Seputar Kaltim

    Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim, Satu Porsi Hasilkan 956 Kalori, Cukup?

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Desember 2024 pukul 17:57 WITA

    Satu kotak makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini memberikan atensi publik. Pasalnya masih banyak yang bertanya mengenai pemenuhan zat gizi dan kalorinya.

    Dalam hal ini, Pemprov Kaltim telah menjabarkan melalui tabel makanan yang ada dalam satu porsi makanan yang dibagikan kepada siswa-siswi sekolah. 

    Adapun satu kotak makanan berisi 7 jenis makanan, yakni nasi putih dengan berat 200 gram dengan nilai energi 350 kal, ayam kremes 80 gram 261 kal, sayur bening 50 gram 114 kal, orek tahu tempe 50 gram 96 kal, mineral water 120 mL, Buah 70 gram 35 kal, dan susu 125 mL 100 kal. Jika ditotalkan mencapai 956 kalori.

    Dokter sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Andi Satya Adi Saputra menanggapi hal tersebut. Bahwa kalori yang dibutuhkan untuk anak itu sudah lebih dari cukup. Karena diasumsikan satu hari anak membutuhkan 1.500 kalori, maka setiap kali makan hanya 500 kalori.

    "Kebutuhan kalori sendiri berbeda berdasarkan usia anak dan seberapa aktif kegiatan hariannya. Tapi untuk total kalori mencapai hampir 1.000 kal per sekali makan sudah sangat lebih dari cukup," papar Andi.

    Namun, menurutnya pemenuhan MBG ini juga harus memperhatikan komposisi dari makanan tersebut. Karena keseimbangan komposisi dalam zat gizi ini sangat penting.

    Jika dilihat dari menu tersebut, seluruh unsur empat sehat lima sempurna sudah hampir terpenuhi, seperti karbohidrat, protein dan lemak.

    "Jadi sebenarnya bukan hanya dilihat dari kalorinya, tapi bagaimana komposisi zat gizinya harus seimbang, itu yang utama. Karena anak usia sekolah sedang dalam masa pertumbuhan jadi butuh zat gizi yang lengkap secara nutrisinya," jelasnya.

    Namun dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin mengungkapkan komitmennya untuk terus memperhatikan masalah gizi.

    "Ini kami sudah rapatkan dari tim gizi Provinsi Kaltim, sesuai dengan kecukupan gizi itu sudah kita hitung dan memang sesuai. Untuk makan gizi yang akan dimulai Januari kita sudah siap untuk memenuhi asupan gizi yang bagus," tutur Jaya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim, Satu Porsi Hasilkan 956 Kalori, Cukup?

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Desember 2024 pukul 17:57 WITA

    Satu kotak makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini memberikan atensi publik. Pasalnya masih banyak yang bertanya mengenai pemenuhan zat gizi dan kalorinya.

    Dalam hal ini, Pemprov Kaltim telah menjabarkan melalui tabel makanan yang ada dalam satu porsi makanan yang dibagikan kepada siswa-siswi sekolah. 

    Adapun satu kotak makanan berisi 7 jenis makanan, yakni nasi putih dengan berat 200 gram dengan nilai energi 350 kal, ayam kremes 80 gram 261 kal, sayur bening 50 gram 114 kal, orek tahu tempe 50 gram 96 kal, mineral water 120 mL, Buah 70 gram 35 kal, dan susu 125 mL 100 kal. Jika ditotalkan mencapai 956 kalori.

    Dokter sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Andi Satya Adi Saputra menanggapi hal tersebut. Bahwa kalori yang dibutuhkan untuk anak itu sudah lebih dari cukup. Karena diasumsikan satu hari anak membutuhkan 1.500 kalori, maka setiap kali makan hanya 500 kalori.

    "Kebutuhan kalori sendiri berbeda berdasarkan usia anak dan seberapa aktif kegiatan hariannya. Tapi untuk total kalori mencapai hampir 1.000 kal per sekali makan sudah sangat lebih dari cukup," papar Andi.

    Namun, menurutnya pemenuhan MBG ini juga harus memperhatikan komposisi dari makanan tersebut. Karena keseimbangan komposisi dalam zat gizi ini sangat penting.

    Jika dilihat dari menu tersebut, seluruh unsur empat sehat lima sempurna sudah hampir terpenuhi, seperti karbohidrat, protein dan lemak.

    "Jadi sebenarnya bukan hanya dilihat dari kalorinya, tapi bagaimana komposisi zat gizinya harus seimbang, itu yang utama. Karena anak usia sekolah sedang dalam masa pertumbuhan jadi butuh zat gizi yang lengkap secara nutrisinya," jelasnya.

    Namun dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin mengungkapkan komitmennya untuk terus memperhatikan masalah gizi.

    "Ini kami sudah rapatkan dari tim gizi Provinsi Kaltim, sesuai dengan kecukupan gizi itu sudah kita hitung dan memang sesuai. Untuk makan gizi yang akan dimulai Januari kita sudah siap untuk memenuhi asupan gizi yang bagus," tutur Jaya.

    (Sf/Rs)