Seputar Kaltim

    Progres Capai 70 Persen, Sekolah Terpadu Grand City Ditarget Rampung November 2026

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 19:07 WITA

    Progres pembangunan sekolah terpadu di Perumahan Grand City Balikpapan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pembangunan sekolah terpadu yang diperuntukkan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SMP Negeri 29 di kawasan Perumahan Grand City Balikpapan menunjukkan progres yang cukup signifikan.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud meninjau langsung pembangunan sekolah tersebut, Kamis (10/9/2026). Dari hasil peninjauan, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen.

    Capaian tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan target berdasarkan perencanaan awal. Rahmad menyebut, pada tahapan ini, progres pembangunan seharusnya baru berada di kisaran 40 persen.

    “Alhamdulillah, sesuai dengan progres tadi, kalau dilihat dari waktunya harusnya baru 40 persen. Tetapi di pertengahan September ini sudah mencapai 70 persen,” ucap Rahmad usai peninjauan, Kamis (10/9/2026).

    Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan pada November 2026, sehingga sekolah tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat.

    Dia menargetkan fasilitas pendidikan itu sudah dapat digunakan untuk penerimaan peserta didik baru tahun 2027. Menurutnya, keberadaan sekolah di kawasan Grand City akan memberikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

    “Saya berharap segera mungkin sekolah ini dapat dimanfaatkan. Apalagi sekolah ini berada di tengah-tengah perumahan Grand City,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Grand City yang telah menyerahkan lahan untuk dimanfaatkan pemerintah sebagai fasilitas pendidikan.

    Kata dia, pengembangan kawasan pendidikan tersebut tidak hanya akan berfokus pada sarana pendidikan formal. Di sekitar sekolah juga direncanakan pembangunan rumah ibadah sebagai fasilitas pendukung.

    Keberadaan sarana pendidikan dan rumah ibadah penting untuk menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan nilai spiritual bagi anak-anak.

    “Anak-anak kami bukan hanya pintar secara intelek, tetapi juga harus cerdas dengan nilai-nilai spiritual,” katanya.

    Sekolah terpadu tersebut nantinya memiliki 12 ruang kelas untuk SMP, sementara fasilitas PAUD disiapkan sekitar enam ruang. Kapasitas tersebut masih dapat dikembangkan menyesuaikan jumlah peserta didik dan kebutuhan pendidikan di kawasan tersebut.

    Tidak berhenti pada jenjang PAUD dan SMP, Pemkot Balikpapan juga membuka peluang pengembangan fasilitas pendidikan hingga tingkat SMA. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim.

    Wali kota melanjutkan, pihaknya akan membicarakan kemungkinan penambahan lahan sekitar satu hektare dengan pengembang Grand City. Jika lahan tersebut dapat disediakan dan ditetapkan sebagai fasilitas umum, pembangunan SMA dapat dipertimbangkan.

    “Nanti kami akan berkoordinasi dengan Gubernur Kaltim untuk membangun SMA,” ungkapnya.

    Dirinya menegaskan, pembangunan sekolah negeri bukan dimaksudkan untuk mematikan keberadaan sekolah swasta. Pemerintah justru mendorong kolaborasi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memperoleh layanan pendidikan berkualitas.

    Saat ini terdapat sekitar 15 sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan. Melalui kerja sama tersebut, berbagai kebutuhan pendidikan seperti uang pangkal, SPP hingga seragam dapat diberikan secara gratis.

    Ia menekankan bahwa status sekolah negeri maupun swasta tidak boleh menjadi pembeda dalam hal mutu pendidikan. “Tidak ada perbedaan, yang beda cuma swasta dan negeri. Mutunya harus sama semua,” tegas Rahmad.

    Dalam periode kepemimpinannya, Rahmad menyebut pembangunan sarana pendidikan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini, terdapat sekitar tujuh sekolah yang telah dibangun.

    “Untuk rencana pembangunan sekolah pada 2027, kami akan melihat kebutuhan dan perkembangan jumlah peserta didik di masing-masing wilayah,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Progres Capai 70 Persen, Sekolah Terpadu Grand City Ditarget Rampung November 2026

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 19:07 WITA

    Progres pembangunan sekolah terpadu di Perumahan Grand City Balikpapan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pembangunan sekolah terpadu yang diperuntukkan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SMP Negeri 29 di kawasan Perumahan Grand City Balikpapan menunjukkan progres yang cukup signifikan.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud meninjau langsung pembangunan sekolah tersebut, Kamis (10/9/2026). Dari hasil peninjauan, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen.

    Capaian tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan target berdasarkan perencanaan awal. Rahmad menyebut, pada tahapan ini, progres pembangunan seharusnya baru berada di kisaran 40 persen.

    “Alhamdulillah, sesuai dengan progres tadi, kalau dilihat dari waktunya harusnya baru 40 persen. Tetapi di pertengahan September ini sudah mencapai 70 persen,” ucap Rahmad usai peninjauan, Kamis (10/9/2026).

    Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan pada November 2026, sehingga sekolah tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat.

    Dia menargetkan fasilitas pendidikan itu sudah dapat digunakan untuk penerimaan peserta didik baru tahun 2027. Menurutnya, keberadaan sekolah di kawasan Grand City akan memberikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

    “Saya berharap segera mungkin sekolah ini dapat dimanfaatkan. Apalagi sekolah ini berada di tengah-tengah perumahan Grand City,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Grand City yang telah menyerahkan lahan untuk dimanfaatkan pemerintah sebagai fasilitas pendidikan.

    Kata dia, pengembangan kawasan pendidikan tersebut tidak hanya akan berfokus pada sarana pendidikan formal. Di sekitar sekolah juga direncanakan pembangunan rumah ibadah sebagai fasilitas pendukung.

    Keberadaan sarana pendidikan dan rumah ibadah penting untuk menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan nilai spiritual bagi anak-anak.

    “Anak-anak kami bukan hanya pintar secara intelek, tetapi juga harus cerdas dengan nilai-nilai spiritual,” katanya.

    Sekolah terpadu tersebut nantinya memiliki 12 ruang kelas untuk SMP, sementara fasilitas PAUD disiapkan sekitar enam ruang. Kapasitas tersebut masih dapat dikembangkan menyesuaikan jumlah peserta didik dan kebutuhan pendidikan di kawasan tersebut.

    Tidak berhenti pada jenjang PAUD dan SMP, Pemkot Balikpapan juga membuka peluang pengembangan fasilitas pendidikan hingga tingkat SMA. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim.

    Wali kota melanjutkan, pihaknya akan membicarakan kemungkinan penambahan lahan sekitar satu hektare dengan pengembang Grand City. Jika lahan tersebut dapat disediakan dan ditetapkan sebagai fasilitas umum, pembangunan SMA dapat dipertimbangkan.

    “Nanti kami akan berkoordinasi dengan Gubernur Kaltim untuk membangun SMA,” ungkapnya.

    Dirinya menegaskan, pembangunan sekolah negeri bukan dimaksudkan untuk mematikan keberadaan sekolah swasta. Pemerintah justru mendorong kolaborasi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memperoleh layanan pendidikan berkualitas.

    Saat ini terdapat sekitar 15 sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan. Melalui kerja sama tersebut, berbagai kebutuhan pendidikan seperti uang pangkal, SPP hingga seragam dapat diberikan secara gratis.

    Ia menekankan bahwa status sekolah negeri maupun swasta tidak boleh menjadi pembeda dalam hal mutu pendidikan. “Tidak ada perbedaan, yang beda cuma swasta dan negeri. Mutunya harus sama semua,” tegas Rahmad.

    Dalam periode kepemimpinannya, Rahmad menyebut pembangunan sarana pendidikan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini, terdapat sekitar tujuh sekolah yang telah dibangun.

    “Untuk rencana pembangunan sekolah pada 2027, kami akan melihat kebutuhan dan perkembangan jumlah peserta didik di masing-masing wilayah,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)