Massa GERAM Bawa Sayur dan Buah Busuk ke Kantor Gubernur Kaltim

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    04 November 2026 pukul 20:27 WITA

    Massa GERAM membuang tomat dan sayur busuk ke arah barikade Satpol PP di depan Kantor Gubernur Kaltim,sebagai protes pemadaman listrik bergilir. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Aksi jilid II Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (4/11/2026), berlangsung dengan cara yang berbeda. Selain berorasi, ratusan massa aksi membawa karung berisi sampah sayur dan buah-buahan yang sudah busuk.

    Sampah tersebut sengaja dibawa sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi di Kaltim. Menurut massa, pemadaman yang berjam-jam tanpa kejelasan jadwal telah membuat bahan makanan milik warga dan pedagang membusuk, terutama sayur dan buah yang tidak bisa bertahan tanpa pendingin.

    “Ini bukti nyata penderitaan rakyat akibat listrik padam terus. Sayur dan buah kami busuk, siapa yang ganti rugi?,” teriak salah satu orator dalam aksi tersebut.

    Usai berorasi di halaman Kantor Gubernur Kaltim, massa kemudian membuang dan menumpahkan sampah sayur dan buah busuk tersebut di area halaman kantor sebagai simbol kekecewaan terhadap Pemprov Kaltim dan pihak terkait yang dinilai gagal menyelesaikan persoalan listrik.

    Aksi buang sampah itu sempat membuat suasana memanas, namun aparat kepolisian yang mengawal aksi meminta massa tetap tertib.

    Selain persoalan listrik, massa GERAM juga menuntut penetapan karhutla sebagai bencana nasional, penindakan perusahaan pembakar hutan dan yang tidak menjalankan reklamasi pascatambang, penyelesaian kelangkaan BBM, serta evaluasi program MBG, Koperasi Desa Merah Putih dan Gratispol.

    Massa menegaskan akan terus mengawal tuntutan tersebut sampai ada solusi nyata dari Pemprov Kaltim.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Massa GERAM Bawa Sayur dan Buah Busuk ke Kantor Gubernur Kaltim

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    04 November 2026 pukul 20:27 WITA

    Massa GERAM membuang tomat dan sayur busuk ke arah barikade Satpol PP di depan Kantor Gubernur Kaltim,sebagai protes pemadaman listrik bergilir. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Aksi jilid II Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (4/11/2026), berlangsung dengan cara yang berbeda. Selain berorasi, ratusan massa aksi membawa karung berisi sampah sayur dan buah-buahan yang sudah busuk.

    Sampah tersebut sengaja dibawa sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi di Kaltim. Menurut massa, pemadaman yang berjam-jam tanpa kejelasan jadwal telah membuat bahan makanan milik warga dan pedagang membusuk, terutama sayur dan buah yang tidak bisa bertahan tanpa pendingin.

    “Ini bukti nyata penderitaan rakyat akibat listrik padam terus. Sayur dan buah kami busuk, siapa yang ganti rugi?,” teriak salah satu orator dalam aksi tersebut.

    Usai berorasi di halaman Kantor Gubernur Kaltim, massa kemudian membuang dan menumpahkan sampah sayur dan buah busuk tersebut di area halaman kantor sebagai simbol kekecewaan terhadap Pemprov Kaltim dan pihak terkait yang dinilai gagal menyelesaikan persoalan listrik.

    Aksi buang sampah itu sempat membuat suasana memanas, namun aparat kepolisian yang mengawal aksi meminta massa tetap tertib.

    Selain persoalan listrik, massa GERAM juga menuntut penetapan karhutla sebagai bencana nasional, penindakan perusahaan pembakar hutan dan yang tidak menjalankan reklamasi pascatambang, penyelesaian kelangkaan BBM, serta evaluasi program MBG, Koperasi Desa Merah Putih dan Gratispol.

    Massa menegaskan akan terus mengawal tuntutan tersebut sampai ada solusi nyata dari Pemprov Kaltim.

    (Sf/Lo)