Seputar Kaltim

    PPU Kekurangan 242 Tenaga Kependidikan, Guru hingga Penjaga Sekolah Masih Minim

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    12 Mei 2026 pukul 16:47 WITA

    Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat kebutuhan tenaga kependidikan di wilayah setempat masih tinggi. Sedikitnya 242 orang masih dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan di empat kecamatan.

    Kekurangan tersebut terdiri dari guru, penjaga sekolah, hingga tenaga administrasi di satuan pendidikan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU Muhtar mengatakan, kebutuhan terbesar berada di Kecamatan Penajam sebanyak 84 orang, disusul Sepaku 77 orang, Babulu 53 orang, dan Waru 28 orang.

    "Kebutuhan tenaga kependidikan mencapai 242 orang," kata Muhtar, Selasa (12/5/2026).

    Ia menyebut Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kebutuhan paling tinggi karena jumlah penduduk dan satuan pendidikan lebih banyak dibanding kecamatan lain di PPU.

    Meski masih mengalami kekurangan, Disdikpora tetap melakukan pemetaan tenaga pendidik untuk mendukung pemerataan guru di sekolah-sekolah.

    Menurut Muhtar, upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan sementara dapat dilakukan melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). 

    Selain itu, pihaknya juga mengusulkan penambahan formasi guru melalui seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

    Namun, usulan CPNS dinilai belum bisa sepenuhnya menutup kekurangan tenaga kependidikan karena alokasi formasi dari pemerintah pusat terbatas, pun menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

    "Sementara usulan melalui CPNS alokasinya terbatas karena disesuaikan dengan yang diberikan Kementerian Pendidikan, ada batasan-batasan," jelasnya.

    Ia mengatakan kondisi itu juga dialami banyak daerah lain yang sama-sama mengupayakan penambahan guru melalui jalur CPNS.

    Karenanya, skema PJLP dinilai menjadi solusi sementara agar proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun setiap tahun.

    "Harapan kita melalui PJLP, karena banyak tiap tahun pensiun, sementara proses belajar mengajar terus berjalan," pungkas Muhtar.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PPU Kekurangan 242 Tenaga Kependidikan, Guru hingga Penjaga Sekolah Masih Minim

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    12 Mei 2026 pukul 16:47 WITA

    Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat kebutuhan tenaga kependidikan di wilayah setempat masih tinggi. Sedikitnya 242 orang masih dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan di empat kecamatan.

    Kekurangan tersebut terdiri dari guru, penjaga sekolah, hingga tenaga administrasi di satuan pendidikan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU Muhtar mengatakan, kebutuhan terbesar berada di Kecamatan Penajam sebanyak 84 orang, disusul Sepaku 77 orang, Babulu 53 orang, dan Waru 28 orang.

    "Kebutuhan tenaga kependidikan mencapai 242 orang," kata Muhtar, Selasa (12/5/2026).

    Ia menyebut Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kebutuhan paling tinggi karena jumlah penduduk dan satuan pendidikan lebih banyak dibanding kecamatan lain di PPU.

    Meski masih mengalami kekurangan, Disdikpora tetap melakukan pemetaan tenaga pendidik untuk mendukung pemerataan guru di sekolah-sekolah.

    Menurut Muhtar, upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan sementara dapat dilakukan melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). 

    Selain itu, pihaknya juga mengusulkan penambahan formasi guru melalui seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

    Namun, usulan CPNS dinilai belum bisa sepenuhnya menutup kekurangan tenaga kependidikan karena alokasi formasi dari pemerintah pusat terbatas, pun menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

    "Sementara usulan melalui CPNS alokasinya terbatas karena disesuaikan dengan yang diberikan Kementerian Pendidikan, ada batasan-batasan," jelasnya.

    Ia mengatakan kondisi itu juga dialami banyak daerah lain yang sama-sama mengupayakan penambahan guru melalui jalur CPNS.

    Karenanya, skema PJLP dinilai menjadi solusi sementara agar proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun setiap tahun.

    "Harapan kita melalui PJLP, karena banyak tiap tahun pensiun, sementara proses belajar mengajar terus berjalan," pungkas Muhtar.

    (Sf/Rs)