Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Ilustrasi sapi.(Istimewa)
Penajam – Jumlah sapi ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami penurunan drastis selama setahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanian (Distan) PPU, populasi sapi pada 2025 ini hanya berkisar 8.500 ekor saja.
Angka ini terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan populasi sapi ternak pada 2024 lalu yang diperkirakan mencapai 14 ribu ekor.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Distan PPU, Ristu Pramula mengatakan faktor yang membuat populasi sapi di PPU turun diduga karena adanya instruksi Dirjen Peternakan dan Keswan soal penetapan angka populasi yang ditetapkan berdasarkan hasil Sensus Pertanian (Sensus) pada 2023 lalu.
“Instruksi penurunan populasi sapi itu dilakukan di setiap daerah se-Indonesia sesuai dengan hasil SP yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” ucap Ristu, Rabu (26/2/2025).
Distan PPU pun akan menerapkan sebuah program bernama Inseminasi Buatan (IB) yang metodenya memasukkan sperma jantan ke dalam sistem reproduksi sapi betina.
Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan populasi sapi di PPU karena tingkat keberhasilannya cukup tinggi mencapai 70 persen kelahiran, bahkan bagi sapi jenis Brahman Cross dan Limosin sekalipun.
"Untuk program IB pada tahun ini kami menargetkan akseptor sapi sebanyak 1.350 ekor. Jadi, kita menargetkan angka kebuntingan sebanyak 985 ekor dengan harapan melahirkan sekitar 851 ekor anak sapi,” tandasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Ilustrasi sapi.(Istimewa)
Penajam – Jumlah sapi ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami penurunan drastis selama setahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanian (Distan) PPU, populasi sapi pada 2025 ini hanya berkisar 8.500 ekor saja.
Angka ini terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan populasi sapi ternak pada 2024 lalu yang diperkirakan mencapai 14 ribu ekor.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Distan PPU, Ristu Pramula mengatakan faktor yang membuat populasi sapi di PPU turun diduga karena adanya instruksi Dirjen Peternakan dan Keswan soal penetapan angka populasi yang ditetapkan berdasarkan hasil Sensus Pertanian (Sensus) pada 2023 lalu.
“Instruksi penurunan populasi sapi itu dilakukan di setiap daerah se-Indonesia sesuai dengan hasil SP yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” ucap Ristu, Rabu (26/2/2025).
Distan PPU pun akan menerapkan sebuah program bernama Inseminasi Buatan (IB) yang metodenya memasukkan sperma jantan ke dalam sistem reproduksi sapi betina.
Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan populasi sapi di PPU karena tingkat keberhasilannya cukup tinggi mencapai 70 persen kelahiran, bahkan bagi sapi jenis Brahman Cross dan Limosin sekalipun.
"Untuk program IB pada tahun ini kami menargetkan akseptor sapi sebanyak 1.350 ekor. Jadi, kita menargetkan angka kebuntingan sebanyak 985 ekor dengan harapan melahirkan sekitar 851 ekor anak sapi,” tandasnya.
(Sf/By)