Seputar Kaltim

    PPU Masuk Zona Kuning Malaria, Dinkes Segera Bagikan 64.500 Kelambu Berinsektisida

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    10 Februari 2025 pukul 13:43 WITA

    Ilustrasi Kelambu berinsektisida.(Istimewa)

    Penajam - Kasus Malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini masuk dalam zona kuning dengan jumlah penduduk yang terjangkit mencapai 579 orang per Januari 2025.

    Kepala Seksi (Kasi) Entomologi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, Harjito Ponco Waluyo mengatakan akan mendistribusikan 64.500 kelambu berinsektisida ke daerah endemis malaria pada Maret 2025 mendatang.

    Distribusi ini khususnya untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang merupakan wilayah berisiko tinggi terjadinya penularan malaria.

    “Tahun ini, kita kembali mendapat bantuan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) berupa 64.500 kelambu untuk diberikan di daerah endemis malaria, terutama untuk pekerja IKN yang kerap beraktivitas di hutan tropis yang juga habitat nyamuk anopheles betina,” ucap Ponco, Senin (10/2/2025).

    Kata dia, langkah pencegahan sangat penting dilakukan untuk mencapai target Pemerintah Daerah (Pemda) yang ingin Kabupaten PPU benar-benar dinyatakan bebas malaria pada 2028 mendatang.

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, kasus malaria dalam beberapa tahun terakhir mengalami tren naik dan turun.

    Rinciannya, 1.125 kasus pada 2018, 1.050 kasus pada 2019, 1.364 kasus pada 2020, 1.472 kasus pada 2021, 1.227 kasus pada 2022, 1.331 kasus pada 2023 dan 588 kasus pada 2024.

    “Kami terus berusaha untuk mengentaskan penularan malaria dengan melakukan berbagai upaya dan salah satunya adalah pembagian kelambu antimalaria,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    PPU Masuk Zona Kuning Malaria, Dinkes Segera Bagikan 64.500 Kelambu Berinsektisida

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    10 Februari 2025 pukul 13:43 WITA

    Ilustrasi Kelambu berinsektisida.(Istimewa)

    Penajam - Kasus Malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini masuk dalam zona kuning dengan jumlah penduduk yang terjangkit mencapai 579 orang per Januari 2025.

    Kepala Seksi (Kasi) Entomologi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, Harjito Ponco Waluyo mengatakan akan mendistribusikan 64.500 kelambu berinsektisida ke daerah endemis malaria pada Maret 2025 mendatang.

    Distribusi ini khususnya untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang merupakan wilayah berisiko tinggi terjadinya penularan malaria.

    “Tahun ini, kita kembali mendapat bantuan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) berupa 64.500 kelambu untuk diberikan di daerah endemis malaria, terutama untuk pekerja IKN yang kerap beraktivitas di hutan tropis yang juga habitat nyamuk anopheles betina,” ucap Ponco, Senin (10/2/2025).

    Kata dia, langkah pencegahan sangat penting dilakukan untuk mencapai target Pemerintah Daerah (Pemda) yang ingin Kabupaten PPU benar-benar dinyatakan bebas malaria pada 2028 mendatang.

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, kasus malaria dalam beberapa tahun terakhir mengalami tren naik dan turun.

    Rinciannya, 1.125 kasus pada 2018, 1.050 kasus pada 2019, 1.364 kasus pada 2020, 1.472 kasus pada 2021, 1.227 kasus pada 2022, 1.331 kasus pada 2023 dan 588 kasus pada 2024.

    “Kami terus berusaha untuk mengentaskan penularan malaria dengan melakukan berbagai upaya dan salah satunya adalah pembagian kelambu antimalaria,” tandasnya.

    (Sf/By)