Seputar Kaltim

    Produksi Tembus 200 Liter Sebulan, Kelompok Madu Kelulut Batuah Kini Bidik Pasar Online

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Agustus 2026 pukul 15:54 WITA

    Ketua Kelompok Madu Kelulut Desa Batuah, Jumabir sedang menunjukkan hasil panen madu kelulut. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Budi daya madu kelulut di Dusun Tani Baru, Desa Tani Harapan, Loa Janan, kini telah melewati fase bertahan hidup. 

    Kelompok tani yang dirintis sejak tahun 2019 tersebut kini telah menjelma menjadi pusat produksi madu dengan kapasitas besar-besaran.

    Keberhasilan ini bermula dari inisiatif Jumabir, seorang guru yang awalnya sekadar menyalurkan hobi beternak lebah kelulut. 

    Kini, dengan anggota kelompok yang bertumbuh hingga 38 orang, fokus utama mereka mulai bergeser pada penguasaan pasar di era digital.

    "Kalau masalah produksi, kami sudah tidak ada kendala. Apalagi kalau digabung dengan 38 teman-teman anggota kelompok, kami bisa menghasilkan 200-an liter dalam satu bulan," ungkap Jumabir selaku Ketua Kelompok Madu Kelulut Desa Batuah didatangi pada Minggu (25/8/2026).

    Kesuksesan produksi yang stabil dengan total lebih dari 280 kotak lebah ini juga peran pendampingan berkelanjutan yang diberikan oleh PT Kutai Energi. Perusahaan memastikan ekosistem bisnis warga berjalan dari hulu ke hilir.

    Bantuan yang diberikan bukan sekadar modal lepas, melainkan alat penyedot madu, gergaji mesin, pembangunan pondok pertemuan, hingga pengurusan sertifikasi halal yang diterima bersih oleh warga.

    Meski demikian, melimpahnya panen ini membuat kelimpungan dalam pemasaran. Selama ini, madu kelulut Batuah lebih banyak dibeli oleh karyawan tambang yang rutin mengonsumsinya.

    Setelah laku di internal, potensi pasar dari luar tambang mulai diincar. Pendamping kemudian meramu strategi ekspansi pasar.

    "Tahapannya sekarang sudah mau masuk ke workshop digital marketing. Mereka (pemuda Mahakam) fokusnya ke IT dan sudah punya materi konten untuk pemasaran produk. Ini yang kita gandeng untuk membantu para pelaku UMKM lebah kelulut di Tani Harapan," jelas perwakilan PT Kutai Energi.

    Sehingga dari sini dipertemukannya para petani lebah dengan generasi muda dari komunitas Anak Muda Karya Mahakam, serta standar akademis dari pakar lebah Universitas Mulawarman.

    Kualitas madu murni Batuah yang tahan lama dan rasanya yang terjaga meski disimpan bertahun-tahun bisa bersaing di pasar luas. 

    Adanya bantuan dari anak muda ini diharapkan mampu membawa produk unggulan desa merambah pasar e-commerce nasional.

    "Harapan kami, madu kelulut kami ke depannya semakin maju dan penjualannya semakin luas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Produksi Tembus 200 Liter Sebulan, Kelompok Madu Kelulut Batuah Kini Bidik Pasar Online

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Agustus 2026 pukul 15:54 WITA

    Ketua Kelompok Madu Kelulut Desa Batuah, Jumabir sedang menunjukkan hasil panen madu kelulut. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Budi daya madu kelulut di Dusun Tani Baru, Desa Tani Harapan, Loa Janan, kini telah melewati fase bertahan hidup. 

    Kelompok tani yang dirintis sejak tahun 2019 tersebut kini telah menjelma menjadi pusat produksi madu dengan kapasitas besar-besaran.

    Keberhasilan ini bermula dari inisiatif Jumabir, seorang guru yang awalnya sekadar menyalurkan hobi beternak lebah kelulut. 

    Kini, dengan anggota kelompok yang bertumbuh hingga 38 orang, fokus utama mereka mulai bergeser pada penguasaan pasar di era digital.

    "Kalau masalah produksi, kami sudah tidak ada kendala. Apalagi kalau digabung dengan 38 teman-teman anggota kelompok, kami bisa menghasilkan 200-an liter dalam satu bulan," ungkap Jumabir selaku Ketua Kelompok Madu Kelulut Desa Batuah didatangi pada Minggu (25/8/2026).

    Kesuksesan produksi yang stabil dengan total lebih dari 280 kotak lebah ini juga peran pendampingan berkelanjutan yang diberikan oleh PT Kutai Energi. Perusahaan memastikan ekosistem bisnis warga berjalan dari hulu ke hilir.

    Bantuan yang diberikan bukan sekadar modal lepas, melainkan alat penyedot madu, gergaji mesin, pembangunan pondok pertemuan, hingga pengurusan sertifikasi halal yang diterima bersih oleh warga.

    Meski demikian, melimpahnya panen ini membuat kelimpungan dalam pemasaran. Selama ini, madu kelulut Batuah lebih banyak dibeli oleh karyawan tambang yang rutin mengonsumsinya.

    Setelah laku di internal, potensi pasar dari luar tambang mulai diincar. Pendamping kemudian meramu strategi ekspansi pasar.

    "Tahapannya sekarang sudah mau masuk ke workshop digital marketing. Mereka (pemuda Mahakam) fokusnya ke IT dan sudah punya materi konten untuk pemasaran produk. Ini yang kita gandeng untuk membantu para pelaku UMKM lebah kelulut di Tani Harapan," jelas perwakilan PT Kutai Energi.

    Sehingga dari sini dipertemukannya para petani lebah dengan generasi muda dari komunitas Anak Muda Karya Mahakam, serta standar akademis dari pakar lebah Universitas Mulawarman.

    Kualitas madu murni Batuah yang tahan lama dan rasanya yang terjaga meski disimpan bertahun-tahun bisa bersaing di pasar luas. 

    Adanya bantuan dari anak muda ini diharapkan mampu membawa produk unggulan desa merambah pasar e-commerce nasional.

    "Harapan kami, madu kelulut kami ke depannya semakin maju dan penjualannya semakin luas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)