Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengerjaan towongan di bagian dalam, Rabu (22/5/2024). (Foto: Dokumentasi Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Rezky Samudra Apilyan, menyampaikan perkembangan terbaru terkait proyek pembangunan terowongan per tanggal 4 Juni 2024 telah mencapai 47,73 persen.
Rezky menjelaskan bahwa dalam kondisi ideal, pihaknya mampu menggali sepanjang 1 hingga 2 meter per hari dari satu sisi terowongan.
"Kalau dihitung dalam 100 hari, jika semua berjalan lancar tanpa kendala, maka kami bisa menembus galian terowongan itu. Kalau dari dua sisi, maka kecepatan penggalian bisa mencapai 4 meter per hari," ungkapnya.
Rezky menekankan bahwa produktivitas tim sangat bergantung pada kondisi pekerja, kelengkapan alat, dan situasi di dalam terowongan.
Jika semuanya baik, pekerja fit, alat dalam kondisi optimal, dan kondisi di dalam terowongan terkendali, progres bisa lebih cepat.
"Namun, kami tidak ingin memforsir. Pekerjaan akan dilakukan sesuai rencana dan kehati-hatian, mengingat bekerja di dalam tanah memiliki tantangan tersendiri yang tidak selalu dapat diprediksi," jelasnya.
Setiap penggalian, tim selalu melakukan kajian terhadap jenis batuan (face mapping) untuk memastikan kesesuaian dengan prediksi awal.
Selain itu, setiap kali penggalian dilakukan, langsung dipasangkan alat-alat pendukung untuk menjaga keamanan struktur.
"Kami harus mempelajari setiap jenis batuan yang ditemukan untuk memastikan akurasi prediksi," ujar Rezky.
Ia mengungkap sejauh ini tidak ada kendala teknis yang berarti dalam pengerjaan. Prioritas utama mereka adalah keselamatan operasional dan personal di lapangan.
Pihaknya memperkirakan bahwa terowongan akan selesai pada bulan Oktober, dan setelahnya masih harus melalui proses uji kelayakan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
"Kita tidak bisa memastikan berapa lama proses uji kelayakan itu. Akan ada revisi dan penyesuaian sesuai dengan rekomendasi dari KKJTJ," bebernya.
Menurutnya, prosesnya seperti sidang skripsi, di mana akan ada sesi mempresentasikan hasil kerja kepada para ahli seperti profesor ahli di bidang geologi dan infrastruktur.
Setelahnya, KKJTJ juga akan melakukan tinjauan langsung ke lapangan sebelum memberikan rekomendasi akhir.
Terkait dengan kendala dari warga, Rezky menyebutkan bahwa sudah tidak ada hambatan berarti. Hanya saja masih terdapat 3 bidang tanah yang dikonsinyasi.
"Tetapi itu tidak mempengaruhi pengerjaan di lapangan. Konsinyasi berarti pembayaran telah dititipkan ke pengadilan, sehingga tidak ada alasan untuk menghentikan pekerjaan," katanya.
Terowongan yang memiliki panjang sekitar 426 meter ini terdiri dari dua lajur dengan lebar masing-masing 3,5 meter.
Di setiap sisi juga terdapat bahu jalan selebar 1 meter dan trotoar selebar 1 meter, sehingga memungkinkan terowongan ini dilalui oleh mobil dan motor.
"Ini bisa dilalui mobil dan motor," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengerjaan towongan di bagian dalam, Rabu (22/5/2024). (Foto: Dokumentasi Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Rezky Samudra Apilyan, menyampaikan perkembangan terbaru terkait proyek pembangunan terowongan per tanggal 4 Juni 2024 telah mencapai 47,73 persen.
Rezky menjelaskan bahwa dalam kondisi ideal, pihaknya mampu menggali sepanjang 1 hingga 2 meter per hari dari satu sisi terowongan.
"Kalau dihitung dalam 100 hari, jika semua berjalan lancar tanpa kendala, maka kami bisa menembus galian terowongan itu. Kalau dari dua sisi, maka kecepatan penggalian bisa mencapai 4 meter per hari," ungkapnya.
Rezky menekankan bahwa produktivitas tim sangat bergantung pada kondisi pekerja, kelengkapan alat, dan situasi di dalam terowongan.
Jika semuanya baik, pekerja fit, alat dalam kondisi optimal, dan kondisi di dalam terowongan terkendali, progres bisa lebih cepat.
"Namun, kami tidak ingin memforsir. Pekerjaan akan dilakukan sesuai rencana dan kehati-hatian, mengingat bekerja di dalam tanah memiliki tantangan tersendiri yang tidak selalu dapat diprediksi," jelasnya.
Setiap penggalian, tim selalu melakukan kajian terhadap jenis batuan (face mapping) untuk memastikan kesesuaian dengan prediksi awal.
Selain itu, setiap kali penggalian dilakukan, langsung dipasangkan alat-alat pendukung untuk menjaga keamanan struktur.
"Kami harus mempelajari setiap jenis batuan yang ditemukan untuk memastikan akurasi prediksi," ujar Rezky.
Ia mengungkap sejauh ini tidak ada kendala teknis yang berarti dalam pengerjaan. Prioritas utama mereka adalah keselamatan operasional dan personal di lapangan.
Pihaknya memperkirakan bahwa terowongan akan selesai pada bulan Oktober, dan setelahnya masih harus melalui proses uji kelayakan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
"Kita tidak bisa memastikan berapa lama proses uji kelayakan itu. Akan ada revisi dan penyesuaian sesuai dengan rekomendasi dari KKJTJ," bebernya.
Menurutnya, prosesnya seperti sidang skripsi, di mana akan ada sesi mempresentasikan hasil kerja kepada para ahli seperti profesor ahli di bidang geologi dan infrastruktur.
Setelahnya, KKJTJ juga akan melakukan tinjauan langsung ke lapangan sebelum memberikan rekomendasi akhir.
Terkait dengan kendala dari warga, Rezky menyebutkan bahwa sudah tidak ada hambatan berarti. Hanya saja masih terdapat 3 bidang tanah yang dikonsinyasi.
"Tetapi itu tidak mempengaruhi pengerjaan di lapangan. Konsinyasi berarti pembayaran telah dititipkan ke pengadilan, sehingga tidak ada alasan untuk menghentikan pekerjaan," katanya.
Terowongan yang memiliki panjang sekitar 426 meter ini terdiri dari dua lajur dengan lebar masing-masing 3,5 meter.
Di setiap sisi juga terdapat bahu jalan selebar 1 meter dan trotoar selebar 1 meter, sehingga memungkinkan terowongan ini dilalui oleh mobil dan motor.
"Ini bisa dilalui mobil dan motor," pungkasnya.
(Sf/Rs)