Cari disini...
Seputar Kaltim
Kawasan Rumah Tak Layak Huni ditempati Masyarakat Miskin Ekstrem di Kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah serius dalam menangani miskin ekstrem di Kota Samarinda, hal demikian dibuktikan dari presentase miskin ekstrem turun sebesar 30 persen.
Presentase tersebut berdasarkan dari data P3KE Kemenko PMK melihatkan bahwa miskin ekstrem pada 2022 sebanyak 9.039 jiwa dan hingga 2023 tersaji data dari Dinas Sosial (Dinsos) sebanyak 6.973 jiwa.
Sekretaris Dinsos PM Kota Samarinda, Dasmiyah mendikte beberapa program yang telah dilakukan oleh Pemkot Samarinda untuk mengatasi kemiskinan ekstrem ini.
"Target Wali Kota pada 2024 Samarinda menuntaskan kemiskinan ekstrem menjadi zero persen, kami sudah lakukan mulai saat ini dengan sistem konvergensi, yang berarti pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkordinir, terintregrasi dan kolaborasi dengan pihak yang kompeten dengan sasaran prioritas," ungkapnya.
Dimulai dari kolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memberikan subsidi berjumlah 20 ribu kubik air untuk kategori miskin ekstrem.
"Hal ini sebagai upaya peralihan dari miskin ekstrem ke miskin biasa, itu masih menjadi upaya kami, karena kategorui miskin ekstrem ini mereka yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar, yakni makanan, keseharan, tempat tinggal, pendidikan dan seperti saya sebut sebelumnya, yaitu ari bersih," terangnya.
Menurutnya, berdasarkan dengan pendapatan keluarga miskin ektrem dia yang mendapatkan Rp 326 ribu per bulan. Sedangkan yang miskin biasa diatas dari itu.
"Kami mengharapkan miskin ekstrem ini kami dapat tuntaskan apalagi kami sudah memegang datanya, sehingga kami lebih mudah dalam melakukan penuntasan kemiskinan ekstrem ini," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kawasan Rumah Tak Layak Huni ditempati Masyarakat Miskin Ekstrem di Kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah serius dalam menangani miskin ekstrem di Kota Samarinda, hal demikian dibuktikan dari presentase miskin ekstrem turun sebesar 30 persen.
Presentase tersebut berdasarkan dari data P3KE Kemenko PMK melihatkan bahwa miskin ekstrem pada 2022 sebanyak 9.039 jiwa dan hingga 2023 tersaji data dari Dinas Sosial (Dinsos) sebanyak 6.973 jiwa.
Sekretaris Dinsos PM Kota Samarinda, Dasmiyah mendikte beberapa program yang telah dilakukan oleh Pemkot Samarinda untuk mengatasi kemiskinan ekstrem ini.
"Target Wali Kota pada 2024 Samarinda menuntaskan kemiskinan ekstrem menjadi zero persen, kami sudah lakukan mulai saat ini dengan sistem konvergensi, yang berarti pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkordinir, terintregrasi dan kolaborasi dengan pihak yang kompeten dengan sasaran prioritas," ungkapnya.
Dimulai dari kolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memberikan subsidi berjumlah 20 ribu kubik air untuk kategori miskin ekstrem.
"Hal ini sebagai upaya peralihan dari miskin ekstrem ke miskin biasa, itu masih menjadi upaya kami, karena kategorui miskin ekstrem ini mereka yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar, yakni makanan, keseharan, tempat tinggal, pendidikan dan seperti saya sebut sebelumnya, yaitu ari bersih," terangnya.
Menurutnya, berdasarkan dengan pendapatan keluarga miskin ektrem dia yang mendapatkan Rp 326 ribu per bulan. Sedangkan yang miskin biasa diatas dari itu.
"Kami mengharapkan miskin ekstrem ini kami dapat tuntaskan apalagi kami sudah memegang datanya, sehingga kami lebih mudah dalam melakukan penuntasan kemiskinan ekstrem ini," pungkasnya.
(Sf/By)