Seputar Kaltim

    PPU Targetkan Layanan Air Bersih Sepaku Tuntas 100 Persen pada 2027

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 11:33 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan cakupan layanan air bersih di Kecamatan Sepaku dapat terlayani 100 persen pada 2027 mendatang.

    Target tersebut disampaikan Bupati PPU, Mudyat Noor, saat diwawancarai terkait program perluasan layanan air bersih pemerintah daerah, Rabu (6/5/2026).

    Menurut Mudyat, pemda terus berupaya menggandeng berbagai pihak guna memperluas cakupan layanan air bersih di sejumlah wilayah Benuo Taka. 

    Salah satunya melalui dukungan dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk wilayah Kecamatan Sepaku.

    Dukungan OIKN mencakup pembangunan sekitar 6.114 sambungan rumah (SR) di kawasan Sepaku atau wilayah yang bersentuhan langsung dengan IKN. 

    Bantuan itu juga ditujukan untuk memaksimalkan instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Intake Sepaku.

    "Saya berharap tahun depan cakupan layanan air bersih di Sepaku capai 100 persen dan profil penggunaan kebutuhan air bersih dalam 2028 bisa 70 persen se-Kabupaten PPU," ujar Mudyat.

    Sejalan dengan itu, Direktur PDAM Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan bantuan dari OIKN menyasar hingga 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku.

    Namun, pembangunannya belum mencakup wilayah Maridan, Binuang, dan Pemaluan yang merupakan kawasan terjauh di kecamatan tersebut.

    "Sasarannya yang berada di kawasan Sepaku, di luar wilayah Maridan, Binuang, dan Pemaluan yang merupakan wilayah terjauh di Kecamatan tersebut," jelas Rasyid.

    Ia menyebut, realisasi bantuan 6 ribu lebih sambungan rumah itu juga masih menunggu kepastian apakah akan dikerjakan sekaligus dalam satu tahun atau dilakukan secara bertahap.

    "Pak Bupati tengah memperjuangkan bantuan supaya bisa mengcover daerah-daerah yang belum ada sambungan. Kalau 10 desa kelurahan ditangani IKN, Waru insyaallah terlayani 100 persen, di Penajam sebagian perbatasan ditangani swasta, PR kita tinggal Babulu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PPU Targetkan Layanan Air Bersih Sepaku Tuntas 100 Persen pada 2027

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 11:33 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan cakupan layanan air bersih di Kecamatan Sepaku dapat terlayani 100 persen pada 2027 mendatang.

    Target tersebut disampaikan Bupati PPU, Mudyat Noor, saat diwawancarai terkait program perluasan layanan air bersih pemerintah daerah, Rabu (6/5/2026).

    Menurut Mudyat, pemda terus berupaya menggandeng berbagai pihak guna memperluas cakupan layanan air bersih di sejumlah wilayah Benuo Taka. 

    Salah satunya melalui dukungan dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk wilayah Kecamatan Sepaku.

    Dukungan OIKN mencakup pembangunan sekitar 6.114 sambungan rumah (SR) di kawasan Sepaku atau wilayah yang bersentuhan langsung dengan IKN. 

    Bantuan itu juga ditujukan untuk memaksimalkan instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Intake Sepaku.

    "Saya berharap tahun depan cakupan layanan air bersih di Sepaku capai 100 persen dan profil penggunaan kebutuhan air bersih dalam 2028 bisa 70 persen se-Kabupaten PPU," ujar Mudyat.

    Sejalan dengan itu, Direktur PDAM Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan bantuan dari OIKN menyasar hingga 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku.

    Namun, pembangunannya belum mencakup wilayah Maridan, Binuang, dan Pemaluan yang merupakan kawasan terjauh di kecamatan tersebut.

    "Sasarannya yang berada di kawasan Sepaku, di luar wilayah Maridan, Binuang, dan Pemaluan yang merupakan wilayah terjauh di Kecamatan tersebut," jelas Rasyid.

    Ia menyebut, realisasi bantuan 6 ribu lebih sambungan rumah itu juga masih menunggu kepastian apakah akan dikerjakan sekaligus dalam satu tahun atau dilakukan secara bertahap.

    "Pak Bupati tengah memperjuangkan bantuan supaya bisa mengcover daerah-daerah yang belum ada sambungan. Kalau 10 desa kelurahan ditangani IKN, Waru insyaallah terlayani 100 persen, di Penajam sebagian perbatasan ditangani swasta, PR kita tinggal Babulu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)