Seputar Kaltim

    PPU Masih Kekurangan 8.826 Rumah, Program Subsidi Belum Kejar Kebutuhan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    02 Juli 2026 pukul 15:58 WITA

    Perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 8.826 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat belum memiliki rumah sendiri. Angka backlog kepemilikan rumah itu memang menurun dibanding sebelumnya yang menembus 9.000 KK, tetapi masih jauh dari kebutuhan.

    Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad mengatakan backlog merupakan keluarga yang telah memiliki kartu keluarga sendiri, tetapi belum memiliki rumah.

    "Backlog kepemilikan artinya mereka sudah berkeluarga tetapi belum memiliki rumah sendiri. Berbeda dengan backlog kepenghunian, misalnya masyarakat yang masih mengontrak atau menyewa rumah. Data backlog kepemilikan kita saat ini 8.826," katanya.

    Pengurangan backlog, lanjut Khairil, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan rumah. Kemampuan ekonomi masyarakat ikut menentukan, terutama untuk mengakses rumah subsidi.

    Harga rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) saat ini sekitar Rp182 juta. Dengan tenor kredit 15 tahun, cicilan per bulan berkisar Rp1,1 juta.

    "Kalau pendapatannya belum mencukupi, masyarakat juga akan kesulitan memiliki rumah. Karena itu peningkatan pendapatan dan lapangan kerja ikut menjadi faktor penting," ujarnya.

    Untuk menekan backlog, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan bagi pengembang melalui percepatan perizinan, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR, serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebesar Rp0.

    Hingga kini, rumah subsidi yang telah dibangun di PPU mencapai sekitar 3.000 unit.

    Angka itu masih belum mampu menutup kebutuhan rumah bagi ribuan keluarga yang belum memiliki hunian sendiri. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PPU Masih Kekurangan 8.826 Rumah, Program Subsidi Belum Kejar Kebutuhan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    02 Juli 2026 pukul 15:58 WITA

    Perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 8.826 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat belum memiliki rumah sendiri. Angka backlog kepemilikan rumah itu memang menurun dibanding sebelumnya yang menembus 9.000 KK, tetapi masih jauh dari kebutuhan.

    Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad mengatakan backlog merupakan keluarga yang telah memiliki kartu keluarga sendiri, tetapi belum memiliki rumah.

    "Backlog kepemilikan artinya mereka sudah berkeluarga tetapi belum memiliki rumah sendiri. Berbeda dengan backlog kepenghunian, misalnya masyarakat yang masih mengontrak atau menyewa rumah. Data backlog kepemilikan kita saat ini 8.826," katanya.

    Pengurangan backlog, lanjut Khairil, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan rumah. Kemampuan ekonomi masyarakat ikut menentukan, terutama untuk mengakses rumah subsidi.

    Harga rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) saat ini sekitar Rp182 juta. Dengan tenor kredit 15 tahun, cicilan per bulan berkisar Rp1,1 juta.

    "Kalau pendapatannya belum mencukupi, masyarakat juga akan kesulitan memiliki rumah. Karena itu peningkatan pendapatan dan lapangan kerja ikut menjadi faktor penting," ujarnya.

    Untuk menekan backlog, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan bagi pengembang melalui percepatan perizinan, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR, serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebesar Rp0.

    Hingga kini, rumah subsidi yang telah dibangun di PPU mencapai sekitar 3.000 unit.

    Angka itu masih belum mampu menutup kebutuhan rumah bagi ribuan keluarga yang belum memiliki hunian sendiri. 

    (Sf/Rs)