Seputar Kaltim

    Pria Paruh Baya di Muara Kaman Tewas Mengambang, Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh Saat Mandi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    28 Februari 2026 pukul 14:05 WITA

    Proses evakuasi korban usai ditemukan tewas mengambang di sungai (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Seorang pria paruh baya berinisial H (62), warga Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan tewas mengambang di sungai, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 11.23 WITA.

    Korban ditemukan tim SAR gabungan usai dilaporkan hilang tenggelam saat mandi di sungai dengan cara melompat ke dalam air pada pukul 07.00 WITA.

    “Beberapa saat setelah lompat, korban tidak timbul ke permukaan air sehingga istrinya berteriak ke anaknya dan kemudian dilakukan upaya pencarian,” ujar Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin.

    “Kini korban telah ditemukan tidak jauh dari titik korban dilaporkan hilang, yakni berjarak 20 meter,” tambahnya.

    Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, penyakit Epilepsi yang diderita korban diduga kambuh, sehingga menyebabkan dirinya hilang kesadaran saat berada di air sungai.

    “Istri korban bilang si korban memiliki riwayat penyakit Epilepsi yang merupakan gangguan sistem saraf pada otak yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang abnormal,” terangnya.

    Usai ditemukan, kini jasad korban langsung dibawa ke kediamannya untuk dilakukan pemakaman.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pria Paruh Baya di Muara Kaman Tewas Mengambang, Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh Saat Mandi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    28 Februari 2026 pukul 14:05 WITA

    Proses evakuasi korban usai ditemukan tewas mengambang di sungai (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Seorang pria paruh baya berinisial H (62), warga Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan tewas mengambang di sungai, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 11.23 WITA.

    Korban ditemukan tim SAR gabungan usai dilaporkan hilang tenggelam saat mandi di sungai dengan cara melompat ke dalam air pada pukul 07.00 WITA.

    “Beberapa saat setelah lompat, korban tidak timbul ke permukaan air sehingga istrinya berteriak ke anaknya dan kemudian dilakukan upaya pencarian,” ujar Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin.

    “Kini korban telah ditemukan tidak jauh dari titik korban dilaporkan hilang, yakni berjarak 20 meter,” tambahnya.

    Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, penyakit Epilepsi yang diderita korban diduga kambuh, sehingga menyebabkan dirinya hilang kesadaran saat berada di air sungai.

    “Istri korban bilang si korban memiliki riwayat penyakit Epilepsi yang merupakan gangguan sistem saraf pada otak yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang abnormal,” terangnya.

    Usai ditemukan, kini jasad korban langsung dibawa ke kediamannya untuk dilakukan pemakaman.

    (Sf/Rs)