Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Kerajinan tangan yang ada di UKM Center Samarinda, Jalan Hasan Basri, Sungai Pinang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Samarinda semakin menunjukkan daya saingnya di pasar nasional dan internasional.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda, Jusmaramdhana Alus, mengungkapkan bahwa produk lokal berhasil menembus Kuala Lumpur dalam beberapa minggu terakhir. Selain itu, pemasaran juga telah dilakukan di beberapa kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta.
"Alhamdulillah, produk lokal kita sudah masuk ke Kuala Lumpur, dikontrak selama 2 tahun, setelah itu nanti akan dikurasi lagi. Di Surabaya, Jakarta, dan Mal Sarinah juga sudah ada kontrak tenan," ujar Jusmaramdhana belum lama ini.
Pria dengan sapaan Yus itu menambahkan bahwa produk yang menembus pasar di Kuala Lumpur itu berbentuk kerajinan tangan. Sementara untuk yang dipasarkan di kota-kota besar Indonesia lebih banyak kategori makanan dan minuman (food and beverage/FnB).
Diskumi juga saat ini tengah berupaya membidik peluang pemasaran di Lombok.
Kemudian, Yus juga menyoroti adanya produk khas Kalimantan Timur, yakni amplang, yang dijual di Samarinda tetapi menggunakan merek dari Balikpapan seperti yang ada di Bandara APT Pranoto.
"Ini akan kami tindak lanjuti, tapi karena keterbatasan anggaran, mungkin harus kami tahan dulu," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam waktu dekat untuk menangkap momen ramadan dan idulfitri, Diskumi juga akan membantu pemasaran hampers berisi produk-produk UMKM ke berbagai hotel di Samarinda.
"Tahun lalu ada edaran agar hampers wajib berisi 50% produk UMKM. Tahun ini kami upayakan lebih maksimal," ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskumi, Mohamad Rizal, menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan paket kemasan kepada para pelaku usaha.
Diskumi juga tengah merencanakan pembangunan rumah kemasan UMKM yang akan mendukung keberlanjutan pemasaran produk lokal.
Dengan berbagai upaya tersebut, Diskumi optimistis UMKM Samarinda akan semakin berkembang dan memiliki daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional.
"Kami sudah menyalurkan 550 paket kemasan ke lima kelompok UMKM. Pemasarannya akan kami bantu ke retail, hotel, dan perbankan," singkat Rizal.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Kerajinan tangan yang ada di UKM Center Samarinda, Jalan Hasan Basri, Sungai Pinang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Samarinda semakin menunjukkan daya saingnya di pasar nasional dan internasional.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda, Jusmaramdhana Alus, mengungkapkan bahwa produk lokal berhasil menembus Kuala Lumpur dalam beberapa minggu terakhir. Selain itu, pemasaran juga telah dilakukan di beberapa kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta.
"Alhamdulillah, produk lokal kita sudah masuk ke Kuala Lumpur, dikontrak selama 2 tahun, setelah itu nanti akan dikurasi lagi. Di Surabaya, Jakarta, dan Mal Sarinah juga sudah ada kontrak tenan," ujar Jusmaramdhana belum lama ini.
Pria dengan sapaan Yus itu menambahkan bahwa produk yang menembus pasar di Kuala Lumpur itu berbentuk kerajinan tangan. Sementara untuk yang dipasarkan di kota-kota besar Indonesia lebih banyak kategori makanan dan minuman (food and beverage/FnB).
Diskumi juga saat ini tengah berupaya membidik peluang pemasaran di Lombok.
Kemudian, Yus juga menyoroti adanya produk khas Kalimantan Timur, yakni amplang, yang dijual di Samarinda tetapi menggunakan merek dari Balikpapan seperti yang ada di Bandara APT Pranoto.
"Ini akan kami tindak lanjuti, tapi karena keterbatasan anggaran, mungkin harus kami tahan dulu," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam waktu dekat untuk menangkap momen ramadan dan idulfitri, Diskumi juga akan membantu pemasaran hampers berisi produk-produk UMKM ke berbagai hotel di Samarinda.
"Tahun lalu ada edaran agar hampers wajib berisi 50% produk UMKM. Tahun ini kami upayakan lebih maksimal," ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskumi, Mohamad Rizal, menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan paket kemasan kepada para pelaku usaha.
Diskumi juga tengah merencanakan pembangunan rumah kemasan UMKM yang akan mendukung keberlanjutan pemasaran produk lokal.
Dengan berbagai upaya tersebut, Diskumi optimistis UMKM Samarinda akan semakin berkembang dan memiliki daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional.
"Kami sudah menyalurkan 550 paket kemasan ke lima kelompok UMKM. Pemasarannya akan kami bantu ke retail, hotel, dan perbankan," singkat Rizal.
(Sf/Rs)