Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Sosial Kabupaten PPU, Ainie. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Dua siswa asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi bagian dari angkatan pertama Sekolah Rakyat (SR) yang mulai menjalani pembelajaran tahun ajaran 2026/2027 di Samarinda.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Ainie mengatakan kedua siswa tersebut berasal dari Kecamatan Waru dan telah mengikuti pembukaan serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama orangtua masing-masing.
"Total 270 siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat, PPU mendapatkan dua kuota. Dari Waru kita rekomendasikan untuk mengikuti Sekolah Rakyat," kata Ainie, Selasa (4/8/2026).
Kedua siswa tersebut merupakan jenjang SMP. Penetapannya dilakukan melalui rapat pleno Dinsos dengan mempertimbangkan kondisi siswa serta kesediaan orangtua untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama.
Menurut Ainie, model pendidikan SR mengharuskan siswa tinggal di asrama. Karena itu, persetujuan orangtua menjadi salah satu pertimbangan sebelum siswa ditetapkan.
Di sisi lain, Ainie menjelaskan pembangunan SR di Kabupaten PPU masih dalam tahap persiapan. Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan menetapkan PPU masuk pembangunan tahap III-A.
"Kalau perencanaannya sudah final, itu menjadi dasar kita untuk menindaklanjuti administrasi lainnya," ujarnya.
Ainie mengatakan proses perencanaan dan pembangunan menjadi kewenangan Kementerian PU, termasuk proses lelang. Berdasarkan jadwal sementara, pembangunan ditargetkan dimulai Oktober 2026 dan rampung antara Juni hingga Agustus 2027.
Kementerian PU juga telah beberapa kali meninjau lokasi pembangunan. Dari hasil peninjauan tersebut, Ainie menyebut kelengkapan administrasi PPU telah terpenuhi.
SR di PPU nantinya mencakup jenjang SD, SMP dan SMA dengan sistem asrama. Kapasitas setiap kelas maksimal 33 siswa dan sasaran penerima berasal dari kelompok keluarga dalam desil 1 dan 2.
Data Dinsos PPU mencatat terdapat 4.375 kepala keluarga (KK) dalam desil 1 dan 5.737 KK dalam desil 2.
Namun, masuk dalam kelompok desil tidak otomatis membuat anak menjadi peserta SR. Persetujuan orangtua tetap diperlukan mengingat siswa akan menjalani pendidikan sekaligus tinggal di asrama.
Selain ruang kelas dan asrama, sekolah juga akan dilengkapi sarana olahraga dan fasilitas penunjang lainnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Sosial Kabupaten PPU, Ainie. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Dua siswa asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi bagian dari angkatan pertama Sekolah Rakyat (SR) yang mulai menjalani pembelajaran tahun ajaran 2026/2027 di Samarinda.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Ainie mengatakan kedua siswa tersebut berasal dari Kecamatan Waru dan telah mengikuti pembukaan serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama orangtua masing-masing.
"Total 270 siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat, PPU mendapatkan dua kuota. Dari Waru kita rekomendasikan untuk mengikuti Sekolah Rakyat," kata Ainie, Selasa (4/8/2026).
Kedua siswa tersebut merupakan jenjang SMP. Penetapannya dilakukan melalui rapat pleno Dinsos dengan mempertimbangkan kondisi siswa serta kesediaan orangtua untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama.
Menurut Ainie, model pendidikan SR mengharuskan siswa tinggal di asrama. Karena itu, persetujuan orangtua menjadi salah satu pertimbangan sebelum siswa ditetapkan.
Di sisi lain, Ainie menjelaskan pembangunan SR di Kabupaten PPU masih dalam tahap persiapan. Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan menetapkan PPU masuk pembangunan tahap III-A.
"Kalau perencanaannya sudah final, itu menjadi dasar kita untuk menindaklanjuti administrasi lainnya," ujarnya.
Ainie mengatakan proses perencanaan dan pembangunan menjadi kewenangan Kementerian PU, termasuk proses lelang. Berdasarkan jadwal sementara, pembangunan ditargetkan dimulai Oktober 2026 dan rampung antara Juni hingga Agustus 2027.
Kementerian PU juga telah beberapa kali meninjau lokasi pembangunan. Dari hasil peninjauan tersebut, Ainie menyebut kelengkapan administrasi PPU telah terpenuhi.
SR di PPU nantinya mencakup jenjang SD, SMP dan SMA dengan sistem asrama. Kapasitas setiap kelas maksimal 33 siswa dan sasaran penerima berasal dari kelompok keluarga dalam desil 1 dan 2.
Data Dinsos PPU mencatat terdapat 4.375 kepala keluarga (KK) dalam desil 1 dan 5.737 KK dalam desil 2.
Namun, masuk dalam kelompok desil tidak otomatis membuat anak menjadi peserta SR. Persetujuan orangtua tetap diperlukan mengingat siswa akan menjalani pendidikan sekaligus tinggal di asrama.
Selain ruang kelas dan asrama, sekolah juga akan dilengkapi sarana olahraga dan fasilitas penunjang lainnya.
(Sf/Rs)