Seputar Kaltim

    PPU Semakin Dikenal Sejak IKN Hadir, Ekonomi Kreatif Lokal Didorong Naik Kelas

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    17 Desember 2025 pukul 13:21 WITA

    Jajaran Pemkab PPU beserta DPRD saat mengikuti audiensi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Dok: istimewa)

    Penajam — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) lokal agar mampu naik kelas dan berdaya saing.

    Komitmen itu disampaikan Bupati PPU, Mudyat Noor saat audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya di Jakarta pada 16 Desember 2025. 

    Mudyat menegaskan sektor ekraf menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah, didukung dengan posisi PPU sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “PPU kini semakin dikenal sebagai bagian dari hadirnya IKN Nusantara. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong ekonomi kreatif agar tumbuh, berkembang dan naik kelas,” ujar Mudyat.

    Ia menilai industri kreatif merupakan kekuatan ekonomi baru yang perlu dikembangkan secara serius melalui dukungan lintas sektor, baik pemerintah daerah maupun kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

    “Ekraf kini menjadi penggerak roda perekonomian baru. Diperlukan sinergi dan kolaborasi agar ekraf lokal mampu berkembang serta berdaya saing di tingkat nasional,” terangnya.

    Mudyat menekankan pentingnya dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam penyediaan kawasan ekonomi kreatif, fasilitas pelatihan serta platform promosi dan edukasi bagi pelaku industri kreatif daerah.

    Menurutnya, PPU memiliki potensi ekraf yang beragam, mulai dari seni budaya, pertunjukan musik, kuliner berbasis festival, fesyen hingga berbagai aktivitas komunitas kreatif lainnya.

    “Seluruh potensi ini membutuhkan ruang dan dukungan agar tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tapi juga bernilai ekonomi dan promosi bagi daerah. Ini bukan hanya soal karya atau kreativitas semata, tapi membangun ekosistem yang inklusif, berbasis komunitas dan berkelanjutan pada 2026 mendatang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    PPU Semakin Dikenal Sejak IKN Hadir, Ekonomi Kreatif Lokal Didorong Naik Kelas

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    17 Desember 2025 pukul 13:21 WITA

    Jajaran Pemkab PPU beserta DPRD saat mengikuti audiensi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Dok: istimewa)

    Penajam — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) lokal agar mampu naik kelas dan berdaya saing.

    Komitmen itu disampaikan Bupati PPU, Mudyat Noor saat audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya di Jakarta pada 16 Desember 2025. 

    Mudyat menegaskan sektor ekraf menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah, didukung dengan posisi PPU sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “PPU kini semakin dikenal sebagai bagian dari hadirnya IKN Nusantara. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong ekonomi kreatif agar tumbuh, berkembang dan naik kelas,” ujar Mudyat.

    Ia menilai industri kreatif merupakan kekuatan ekonomi baru yang perlu dikembangkan secara serius melalui dukungan lintas sektor, baik pemerintah daerah maupun kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

    “Ekraf kini menjadi penggerak roda perekonomian baru. Diperlukan sinergi dan kolaborasi agar ekraf lokal mampu berkembang serta berdaya saing di tingkat nasional,” terangnya.

    Mudyat menekankan pentingnya dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam penyediaan kawasan ekonomi kreatif, fasilitas pelatihan serta platform promosi dan edukasi bagi pelaku industri kreatif daerah.

    Menurutnya, PPU memiliki potensi ekraf yang beragam, mulai dari seni budaya, pertunjukan musik, kuliner berbasis festival, fesyen hingga berbagai aktivitas komunitas kreatif lainnya.

    “Seluruh potensi ini membutuhkan ruang dan dukungan agar tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tapi juga bernilai ekonomi dan promosi bagi daerah. Ini bukan hanya soal karya atau kreativitas semata, tapi membangun ekosistem yang inklusif, berbasis komunitas dan berkelanjutan pada 2026 mendatang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)