Seputar Kaltim

    Program PDKT Disnakkeswan Kaltim, Targetkan Kelahiran Sapi Capai 423 Ekor di 2027

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    08 Juni 2024 pukul 18:44 WITA

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kalimantan Timur perkenalkan Major Project yang akan diluncurkan, yakni program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT).

    Dengan sistem pengelolaan korporasi dan agribisnis, program ini berpotensi menambah jumlah lahir sapi sebanyak 423 ekor sapi dari modal awal diberikan yang hanya 100 ekor sapi.

    Terobosan program Disnakkeswan ini akan membawa kemajuan bagi para peternak di Bumi Etam.

    "Kita mulai dari nol semua ini, kami memberikan pembiayaan dan asuransi, kemudian pendirian infrastruktur dasar, menyiapkan mitra dagang, memberikan pelayanan teknis hingga pendampingan," ungkap Kepala Disnakkeswan Kaltim, Fahmi Hilmawan.

    Fahmi menyebut ada 32 PDKT yang akan dibentuk di berbagai kabupaten/kota di Kaltim.

    Ia juga menjabarkan mengenai potensi yang dihasilkan dari masing-masing PDKT yang berdiri. Adapun potensi unit usaha hilir yang bisa diterapkan, yakni pengelolaan pupuk, penyediaan daging hingga pengolahan produk.

    "Kita ukur benefit per PDKT dari sapi saja, misalkan 60 ekor untuk dijual dagingnya, kemudian dilakukan penggemukan, berat panen yang dihasilkan bisa 300 kilogram. Contoh lainnya biogas, 100 ekor sapi, per 1 ekor saja menghasilkan potensi biogas 0,038 meter kubik," paparnya.

    Major project ini akan segera dilaksanakan dan di 2024 ini akan berdiri sebanyak delapan PDKT. Selanjutnya semua PDKT yang direncanakan akan didirikan.

    Dari semua PDKT tersebut, Disnakkeswan sudah menghitung proyeksi yang dihasilkan setiap tahunnya. Di 2025 mendatang, produksi daging di Kaltim akan meningkat menjadi 1.748 ton, dari awalnya 76.024 ton.

    Jumlah ini akan terus meningkat, di tahun berikutnya bertambah hingga dua kali lipat 2.790 ton. "Itu baru produksi daging biasa, belum lagi penambahan daging merah alami dan biasa. Ini menambah jumlah pasokan daging di Kaltim dari program PDKT ini," tuturnya.

    Terakhir, ia menyampaikan potensi jumlah lahir sapi yang dikelola di setiap PDKT, dari awalnya yang akan disediakan kemudian terus beranak-pinak menjadi banyak.

    "Dari 100 di tahun 2025 menjadi 173, tahun berikutnya lagi menjadi 363 dan kita hitung hingga 2027 ini bisa mencapai 423 jumlah lahir sapi," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Program PDKT Disnakkeswan Kaltim, Targetkan Kelahiran Sapi Capai 423 Ekor di 2027

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    08 Juni 2024 pukul 18:44 WITA

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kalimantan Timur perkenalkan Major Project yang akan diluncurkan, yakni program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT).

    Dengan sistem pengelolaan korporasi dan agribisnis, program ini berpotensi menambah jumlah lahir sapi sebanyak 423 ekor sapi dari modal awal diberikan yang hanya 100 ekor sapi.

    Terobosan program Disnakkeswan ini akan membawa kemajuan bagi para peternak di Bumi Etam.

    "Kita mulai dari nol semua ini, kami memberikan pembiayaan dan asuransi, kemudian pendirian infrastruktur dasar, menyiapkan mitra dagang, memberikan pelayanan teknis hingga pendampingan," ungkap Kepala Disnakkeswan Kaltim, Fahmi Hilmawan.

    Fahmi menyebut ada 32 PDKT yang akan dibentuk di berbagai kabupaten/kota di Kaltim.

    Ia juga menjabarkan mengenai potensi yang dihasilkan dari masing-masing PDKT yang berdiri. Adapun potensi unit usaha hilir yang bisa diterapkan, yakni pengelolaan pupuk, penyediaan daging hingga pengolahan produk.

    "Kita ukur benefit per PDKT dari sapi saja, misalkan 60 ekor untuk dijual dagingnya, kemudian dilakukan penggemukan, berat panen yang dihasilkan bisa 300 kilogram. Contoh lainnya biogas, 100 ekor sapi, per 1 ekor saja menghasilkan potensi biogas 0,038 meter kubik," paparnya.

    Major project ini akan segera dilaksanakan dan di 2024 ini akan berdiri sebanyak delapan PDKT. Selanjutnya semua PDKT yang direncanakan akan didirikan.

    Dari semua PDKT tersebut, Disnakkeswan sudah menghitung proyeksi yang dihasilkan setiap tahunnya. Di 2025 mendatang, produksi daging di Kaltim akan meningkat menjadi 1.748 ton, dari awalnya 76.024 ton.

    Jumlah ini akan terus meningkat, di tahun berikutnya bertambah hingga dua kali lipat 2.790 ton. "Itu baru produksi daging biasa, belum lagi penambahan daging merah alami dan biasa. Ini menambah jumlah pasokan daging di Kaltim dari program PDKT ini," tuturnya.

    Terakhir, ia menyampaikan potensi jumlah lahir sapi yang dikelola di setiap PDKT, dari awalnya yang akan disediakan kemudian terus beranak-pinak menjadi banyak.

    "Dari 100 di tahun 2025 menjadi 173, tahun berikutnya lagi menjadi 363 dan kita hitung hingga 2027 ini bisa mencapai 423 jumlah lahir sapi," tutupnya.

    (Sf/Rs)