Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian teknis, khususnya pada mekanisme distribusi dan jenis makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyampaikan bahwa meskipun belum ada pernyataan resmi secara tertulis terkait pelaksanaan MBG selama Ramadan, program tersebut tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya, termasuk pada hari libur.
"Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek teknis, terutama skema distribusi dan menu makanan," kata Rakhmadi.
Selain itu, ia pun mengatakan bahwa selama Ramadan mekanisme pemberian turut disesuaikan seperti makanan yang dibagikan tidak lagi dikonsumsi di sekolah seperti hari biasa, melainkan dibagikan untuk dibawa pulang.
"Kalau hari biasa kan dimakan di sekolah. Tapi kalau bulan puasa otomatis dibawa pulang. Penyesuaian ini dilakukan agar pelaksanaan program tidak mengganggu ibadah puasa," ujarnya.
Oleh karena itu, Rakhmadi juga mengatakan menu MBG selama Ramadan pun disesuaikan dengan kondisi daerah. Sehingga, Di Kabupaten Berau yang mayoritas penduduknya beragama Islam, makanan yang dibagikan diperuntukkan untuk kebutuhan berbuka puasa.
"Kalau di daerah kita yang mayoritas muslim, otomatis makanannya disesuaikan untuk makan saat puasa" jelasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian teknis, khususnya pada mekanisme distribusi dan jenis makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyampaikan bahwa meskipun belum ada pernyataan resmi secara tertulis terkait pelaksanaan MBG selama Ramadan, program tersebut tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya, termasuk pada hari libur.
"Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek teknis, terutama skema distribusi dan menu makanan," kata Rakhmadi.
Selain itu, ia pun mengatakan bahwa selama Ramadan mekanisme pemberian turut disesuaikan seperti makanan yang dibagikan tidak lagi dikonsumsi di sekolah seperti hari biasa, melainkan dibagikan untuk dibawa pulang.
"Kalau hari biasa kan dimakan di sekolah. Tapi kalau bulan puasa otomatis dibawa pulang. Penyesuaian ini dilakukan agar pelaksanaan program tidak mengganggu ibadah puasa," ujarnya.
Oleh karena itu, Rakhmadi juga mengatakan menu MBG selama Ramadan pun disesuaikan dengan kondisi daerah. Sehingga, Di Kabupaten Berau yang mayoritas penduduknya beragama Islam, makanan yang dibagikan diperuntukkan untuk kebutuhan berbuka puasa.
"Kalau di daerah kita yang mayoritas muslim, otomatis makanannya disesuaikan untuk makan saat puasa" jelasnya.
(Sf/Rs)