Seputar Kaltim

    Probebaya Award Bakal Terus Dijalankan Tak Terpengaruh Efisiensi Anggaran 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    24 Maret 2025 pukul 15:10 WITA

    Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Arif Surochman. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kegiatan penghargaan Probebaya Award dipastikan tetap berjalan meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. 

    Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Arif Surochman, menegaskan bahwa program ini tidak akan terpengaruh kebijakan efisiensi anggaran karena dinilai memiliki dampak langsung bagi masyarakat.  

    Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya pemerintah kota selalu menggelar kegiatan penghargaan itu kepada beberapa RT yang dinilai sukses menjalankan programnya. 

    "Probebaya Award sebagai bentuk apresiasi untuk RT tidak terganggu oleh efisiensi anggaran karena nominalnya juga tidak besar," ujar Arif.

    Selain itu kata dia, penghargaan yang diberikan juga dalam bentuk program yang manfaatnya kembali kepada masyarakat, sehingga tak hanya soal kegiatan penghargaan seremonial saja. 

    Lebih lanjut, Probebaya sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat  dengan dana yang diberikan sebesar Rp100 juta untuk tiap RT di Samarinda. 

    Dana itu untuk mendukung berbagai inisiatif masyarakat, seperti pembangunan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan layanan kesehatan seperti posyandu.  

    Menurut Arif, besaran anggaran per-RT tetap dipertahankan meskipun ada efisiensi di sektor lain. Sehingga anggaran Probebaya tetap diusahakan Rp100 juta per-RT dan tidak akan dikurangi. Apalagi menurutnya program ini benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung. 

    Hal itu tentu sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat bahwa program yang menyentuh masyarakat secara langsung tidak akan terkena efisiensi, bahkan jika memungkinkan akan ditambah anggarannya. 

    Begitu pula dengan hadiah bagi para pemenang Probebaya Award, yang juga diberikan untuk meningkatkan program. Misalnya, juara I Probebaya Award akan mendapatkan tambahan dana Rp100 juta di tahun berikutnya. 

    "Jika RT tersebut menang di 2023, maka di 2024 mereka bisa mendapat tambahan anggaran, sehingga totalnya bisa menjadi Rp200 juta. Tapi ini hanya untuk tiga RT saja," imbuhnya.  

    Ia menegaskan bahwa Probebaya adalah program yang semakin relevan di tengah kondisi saat ini. Masyarakat diminta untuk berusaha mandiri dengan modal yang diberikan lewat program ini. 

    Masyarakat dilatih untuk bisa mengelola uang yang ada dengan memberdayakan lingkungan sekitar untuk mendapatkan profit agar ekonomi dan pembangunan di sekitarnya ikut meningkat. 

    "Program ini tetap aman dan tidak ada masalah, dengan efisiensi," pungkas Arif.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Probebaya Award Bakal Terus Dijalankan Tak Terpengaruh Efisiensi Anggaran 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    24 Maret 2025 pukul 15:10 WITA

    Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Arif Surochman. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kegiatan penghargaan Probebaya Award dipastikan tetap berjalan meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. 

    Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Arif Surochman, menegaskan bahwa program ini tidak akan terpengaruh kebijakan efisiensi anggaran karena dinilai memiliki dampak langsung bagi masyarakat.  

    Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya pemerintah kota selalu menggelar kegiatan penghargaan itu kepada beberapa RT yang dinilai sukses menjalankan programnya. 

    "Probebaya Award sebagai bentuk apresiasi untuk RT tidak terganggu oleh efisiensi anggaran karena nominalnya juga tidak besar," ujar Arif.

    Selain itu kata dia, penghargaan yang diberikan juga dalam bentuk program yang manfaatnya kembali kepada masyarakat, sehingga tak hanya soal kegiatan penghargaan seremonial saja. 

    Lebih lanjut, Probebaya sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat  dengan dana yang diberikan sebesar Rp100 juta untuk tiap RT di Samarinda. 

    Dana itu untuk mendukung berbagai inisiatif masyarakat, seperti pembangunan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan layanan kesehatan seperti posyandu.  

    Menurut Arif, besaran anggaran per-RT tetap dipertahankan meskipun ada efisiensi di sektor lain. Sehingga anggaran Probebaya tetap diusahakan Rp100 juta per-RT dan tidak akan dikurangi. Apalagi menurutnya program ini benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung. 

    Hal itu tentu sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat bahwa program yang menyentuh masyarakat secara langsung tidak akan terkena efisiensi, bahkan jika memungkinkan akan ditambah anggarannya. 

    Begitu pula dengan hadiah bagi para pemenang Probebaya Award, yang juga diberikan untuk meningkatkan program. Misalnya, juara I Probebaya Award akan mendapatkan tambahan dana Rp100 juta di tahun berikutnya. 

    "Jika RT tersebut menang di 2023, maka di 2024 mereka bisa mendapat tambahan anggaran, sehingga totalnya bisa menjadi Rp200 juta. Tapi ini hanya untuk tiga RT saja," imbuhnya.  

    Ia menegaskan bahwa Probebaya adalah program yang semakin relevan di tengah kondisi saat ini. Masyarakat diminta untuk berusaha mandiri dengan modal yang diberikan lewat program ini. 

    Masyarakat dilatih untuk bisa mengelola uang yang ada dengan memberdayakan lingkungan sekitar untuk mendapatkan profit agar ekonomi dan pembangunan di sekitarnya ikut meningkat. 

    "Program ini tetap aman dan tidak ada masalah, dengan efisiensi," pungkas Arif.

    (Sf/Rs)