Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Timur, Irhamsyah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melanjutkan program Rumah Layak Huni (RLH). Program yang membantu untuk penurunan angka kemiskinan di daerah ini nampaknya sudah berjalan 60 persen atau sudah berdiri sebanyak 532 unit RLH.
"Alhamdulillah sudah mencapai 60 persen dari target 508, target ini dipasang dari badan pengelola kita, baru terealisasi 321 unit RLH," ungkap Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah pada konferensi persi di Kantor Diskominfo Kaltim, Samarinda, Jum'at (23/8/2024).
Program RLH ini bukan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan peran dari perusahaan yang ada di Kaltim dengan memberikan dana CSR.
Adapun sektor yang telah berkontribusi dalam pembangunan RLH ini adalah sektor jasa konstruksi, pertambangan, perbankan, BUMD, BUMN, dan yang paling dominan perkebunan. Yang mana jika ditotal ada 38 perusahaan yang ikutserta dalam pembangunan.
Untuk dana CSR yang telah masuk sampai dengan Juli 2024 ini sebanyak Rp36,9 miliar. "Program ini sudah hampir berjalan selama dua tahun, untuk tahun 2024 ini dana CSR yang telah berkomitmen untuk membangun 80 unit dengan nilai Rp9,2 miliar," paparnya.
Irham juga menyebut akan menambah jumlah perusahaan untuk ikut berkontribusi. Ia mengaku sudah menyerahkan beberapa proposal kepada perusahaan tersebut dan sudah mendapatkan respon positif. Termasuk, kata dia, perusahaan yang ada di pelosok daerah.
"Jadi kemarin kita mencoba menghimpun perusahaan-perusahaan khususnya di Mahakam Ulu, apa saja perusahaan besar di sana, nanti kita akan berikan proposal dan menarik kontribusinya mereka untuk dilingkungannya," bebernya.
Irham mengharapkan program RLH ini terus berlanjut setelah target terpenuhi. Rumah dengan tipe 36 dan 45 yang dirasa sangat kecil, namun masyarakat merasakan rumah yang layak, dari sanitasi hingga aksesibilitasnya baik.
"Akan terus berlanjut dan akan terus berjalan," tukasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Timur, Irhamsyah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melanjutkan program Rumah Layak Huni (RLH). Program yang membantu untuk penurunan angka kemiskinan di daerah ini nampaknya sudah berjalan 60 persen atau sudah berdiri sebanyak 532 unit RLH.
"Alhamdulillah sudah mencapai 60 persen dari target 508, target ini dipasang dari badan pengelola kita, baru terealisasi 321 unit RLH," ungkap Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah pada konferensi persi di Kantor Diskominfo Kaltim, Samarinda, Jum'at (23/8/2024).
Program RLH ini bukan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan peran dari perusahaan yang ada di Kaltim dengan memberikan dana CSR.
Adapun sektor yang telah berkontribusi dalam pembangunan RLH ini adalah sektor jasa konstruksi, pertambangan, perbankan, BUMD, BUMN, dan yang paling dominan perkebunan. Yang mana jika ditotal ada 38 perusahaan yang ikutserta dalam pembangunan.
Untuk dana CSR yang telah masuk sampai dengan Juli 2024 ini sebanyak Rp36,9 miliar. "Program ini sudah hampir berjalan selama dua tahun, untuk tahun 2024 ini dana CSR yang telah berkomitmen untuk membangun 80 unit dengan nilai Rp9,2 miliar," paparnya.
Irham juga menyebut akan menambah jumlah perusahaan untuk ikut berkontribusi. Ia mengaku sudah menyerahkan beberapa proposal kepada perusahaan tersebut dan sudah mendapatkan respon positif. Termasuk, kata dia, perusahaan yang ada di pelosok daerah.
"Jadi kemarin kita mencoba menghimpun perusahaan-perusahaan khususnya di Mahakam Ulu, apa saja perusahaan besar di sana, nanti kita akan berikan proposal dan menarik kontribusinya mereka untuk dilingkungannya," bebernya.
Irham mengharapkan program RLH ini terus berlanjut setelah target terpenuhi. Rumah dengan tipe 36 dan 45 yang dirasa sangat kecil, namun masyarakat merasakan rumah yang layak, dari sanitasi hingga aksesibilitasnya baik.
"Akan terus berlanjut dan akan terus berjalan," tukasnya.
(Sf/Rs)