Seputar Kaltim

    Produk UMKM Sudah Dilirik Pasar Eropa, Tapi Masih Terkendala Modal dan Pemasaran

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    18 Juni 2026 pukul 17:14 WITA

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur (Kutim), Marhadin. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Keterbatasan permodalan dan akses pemasaran masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Akibatnya, banyak UMKM belum mampu mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur (Kutim), Marhadin, mengatakan banyak produk UMKM lokal sebenarnya memiliki kualitas yang baik dan berpotensi bersaing di pasar yang lebih luas. Namun, pelaku usaha masih kesulitan mengembangkan bisnisnya karena terbatasnya modal dan jaringan pemasaran.

    Menurutnya, modal masih menjadi masalah utama yang membuat banyak UMKM sulit berkembang. Salah satu indikator UMKM naik kelas, kata Marhadin, adalah meningkatnya kemampuan usaha dalam mengelola dan memutar modal.

    “Kalau kita bicara UMKM naik kelas, artinya UMKM bisa bangkit dari keterpurukan dan mampu melakukan perputaran modal yang lebih besar dari sebelumnya,” ujarnya usai menghadiri talkshow UMKM di Sangatta, Kamis (18/6/2026).

    Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berupaya membantu UMKM mendapatkan akses modal melalui program bantuan dan edukasi keuangan. 

    “Bagaimana penambahan modal itu mampu kita fasilitasi, baik bantuan dari pemerintah maupun literasi keuangan agar mereka bisa mengakses sumber-sumber pembiayaan,” katanya. 

    Selain modal, pemasaran juga menjadi keluhan yang sering disampaikan pelaku UMKM.

    Ia mencontohkan produk amplang yang diproduksi pelaku UMKM di Kutim. Menurutnya, produk tersebut memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Namun, pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala untuk mengakses pasar tersebut secara langsung.

    “Potensinya sebenarnya besar. Bahkan untuk produk amplang ada ketertarikan dari pasar di Eropa. Hanya saja untuk mengakses pasar seperti itu sangat sulit bagi pelaku UMKM,” ungkapnya.

    Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kutim berupaya membantu pelaku UMKM membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Marhadin menambahkan produk UMKM Kutim memiliki potensi besar untuk berkembang karena sebagian telah dikenal hingga mancanegara. Ia menilai dukungan permodalan dan akses pasar perlu diperkuat agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan omzet.

    “Produk UMKM kita sudah dikenal hingga mancanegara. Tinggal bagaimana permodalannya kita bantu dan akses pasarnya kita fasilitasi agar mereka bisa berkembang lebih besar,” pungkasnya.

    (SR/Rs)

    Seputar Kaltim

    Produk UMKM Sudah Dilirik Pasar Eropa, Tapi Masih Terkendala Modal dan Pemasaran

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    18 Juni 2026 pukul 17:14 WITA

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur (Kutim), Marhadin. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Keterbatasan permodalan dan akses pemasaran masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Akibatnya, banyak UMKM belum mampu mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur (Kutim), Marhadin, mengatakan banyak produk UMKM lokal sebenarnya memiliki kualitas yang baik dan berpotensi bersaing di pasar yang lebih luas. Namun, pelaku usaha masih kesulitan mengembangkan bisnisnya karena terbatasnya modal dan jaringan pemasaran.

    Menurutnya, modal masih menjadi masalah utama yang membuat banyak UMKM sulit berkembang. Salah satu indikator UMKM naik kelas, kata Marhadin, adalah meningkatnya kemampuan usaha dalam mengelola dan memutar modal.

    “Kalau kita bicara UMKM naik kelas, artinya UMKM bisa bangkit dari keterpurukan dan mampu melakukan perputaran modal yang lebih besar dari sebelumnya,” ujarnya usai menghadiri talkshow UMKM di Sangatta, Kamis (18/6/2026).

    Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berupaya membantu UMKM mendapatkan akses modal melalui program bantuan dan edukasi keuangan. 

    “Bagaimana penambahan modal itu mampu kita fasilitasi, baik bantuan dari pemerintah maupun literasi keuangan agar mereka bisa mengakses sumber-sumber pembiayaan,” katanya. 

    Selain modal, pemasaran juga menjadi keluhan yang sering disampaikan pelaku UMKM.

    Ia mencontohkan produk amplang yang diproduksi pelaku UMKM di Kutim. Menurutnya, produk tersebut memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Namun, pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala untuk mengakses pasar tersebut secara langsung.

    “Potensinya sebenarnya besar. Bahkan untuk produk amplang ada ketertarikan dari pasar di Eropa. Hanya saja untuk mengakses pasar seperti itu sangat sulit bagi pelaku UMKM,” ungkapnya.

    Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kutim berupaya membantu pelaku UMKM membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Marhadin menambahkan produk UMKM Kutim memiliki potensi besar untuk berkembang karena sebagian telah dikenal hingga mancanegara. Ia menilai dukungan permodalan dan akses pasar perlu diperkuat agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan omzet.

    “Produk UMKM kita sudah dikenal hingga mancanegara. Tinggal bagaimana permodalannya kita bantu dan akses pasarnya kita fasilitasi agar mereka bisa berkembang lebih besar,” pungkasnya.

    (SR/Rs)