Seputar Kaltim

    Prediksi Cuaca Tidak Stabil, Bupati Kutim Minta Warga Waspada Risiko Bencana

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 20:09 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak stabil dalam beberapa bulan ke depan. 

    Ia menyampaikan, perubahan cuaca tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga bisa memengaruhi ketahanan pangan daerah. Untuk itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca.

    “Kita harus tetap siap, harus kita waspadai terkait dengan risiko ya,” ujar Ardiansyah.

    Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ia menyebut hingga empat hingga lima bulan ke depan Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca yang berubah-ubah, termasuk pengaruh El Nino.

    Ia mencontohkan sejumlah daerah yang saat ini sudah merasakan dampaknya.

    “Di beberapa wilayah kita, seperti di Sumatera, kemudian juga tadi malam di Jawa Barat dan sebagainya. Semoga saja Kalimantan Timur tidak,” harapnya

    Meski demikian, Ardiansyah mengaku terus memantau perkembangan kondisi cuaca di Kutim secara berkala.

    “Hampir setiap lima jam sekali saya selalu memonitor BMKG untuk wilayah Kutim. Selama beberapa hari ini masih kondisinya hujan ringan dan sebagainya. Tapi yang perlu kita waspadai seperti itu,” pungkasnya.

    Bupati mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperkuat langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko bencana dan gangguan ketahanan pangan akibat perubahan cuaca ekstrem.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Prediksi Cuaca Tidak Stabil, Bupati Kutim Minta Warga Waspada Risiko Bencana

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 20:09 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak stabil dalam beberapa bulan ke depan. 

    Ia menyampaikan, perubahan cuaca tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga bisa memengaruhi ketahanan pangan daerah. Untuk itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca.

    “Kita harus tetap siap, harus kita waspadai terkait dengan risiko ya,” ujar Ardiansyah.

    Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ia menyebut hingga empat hingga lima bulan ke depan Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca yang berubah-ubah, termasuk pengaruh El Nino.

    Ia mencontohkan sejumlah daerah yang saat ini sudah merasakan dampaknya.

    “Di beberapa wilayah kita, seperti di Sumatera, kemudian juga tadi malam di Jawa Barat dan sebagainya. Semoga saja Kalimantan Timur tidak,” harapnya

    Meski demikian, Ardiansyah mengaku terus memantau perkembangan kondisi cuaca di Kutim secara berkala.

    “Hampir setiap lima jam sekali saya selalu memonitor BMKG untuk wilayah Kutim. Selama beberapa hari ini masih kondisinya hujan ringan dan sebagainya. Tapi yang perlu kita waspadai seperti itu,” pungkasnya.

    Bupati mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperkuat langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko bencana dan gangguan ketahanan pangan akibat perubahan cuaca ekstrem.

    (Sf/Rs)