Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi Makan Gizi Gratis. (Meta AI)
Bontang - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang, Surya Dwi Saputra mengatakan, saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang sedang di kebut. Tapi pihaknya belum dapat memastikan kapan akan mulai berjalan.
Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu verifikasi dari pusat terkait beberapa komponen yang harus dipersiapkan. Contohnya seperti, dapur yang sesuai dengan standar badan gizi.
“Skema dari badan gizi dalam program MBG, kita butuh satu bangunan atau dapur sesuai dengan standar, yang dalam juknisnya harus berukuran 20x20 meter, atau minimal 300 meter persegi,” ujarnya saat dihubungi via telefon Sabtu (23/2/2025).
Ada tiga skema untuk pengadaan bangunan dapur, pertama pembangunan dari badan gizi, seperti di Kota Samarinda yang saat ini sudah jadi, yang biasanya dibangun di lahan Kodim. Di Bontang sendiri kata dia, titik dapur yang akan digunakan sebenarnya sudah ada, tapi belum dibangun.
“Karena pertimbangan waktu, sepertinya lebif efektif kalau cari dapur yang sudah ada,” sambungnya.
Pihak SPPG sudah melakukan survey, ada tiga titik yang berpotensi menjadi dapur. Namun, saat ini kondisinya belum siap, dan belum bisa dijalankan pembangunannya.
Kedua, ada skema kerjasama dengan pemerintah daerah, yang saat ini masih dalam tahap koordinasi. Sebelumnya, pihak SPPG telah berkomunikasi dengan Pj Gubernur dan Pemerintah Kota se-Kalimantan Timur (Kaltim), dan saat ini tengah digodok payung hukum dan skema kedepannya.
“Masih diepetimbangkan, apakah dari pemkot yang menyediakan bangunannya, dan SPPG yang membiayai operasionalnya, atau seperti apa,” kata Surya.
Ketiga, yakni kerjasama mitra. Skema ini yang sedang digunakan, dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yang nantinya, para mintra bisa mendaftar untuk membantu program MBG.
“Misalnya, ada mitra yang sudah punya kateringan, dan mau jadi mitra kami, nanti bisa mendaftar lewab website mitra.bgn.co.id,” terangnya. Di website tersebut sudah tertera seluruh persyaratan untuk menjadi mitra program. Jika sudah sesuai, SPPG akan melakukan verifikasi.
Targetnya, setiap dapur akan memasak sekitar 3.500 penerima manfaat yang terdiri dari, pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Saat ini pihaknya juga tengah mensurvey beberapa katering yang kemungkinan bisa bekerjasama menjadi mitra, agar program MBG bisa segera dilakukan.
“Saat ini ada tiga katering yang sudah menawarkan diri, dan kami pertimbangkan juga beberapa katering yang memang sudah memiliki dapur yang proper untuk kemungkinan belerjasama” bebernya.
Selanjutnya, persiapan alat dapur seperti food tray atau ompreng yakni wadah makanan, lalu chiller dan beberapa komponen lain yang harus ada.
“Kita pakai omprengnya itu yang sus304, dan sekarang beberapa produsen kualahan,” kata dia.
Meskipun masih terdapat kendala dalam proses pelaksanaannya, Surya memastikan program MBG di Bontang harus sudah berjalan tahun ini.
“Tahun ini sudah harus jalan, kalau bisa setelah lebaran. Tapi kami tidak ingin menyebut kapan pastinya, tunggu semua sudah siap,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi Makan Gizi Gratis. (Meta AI)
Bontang - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang, Surya Dwi Saputra mengatakan, saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang sedang di kebut. Tapi pihaknya belum dapat memastikan kapan akan mulai berjalan.
Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu verifikasi dari pusat terkait beberapa komponen yang harus dipersiapkan. Contohnya seperti, dapur yang sesuai dengan standar badan gizi.
“Skema dari badan gizi dalam program MBG, kita butuh satu bangunan atau dapur sesuai dengan standar, yang dalam juknisnya harus berukuran 20x20 meter, atau minimal 300 meter persegi,” ujarnya saat dihubungi via telefon Sabtu (23/2/2025).
Ada tiga skema untuk pengadaan bangunan dapur, pertama pembangunan dari badan gizi, seperti di Kota Samarinda yang saat ini sudah jadi, yang biasanya dibangun di lahan Kodim. Di Bontang sendiri kata dia, titik dapur yang akan digunakan sebenarnya sudah ada, tapi belum dibangun.
“Karena pertimbangan waktu, sepertinya lebif efektif kalau cari dapur yang sudah ada,” sambungnya.
Pihak SPPG sudah melakukan survey, ada tiga titik yang berpotensi menjadi dapur. Namun, saat ini kondisinya belum siap, dan belum bisa dijalankan pembangunannya.
Kedua, ada skema kerjasama dengan pemerintah daerah, yang saat ini masih dalam tahap koordinasi. Sebelumnya, pihak SPPG telah berkomunikasi dengan Pj Gubernur dan Pemerintah Kota se-Kalimantan Timur (Kaltim), dan saat ini tengah digodok payung hukum dan skema kedepannya.
“Masih diepetimbangkan, apakah dari pemkot yang menyediakan bangunannya, dan SPPG yang membiayai operasionalnya, atau seperti apa,” kata Surya.
Ketiga, yakni kerjasama mitra. Skema ini yang sedang digunakan, dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yang nantinya, para mintra bisa mendaftar untuk membantu program MBG.
“Misalnya, ada mitra yang sudah punya kateringan, dan mau jadi mitra kami, nanti bisa mendaftar lewab website mitra.bgn.co.id,” terangnya. Di website tersebut sudah tertera seluruh persyaratan untuk menjadi mitra program. Jika sudah sesuai, SPPG akan melakukan verifikasi.
Targetnya, setiap dapur akan memasak sekitar 3.500 penerima manfaat yang terdiri dari, pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Saat ini pihaknya juga tengah mensurvey beberapa katering yang kemungkinan bisa bekerjasama menjadi mitra, agar program MBG bisa segera dilakukan.
“Saat ini ada tiga katering yang sudah menawarkan diri, dan kami pertimbangkan juga beberapa katering yang memang sudah memiliki dapur yang proper untuk kemungkinan belerjasama” bebernya.
Selanjutnya, persiapan alat dapur seperti food tray atau ompreng yakni wadah makanan, lalu chiller dan beberapa komponen lain yang harus ada.
“Kita pakai omprengnya itu yang sus304, dan sekarang beberapa produsen kualahan,” kata dia.
Meskipun masih terdapat kendala dalam proses pelaksanaannya, Surya memastikan program MBG di Bontang harus sudah berjalan tahun ini.
“Tahun ini sudah harus jalan, kalau bisa setelah lebaran. Tapi kami tidak ingin menyebut kapan pastinya, tunggu semua sudah siap,” pungkasnya.
(Sf/Rs)