Seputar Kaltim

    PPU jadi Prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi 2026, Pusat Siapkan Rp250 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 15:10 WITA

    Sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk daftar calon lokasi prioritas pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare berstatus clean and clear di Labangka, Kecamatan Babulu, sebagai syarat utama pelaksanaan program pusat tersebut.

    Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Durajat, mengatakan sekolah itu akan menjadi satu-satunya SNT di Kalimantan Timur yang dibangun baru oleh pemerintah pusat. Konsepnya mengintegrasikan jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan.

    Menariknya, sasaran peserta didik tidak hanya berasal dari PPU. Pemerintah pusat juga meminta data dukung anak usia sekolah dari Kabupaten Paser sebagai wilayah penyangga.

    "Sekolah terintegrasi satu-satunya di Kaltim yang akan dibangun baru oleh pemerintah pusat ada di Kecamatan Babulu. Calon siswanya bukan cuma PPU, kemarin diminta data pendukung anak-anak jenjang SD dan SMP di Kabupaten Paser juga," kata Durajat, diwawancarai Kamis (18/6/2026).

    Sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 5.000 siswa. Seluruh pembangunan dan pengelolaan berada di bawah pemerintah pusat dengan nilai investasi mencapai Rp250 miliar.

    Durajat menyebut keberadaan sekolah itu diharapkan membuka akses pendidikan berkualitas tanpa membebani masyarakat. 

    Berbeda dari sekolah berkonsep asrama, SNT di Babulu dirancang sebagai sekolah reguler dan gratis.

    "Ini untuk masyarakat biasa pun bisa. Sekolah ini gratis dan tidak berasrama," ujarnya.

    Saat ini Pemkab PPU tengah melengkapi dokumen administrasi yang diminta pemerintah pusat sebagai tahapan lanjutan penetapan lokasi.

    Bupati PPU, Mudyat Noor, sebelumnya juga menyatakan dukungan penuh saat menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Penyelenggaraan SNT Tahun 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Tangerang, dua pekan lalu.

    Menurut Mudyat, program tersebut diarahkan agar anak-anak berprestasi dari seluruh kecamatan mendapat kesempatan yang sama mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

    "Kehadiran SNT ini bukan sekadar program membangun infrastruktur pendidikan. Bagi PPU, ini investasi strategis masa depan daerah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan antarwilayah, dan melahirkan generasi muda yang unggul dan kompetitif," katanya.

    Selain SNT, PPU juga masuk dalam agenda pengembangan sektor pendidikan nasional melalui rencana Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial serta pengembangan Sekolah Garuda berstandar internasional di kawasan IKN, Kecamatan Sepaku.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PPU jadi Prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi 2026, Pusat Siapkan Rp250 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 15:10 WITA

    Sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk daftar calon lokasi prioritas pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare berstatus clean and clear di Labangka, Kecamatan Babulu, sebagai syarat utama pelaksanaan program pusat tersebut.

    Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Durajat, mengatakan sekolah itu akan menjadi satu-satunya SNT di Kalimantan Timur yang dibangun baru oleh pemerintah pusat. Konsepnya mengintegrasikan jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan.

    Menariknya, sasaran peserta didik tidak hanya berasal dari PPU. Pemerintah pusat juga meminta data dukung anak usia sekolah dari Kabupaten Paser sebagai wilayah penyangga.

    "Sekolah terintegrasi satu-satunya di Kaltim yang akan dibangun baru oleh pemerintah pusat ada di Kecamatan Babulu. Calon siswanya bukan cuma PPU, kemarin diminta data pendukung anak-anak jenjang SD dan SMP di Kabupaten Paser juga," kata Durajat, diwawancarai Kamis (18/6/2026).

    Sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 5.000 siswa. Seluruh pembangunan dan pengelolaan berada di bawah pemerintah pusat dengan nilai investasi mencapai Rp250 miliar.

    Durajat menyebut keberadaan sekolah itu diharapkan membuka akses pendidikan berkualitas tanpa membebani masyarakat. 

    Berbeda dari sekolah berkonsep asrama, SNT di Babulu dirancang sebagai sekolah reguler dan gratis.

    "Ini untuk masyarakat biasa pun bisa. Sekolah ini gratis dan tidak berasrama," ujarnya.

    Saat ini Pemkab PPU tengah melengkapi dokumen administrasi yang diminta pemerintah pusat sebagai tahapan lanjutan penetapan lokasi.

    Bupati PPU, Mudyat Noor, sebelumnya juga menyatakan dukungan penuh saat menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Penyelenggaraan SNT Tahun 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Tangerang, dua pekan lalu.

    Menurut Mudyat, program tersebut diarahkan agar anak-anak berprestasi dari seluruh kecamatan mendapat kesempatan yang sama mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

    "Kehadiran SNT ini bukan sekadar program membangun infrastruktur pendidikan. Bagi PPU, ini investasi strategis masa depan daerah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan antarwilayah, dan melahirkan generasi muda yang unggul dan kompetitif," katanya.

    Selain SNT, PPU juga masuk dalam agenda pengembangan sektor pendidikan nasional melalui rencana Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial serta pengembangan Sekolah Garuda berstandar internasional di kawasan IKN, Kecamatan Sepaku.

    (Sf/Rs)