Seputar Kaltim

    Prihatin dengan Aksi Perundungan, Asep Ahmad Sampaikan Masukkan untuk Sekolah 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Maret 2024 pukul 20:53 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Asep Ahmad Sapturi saat ditemui awak media di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Aksi perundungan yang terjadi beberapa waktu lalu di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Balikpapan masih menjadi perbincangan.
    Salah satunya Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Asep Ahmad Sapturi, yang membidangi pendidikan mengaku prihatin, apalagi ini terjadi di Balikpapan. 

    "Walaupun harapanya jangan sampai terjadi di Balikpapan dan di kota-kota yang lain," ucap Asep sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu (13/3/2024).

    Menurutnya, sebagai murid itu tak boleh melakukan pengeroyokan dan main hakim sendiri telebih di saat jam belajar.

    "Kritikan juga perlu kami koreksi kepada guru, artinya pas kejadian itu kok pas waktunya mengajar. Kemana guru yang mengawasi pada saat itu," jelasnya.

    Diterangkan, bahwa pendidikan adalah hal penting dan utama yang ada di rumah, maka pengawasan orang tua kepada anak-anaknya juga harus kuat.

    "Orang tua juga harus melakukan pengawasan dengan ketat, secara baik dan maksimal," terangnya.

    Lanjutnya, bahkan ia sempat diskusi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, kalau upaya pencegahan memang sangat diperlukan.

    Diantaranya, langkah antisipasi dengan cara pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh Tim DP3AKB melalui bidangnya. Kemudian dari pihak sekolah melalui Bimbingan Konseling (BK) memberikan pembinaan secara berkala.

    "Bisa juga dimanfaatkan seperti peringatan hari-hari besar dengan memanggil penceramahan untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak di sekolah," masukkannya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Prihatin dengan Aksi Perundungan, Asep Ahmad Sampaikan Masukkan untuk Sekolah 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Maret 2024 pukul 20:53 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Asep Ahmad Sapturi saat ditemui awak media di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Aksi perundungan yang terjadi beberapa waktu lalu di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Balikpapan masih menjadi perbincangan.
    Salah satunya Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Asep Ahmad Sapturi, yang membidangi pendidikan mengaku prihatin, apalagi ini terjadi di Balikpapan. 

    "Walaupun harapanya jangan sampai terjadi di Balikpapan dan di kota-kota yang lain," ucap Asep sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu (13/3/2024).

    Menurutnya, sebagai murid itu tak boleh melakukan pengeroyokan dan main hakim sendiri telebih di saat jam belajar.

    "Kritikan juga perlu kami koreksi kepada guru, artinya pas kejadian itu kok pas waktunya mengajar. Kemana guru yang mengawasi pada saat itu," jelasnya.

    Diterangkan, bahwa pendidikan adalah hal penting dan utama yang ada di rumah, maka pengawasan orang tua kepada anak-anaknya juga harus kuat.

    "Orang tua juga harus melakukan pengawasan dengan ketat, secara baik dan maksimal," terangnya.

    Lanjutnya, bahkan ia sempat diskusi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, kalau upaya pencegahan memang sangat diperlukan.

    Diantaranya, langkah antisipasi dengan cara pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh Tim DP3AKB melalui bidangnya. Kemudian dari pihak sekolah melalui Bimbingan Konseling (BK) memberikan pembinaan secara berkala.

    "Bisa juga dimanfaatkan seperti peringatan hari-hari besar dengan memanggil penceramahan untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak di sekolah," masukkannya.

    (Sf/Rs)