Seputar Kaltim

    Program MBG di Kutim Libatkan UMKM Lokal, Pendataan Mulai Dilakukan ‎

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    08 Juni 2026 pukul 22:38 WITA

    Ilustrasi bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Ilustrasi AI)

    ‎‎‎Sangatta – Pelaku UMKM di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berpeluang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemasok bahan baku untuk dapur-dapur MBG yang akan beroperasi di berbagai kecamatan Kutim.

    ‎Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kutim mulai mendata dan memetakan UMKM yang dapat memenuhi kebutuhan program tersebut.

    ‎Kepala Diskop UMKM Kutim, Marhadin mengatakan data tersebut nantinya akan digunakan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pihak yang mengelola dapur MBG, termasuk Asosiasi Pengusaha Penyedia Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    ‎"Kami akan melakukan pemetaan UMKM di Kutim. Setelah itu akan dibangun kerja sama dengan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG," ujar Marhadin. 

    ‎Ia mengatakan, kebutuhan bahan baku dapur MBG sebaiknya dipasok oleh pelaku usaha lokal agar manfaat program juga dirasakan masyarakat Kutim. 

    ‎Sementara Ketua APPMBGI Kutim, Habibi menyebut sekitar 100 dapur MBG akan beroperasi di 18 kecamatan. Ia menyampaikan pelaku UMKM lokal akan dilibatkan sebagai pemasok kebutuhan program MBG.

    ‎Program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberi manfaat bagi petani, peternak dan pelaku UMKM di Kutim.

    ‎“Program Makan Bergizi Gratis wajib sukses di Kutim dengan melibatkan seluruh pelaku UMKM yang tersebar di 18 kecamatan. Program ini bukan hanya untuk gizi siswa, tetapi juga untuk pemberdayaan petani, peternak dan UMKM,” kata Habibi. 

    ‎Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung. Menurutnya, petani, peternak dan pelaku UMKM perlu meningkatkan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG yang akan beroperasi di berbagai wilayah Kutim.

    ‎"Kami akan mendorong petani, peternak dan UMKM agar lebih produktif dalam menyambut operasional MBG di desa-desa," tambah Akbar. 

    ‎Ia menilai peningkatan produksi juga penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok saat seluruh dapur MBG mulai beroperasi.

    ‎Keterlibatan UMKM dalam program MBG diharapkan tidak hanya mendukung penyediaan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga memberi tambahan pasar bagi pelaku usaha lokal.

    ‎(Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Program MBG di Kutim Libatkan UMKM Lokal, Pendataan Mulai Dilakukan ‎

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    08 Juni 2026 pukul 22:38 WITA

    Ilustrasi bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Ilustrasi AI)

    ‎‎‎Sangatta – Pelaku UMKM di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berpeluang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemasok bahan baku untuk dapur-dapur MBG yang akan beroperasi di berbagai kecamatan Kutim.

    ‎Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kutim mulai mendata dan memetakan UMKM yang dapat memenuhi kebutuhan program tersebut.

    ‎Kepala Diskop UMKM Kutim, Marhadin mengatakan data tersebut nantinya akan digunakan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pihak yang mengelola dapur MBG, termasuk Asosiasi Pengusaha Penyedia Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    ‎"Kami akan melakukan pemetaan UMKM di Kutim. Setelah itu akan dibangun kerja sama dengan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG," ujar Marhadin. 

    ‎Ia mengatakan, kebutuhan bahan baku dapur MBG sebaiknya dipasok oleh pelaku usaha lokal agar manfaat program juga dirasakan masyarakat Kutim. 

    ‎Sementara Ketua APPMBGI Kutim, Habibi menyebut sekitar 100 dapur MBG akan beroperasi di 18 kecamatan. Ia menyampaikan pelaku UMKM lokal akan dilibatkan sebagai pemasok kebutuhan program MBG.

    ‎Program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberi manfaat bagi petani, peternak dan pelaku UMKM di Kutim.

    ‎“Program Makan Bergizi Gratis wajib sukses di Kutim dengan melibatkan seluruh pelaku UMKM yang tersebar di 18 kecamatan. Program ini bukan hanya untuk gizi siswa, tetapi juga untuk pemberdayaan petani, peternak dan UMKM,” kata Habibi. 

    ‎Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung. Menurutnya, petani, peternak dan pelaku UMKM perlu meningkatkan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG yang akan beroperasi di berbagai wilayah Kutim.

    ‎"Kami akan mendorong petani, peternak dan UMKM agar lebih produktif dalam menyambut operasional MBG di desa-desa," tambah Akbar. 

    ‎Ia menilai peningkatan produksi juga penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok saat seluruh dapur MBG mulai beroperasi.

    ‎Keterlibatan UMKM dalam program MBG diharapkan tidak hanya mendukung penyediaan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga memberi tambahan pasar bagi pelaku usaha lokal.

    ‎(Sf/Lo)