Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi pembangunan BLKI Mandiri Kutai Timur di Sangatta yang masih berlangsung. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman meminta percepatan pembangunan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri serta laporan progres terbaru, menyusul belum optimalnya perkembangan proyek tersebut.
Ini disampaikannya saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 1 Tahun 2026 di Gedung BLKI Mandiri, Sangatta, Senin (27/04/2026).
Menurut Ardiansyah, pembangunan BLKI yang telah direncanakan sejak 2022 seharusnya sudah rampung pada 2024 atau paling lambat 2025. Namun hingga kini kondisi di lapangan baru sebatas struktur awal bangunan.
"Prediksi saya mungkin terkait dengan anggaran yang saat ini menurun. Tapi saya minta ini segera dilaporkan, karena sampai saat ini saya belum menerima laporan terbaru," ujar Ardiansyah.
Ia meminta pihak terkait untuk segera menyampaikan laporan perkembangan pembangunan secara formal dan berjenjang, mengingat proyek BLKI merupakan salah satu program unggulan daerah.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah, Ardiansyah menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan pembangunan BLKI dengan kapasitas besar dan fasilitas pelatihan yang representatif.
Menurutnya, keberadaan BLKI sangat penting sebagai solusi dalam menghadapi dampak kebijakan pemerintah pusat, khususnya di sektor pertambangan seperti pengurangan produksi yang turut memengaruhi peluang kerja masyarakat.
"BLKI ini sangat strategis, karena menjadi tempat kita menciptakan SDM yang handal dan siap mandiri," jelasnya.
Ia optimistis, jika BLKI dapat beroperasi secara maksimal, maka peluang tenaga kerja hingga pembukaan lapangan usaha di Kutim akan semakin terbuka.
Di sisi lain, Ardiansyah juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang selama ini tetap berjalan setiap tahun, meskipun fasilitas belum sepenuhnya rampung.
"Paling tidak setiap tahun ada satu atau dua kali pelatihan. Tapi ke depan tentu harus lebih ditingkatkan," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi pembangunan BLKI Mandiri Kutai Timur di Sangatta yang masih berlangsung. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman meminta percepatan pembangunan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri serta laporan progres terbaru, menyusul belum optimalnya perkembangan proyek tersebut.
Ini disampaikannya saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 1 Tahun 2026 di Gedung BLKI Mandiri, Sangatta, Senin (27/04/2026).
Menurut Ardiansyah, pembangunan BLKI yang telah direncanakan sejak 2022 seharusnya sudah rampung pada 2024 atau paling lambat 2025. Namun hingga kini kondisi di lapangan baru sebatas struktur awal bangunan.
"Prediksi saya mungkin terkait dengan anggaran yang saat ini menurun. Tapi saya minta ini segera dilaporkan, karena sampai saat ini saya belum menerima laporan terbaru," ujar Ardiansyah.
Ia meminta pihak terkait untuk segera menyampaikan laporan perkembangan pembangunan secara formal dan berjenjang, mengingat proyek BLKI merupakan salah satu program unggulan daerah.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah, Ardiansyah menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan pembangunan BLKI dengan kapasitas besar dan fasilitas pelatihan yang representatif.
Menurutnya, keberadaan BLKI sangat penting sebagai solusi dalam menghadapi dampak kebijakan pemerintah pusat, khususnya di sektor pertambangan seperti pengurangan produksi yang turut memengaruhi peluang kerja masyarakat.
"BLKI ini sangat strategis, karena menjadi tempat kita menciptakan SDM yang handal dan siap mandiri," jelasnya.
Ia optimistis, jika BLKI dapat beroperasi secara maksimal, maka peluang tenaga kerja hingga pembukaan lapangan usaha di Kutim akan semakin terbuka.
Di sisi lain, Ardiansyah juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang selama ini tetap berjalan setiap tahun, meskipun fasilitas belum sepenuhnya rampung.
"Paling tidak setiap tahun ada satu atau dua kali pelatihan. Tapi ke depan tentu harus lebih ditingkatkan," tutupnya.
(Sf/Lo)