Seputar Kaltim

    Prioritaskan Keselamatan Penumpang, AIS Dibutuhkan untuk Armada Speedboat Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    14 Januari 2026 pukul 13:08 WITA

    Speedboat wisata yang parkir di Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau menegaskan penggunaan Automatic Identification System (AIS) pada armada speedboat wisata menjadi kebutuhan mendesak. 

    Sistem pengawasan yang masih mengandalkan radio dan telepon seluler dinilai kurang efektif untuk memastikan keselamatan penumpang.

    Petugas Kesyahbandaran KUPP Berau, Sukriadi menyebut rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Berau untuk memasang alat berbasis GPS sebaiknya mengarah pada AIS. Dengan sistem ini, posisi kapal bisa dipantau secara real time, sehingga memudahkan koordinasi saat terjadi kondisi darurat.

    "Sebenarnya itu bukan GPS, tapi namanya AIS. Mungkin dari Dishub mengartikan itu sebagai GPS. AIS ini justru lebih bagus karena bisa langsung terpantau di sistem kami," ujar Sukriadi.

    Ia menilai pengawasan manual selama ini memiliki keterbatasan, terutama ketika informasi lokasi kapal dibutuhkan dengan cepat. Jika hanya mengandalkan radio dan by phone tersebut dinilai tidak aman dan kurang efektif. 

    "Sistem seperti itu tidak menjangkau semuanya," katanya.

    Ia menjelaskan AIS memungkinkan pemantauan pergerakan kapal melalui Marine Control Center (MCC), termasuk posisi, arah dan aktivitas kapal di perairan.

    "Kapal ada di posisi mana dan sedang melakukan apa itu bisa terlihat kalau AIS terpasang," tuturnya.

    Ia mengatakan rencana pemasangan AIS pada armada speedboat wisata sebenarnya telah diajukan kepada Bupati Berau sejak tahun lalu, namun belum terealisasi. Sistem ini dianggap penting, khususnya untuk jalur wisata unggulan seperti Pulau Maratua dan Kepulauan Derawan.

    "Itu sangat diperlukan, karena kapal-kapal besar seperti tugboat sekarang semuanya sudah pakai AIS. Jadi kalau ada kejadian, kita bisa mengetahui lebih cepat," ujarnya.

    Ia menyampaikan KUPP Berau tidak memiliki anggaran khusus untuk pengadaan AIS. Pemasangan sistem ini biasanya menjadi tanggung jawab pemilik kapal. Diakuinya, untuk pemasangan AIS memerlukan tenaga ahli dan biaya pengadaan dan instalasi juga cukup tinggi.

    "Tapi kalau pemerintah daerah mau membantu, tentu itu lebih bagus dan bisa mengurangi beban masyarakat," tambahnya.

    KUPP Berau berharap sistem AIS bisa segera terpasang agar pengawasan transportasi laut lebih maksimal dan keselamatan penumpang transportasi laut lebih terjamin.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Prioritaskan Keselamatan Penumpang, AIS Dibutuhkan untuk Armada Speedboat Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    14 Januari 2026 pukul 13:08 WITA

    Speedboat wisata yang parkir di Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau menegaskan penggunaan Automatic Identification System (AIS) pada armada speedboat wisata menjadi kebutuhan mendesak. 

    Sistem pengawasan yang masih mengandalkan radio dan telepon seluler dinilai kurang efektif untuk memastikan keselamatan penumpang.

    Petugas Kesyahbandaran KUPP Berau, Sukriadi menyebut rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Berau untuk memasang alat berbasis GPS sebaiknya mengarah pada AIS. Dengan sistem ini, posisi kapal bisa dipantau secara real time, sehingga memudahkan koordinasi saat terjadi kondisi darurat.

    "Sebenarnya itu bukan GPS, tapi namanya AIS. Mungkin dari Dishub mengartikan itu sebagai GPS. AIS ini justru lebih bagus karena bisa langsung terpantau di sistem kami," ujar Sukriadi.

    Ia menilai pengawasan manual selama ini memiliki keterbatasan, terutama ketika informasi lokasi kapal dibutuhkan dengan cepat. Jika hanya mengandalkan radio dan by phone tersebut dinilai tidak aman dan kurang efektif. 

    "Sistem seperti itu tidak menjangkau semuanya," katanya.

    Ia menjelaskan AIS memungkinkan pemantauan pergerakan kapal melalui Marine Control Center (MCC), termasuk posisi, arah dan aktivitas kapal di perairan.

    "Kapal ada di posisi mana dan sedang melakukan apa itu bisa terlihat kalau AIS terpasang," tuturnya.

    Ia mengatakan rencana pemasangan AIS pada armada speedboat wisata sebenarnya telah diajukan kepada Bupati Berau sejak tahun lalu, namun belum terealisasi. Sistem ini dianggap penting, khususnya untuk jalur wisata unggulan seperti Pulau Maratua dan Kepulauan Derawan.

    "Itu sangat diperlukan, karena kapal-kapal besar seperti tugboat sekarang semuanya sudah pakai AIS. Jadi kalau ada kejadian, kita bisa mengetahui lebih cepat," ujarnya.

    Ia menyampaikan KUPP Berau tidak memiliki anggaran khusus untuk pengadaan AIS. Pemasangan sistem ini biasanya menjadi tanggung jawab pemilik kapal. Diakuinya, untuk pemasangan AIS memerlukan tenaga ahli dan biaya pengadaan dan instalasi juga cukup tinggi.

    "Tapi kalau pemerintah daerah mau membantu, tentu itu lebih bagus dan bisa mengurangi beban masyarakat," tambahnya.

    KUPP Berau berharap sistem AIS bisa segera terpasang agar pengawasan transportasi laut lebih maksimal dan keselamatan penumpang transportasi laut lebih terjamin.

    (Sf/Lo)