Seputar Kaltim

    Promosi Dinilai Masih Lemah, Dekranasda Berau Siapkan Terobosan Pemasaran Produk UMKM

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 Juni 2026 pukul 19:54 WITA

    Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Berau ke pasar yang lebih luas terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau. Salah satu strategi yang tengah disiapkan adalah pembentukan akun khusus yang akan difokuskan untuk memasarkan dan mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara lebih masif.

    Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan keberadaan akun tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan calon pembeli maupun investor yang tertarik mengembangkan kerja sama bisnis. Menurutnya, potensi produk lokal Berau sangat besar, namun masih memerlukan dukungan promosi yang lebih kuat agar dikenal luas.

    "Ke depan kami akan menyiapkan akun khusus yang fokus pada pemasaran dan promosi produk lokal agar jangkauannya semakin luas dan mampu menarik lebih banyak pembeli maupun investor," ujar Edy.

    Ia menilai bahwa produk UMKM Berau sebenarnya memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Bahkan, beberapa produk telah berhasil menembus pasar luar negeri. 

    "Produk cokelat asal Berau misalnya, sudah dipasarkan hingga ke Prancis dan sejumlah negara di Eropa," tuturnya.

    Selain itu, dirinya menyebut batik dan tenun khas Berau juga telah dikenal di Belanda. Pengenalan produk tersebut bahkan berlanjut pada kerja sama yang dituangkan melalui nota kesepahaman atau MoU.

    Tak hanya itu, terasi khas Berau juga disebut memiliki peluang pasar yang cukup besar. Permintaan terhadap produk tersebut datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Jawa, hingga Bali.

    Meski telah mencatat berbagai pencapaian, ia menilai keberhasilan tersebut belum banyak diketahui masyarakat. Hal itu disebabkan promosi dan pemasaran yang masih terbatas, sehingga potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap karena kurangnya promosi.

    "Promosi dan pemasaran kita masih belum maksimal. Padahal ini merupakan prestasi yang membanggakan," katanya.

    Sementara itu, dirinya menyampaikan kendala pemasaran saat ini bukan lagi soal jarak maupun akses distribusi. Dengan perkembangan transportasi yang semakin baik, produk lokal memiliki peluang yang sama untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

    "Jangan pernah berpikir bahwa Berau terlalu jauh dari pusat pasar. Faktanya akses transportasi saat ini sangat terbuka," tegasnya.

    Oleh karena itu, Edy pun mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Ia juga mengajak pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan media massa untuk bersama-sama mendukung promosi produk unggulan Berau.

    "Melalui penguatan promosi digital yang sedang dipersiapkan, saya berharap UMKM Berau tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Promosi Dinilai Masih Lemah, Dekranasda Berau Siapkan Terobosan Pemasaran Produk UMKM

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 Juni 2026 pukul 19:54 WITA

    Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Berau ke pasar yang lebih luas terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau. Salah satu strategi yang tengah disiapkan adalah pembentukan akun khusus yang akan difokuskan untuk memasarkan dan mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara lebih masif.

    Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan keberadaan akun tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan calon pembeli maupun investor yang tertarik mengembangkan kerja sama bisnis. Menurutnya, potensi produk lokal Berau sangat besar, namun masih memerlukan dukungan promosi yang lebih kuat agar dikenal luas.

    "Ke depan kami akan menyiapkan akun khusus yang fokus pada pemasaran dan promosi produk lokal agar jangkauannya semakin luas dan mampu menarik lebih banyak pembeli maupun investor," ujar Edy.

    Ia menilai bahwa produk UMKM Berau sebenarnya memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Bahkan, beberapa produk telah berhasil menembus pasar luar negeri. 

    "Produk cokelat asal Berau misalnya, sudah dipasarkan hingga ke Prancis dan sejumlah negara di Eropa," tuturnya.

    Selain itu, dirinya menyebut batik dan tenun khas Berau juga telah dikenal di Belanda. Pengenalan produk tersebut bahkan berlanjut pada kerja sama yang dituangkan melalui nota kesepahaman atau MoU.

    Tak hanya itu, terasi khas Berau juga disebut memiliki peluang pasar yang cukup besar. Permintaan terhadap produk tersebut datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Jawa, hingga Bali.

    Meski telah mencatat berbagai pencapaian, ia menilai keberhasilan tersebut belum banyak diketahui masyarakat. Hal itu disebabkan promosi dan pemasaran yang masih terbatas, sehingga potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap karena kurangnya promosi.

    "Promosi dan pemasaran kita masih belum maksimal. Padahal ini merupakan prestasi yang membanggakan," katanya.

    Sementara itu, dirinya menyampaikan kendala pemasaran saat ini bukan lagi soal jarak maupun akses distribusi. Dengan perkembangan transportasi yang semakin baik, produk lokal memiliki peluang yang sama untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

    "Jangan pernah berpikir bahwa Berau terlalu jauh dari pusat pasar. Faktanya akses transportasi saat ini sangat terbuka," tegasnya.

    Oleh karena itu, Edy pun mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Ia juga mengajak pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan media massa untuk bersama-sama mendukung promosi produk unggulan Berau.

    "Melalui penguatan promosi digital yang sedang dipersiapkan, saya berharap UMKM Berau tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)