Seputar Kaltim

    Program Seragam Gratis di Kaltim Terhambat, Anggaran Masih Dikaji di DPRD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2025 pukul 19:37 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry. (Foto: aset seputarfakta.com)

    Samarinda - Janji kampanye pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy-Seno, mengenai program seragam gratis untuk pelajar di provinsi ini menemui jalan terjal. 

    Hingga saat ini, program tersebut belum terealisasi lantaran masih terhambat pada persoalan anggaran.

    Banyak orang tua siswa mengeluhkan belum diterimanya seragam gratis tersebut. Sejumlah pihak yang berwenang, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, mengakui adanya keterlambatan. 

    Mereka beralasan bahwa hal ini dikarenakan anggaran program masih dalam tahap penyesuaian dengan kondisi keuangan daerah.

    Program seragam gratis ini merupakan bagian dari program besar bernama Gratispol. Anggaran untuk program tersebut, termasuk seragam gratis, telah dibahas di Komisi IV DPRD Kaltim. 

    Menurut Anggota DPRD Kaltim Komisi IV, Sarkowi V. Zahry, saat ini pembahasan sudah memasuki tahap pandangan umum fraksi.

    "Anggaran untuk seragam itu juga termasuk dalam anggaran gratispol secara umum, itu sudah kita bahas. Saat ini, tahapannya tinggal pandangan umum fraksi, kemudian jawaban dari pemerintah," ujar Sarkowi.

    Sarkowi menjelaskan bahwa program ini belum bisa berjalan karena anggaran belum disahkan. Ia pun belum bisa memastikan apakah anggaran akan masuk ke dalam APBD Perubahan 2025 atau justru baru akan dianggarkan pada APBD Murni 2026.

    "Kami memahami ada keluhan dari masyarakat yang mengatakan bahwa baju seragam gratis belum diterima sampai sekarang. Hal ini karena anggarannya memang belum diketok," tambahnya.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji telah memberikan keterangan terkait program ini. Seragam gratis akan dibagikan kepada 65.004 siswa baru dari 447 sekolah, mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Kaltim.

    Seno Aji menegaskan bahwa setiap siswa baru, baik dari sekolah negeri maupun swasta, akan mendapatkan satu setel seragam putih abu-abu. 

    Seragam jenis lain seperti batik, Pramuka, atau seragam khusus lainnya tidak termasuk dalam program ini dan menjadi tanggung jawab orang tua siswa.

    "Seragam gratis sudah dari awal kita berikan bahwa seragam yang diberikan kepada SMA, SMK, Negeri dan Swasta itu adalah putih abu-abu," kata Seno Aji.

    Realisasi program seragam gratis ini masih menunggu proses pengesahan anggaran di DPRD Kaltim. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Program Seragam Gratis di Kaltim Terhambat, Anggaran Masih Dikaji di DPRD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2025 pukul 19:37 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry. (Foto: aset seputarfakta.com)

    Samarinda - Janji kampanye pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy-Seno, mengenai program seragam gratis untuk pelajar di provinsi ini menemui jalan terjal. 

    Hingga saat ini, program tersebut belum terealisasi lantaran masih terhambat pada persoalan anggaran.

    Banyak orang tua siswa mengeluhkan belum diterimanya seragam gratis tersebut. Sejumlah pihak yang berwenang, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, mengakui adanya keterlambatan. 

    Mereka beralasan bahwa hal ini dikarenakan anggaran program masih dalam tahap penyesuaian dengan kondisi keuangan daerah.

    Program seragam gratis ini merupakan bagian dari program besar bernama Gratispol. Anggaran untuk program tersebut, termasuk seragam gratis, telah dibahas di Komisi IV DPRD Kaltim. 

    Menurut Anggota DPRD Kaltim Komisi IV, Sarkowi V. Zahry, saat ini pembahasan sudah memasuki tahap pandangan umum fraksi.

    "Anggaran untuk seragam itu juga termasuk dalam anggaran gratispol secara umum, itu sudah kita bahas. Saat ini, tahapannya tinggal pandangan umum fraksi, kemudian jawaban dari pemerintah," ujar Sarkowi.

    Sarkowi menjelaskan bahwa program ini belum bisa berjalan karena anggaran belum disahkan. Ia pun belum bisa memastikan apakah anggaran akan masuk ke dalam APBD Perubahan 2025 atau justru baru akan dianggarkan pada APBD Murni 2026.

    "Kami memahami ada keluhan dari masyarakat yang mengatakan bahwa baju seragam gratis belum diterima sampai sekarang. Hal ini karena anggarannya memang belum diketok," tambahnya.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji telah memberikan keterangan terkait program ini. Seragam gratis akan dibagikan kepada 65.004 siswa baru dari 447 sekolah, mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Kaltim.

    Seno Aji menegaskan bahwa setiap siswa baru, baik dari sekolah negeri maupun swasta, akan mendapatkan satu setel seragam putih abu-abu. 

    Seragam jenis lain seperti batik, Pramuka, atau seragam khusus lainnya tidak termasuk dalam program ini dan menjadi tanggung jawab orang tua siswa.

    "Seragam gratis sudah dari awal kita berikan bahwa seragam yang diberikan kepada SMA, SMK, Negeri dan Swasta itu adalah putih abu-abu," kata Seno Aji.

    Realisasi program seragam gratis ini masih menunggu proses pengesahan anggaran di DPRD Kaltim. 

    (Sf/Rs)