Seputar Kaltim

    PPU Dorong Integrasi Kawasan dalam TCDP, 13 Proyek Disiapkan untuk JICA

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 16:18 WITA

    Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi bersama Tim Ahli JICA. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk dalam rencana pengembangan Tri-City Development Plan (TCDP) yang kini dikaji Japan International Cooperation Agency (JICA). Pengembangan kawasan yang awalnya mencakup Balikpapan, IKN dan Samarinda itu diperluas dengan memasukkan PPU dan Kutai Kartanegara (Kukar).

    Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Arif Afandi, mengatakan posisi PPU berkaitan langsung dengan perkembangan IKN dan delineasi kawasan yang secara faktual bersinggungan dengan wilayah PPU.

    "PPU dan Kukar kemudian masuk dalam pembahasan karena secara kewilayahan memiliki kepentingan besar terhadap pengembangan kawasan IKN. Karena itu, perencanaan pembangunan di PPU perlu tersinkron dengan arah strategis nasional," kata Arif, Kamis (24/9/2026).

    Dalam kunjungan JICA Expert Team ke PPU, pembahasan mencakup kondisi kependudukan, pendidikan, infrastruktur hingga potensi pengembangan kawasan. Data tersebut akan menjadi bahan penyusunan kerangka pengembangan kawasan dalam TCDP.

    Salah satu data yang dibahas adalah proyeksi penduduk PPU 2025-2045. Arif menyebut jumlah penduduk PPU diproyeksikan meningkat seiring perkembangan IKN, dengan proyeksi mencapai sekitar 370 ribu jiwa.

    "Pertumbuhan penduduk PPU akan sangat berkaitan dengan perkembangan IKN. Karena itu, proyeksi penduduk menjadi salah satu data penting dalam menyusun arah pembangunan kawasan," ujarnya.

    Bapelitbang PPU juga telah menyerahkan 13 daftar proyek percontohan kepada tim JICA. Usulannya mencakup infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, rumah sakit hingga layanan persampahan.

    Arif mengatakan keterlibatan PPU dalam TCDP penting agar pertumbuhan kawasan IKN tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dengan wilayah di sekitarnya.

    "Kepentingan utama kita adalah integrasi antarwilayah. Kalau pengembangannya tidak terintegrasi, PPU juga berpotensi tertinggal dalam pertumbuhan kawasan," tegasnya.

    Sementara itu, Tim Ahli JICA, Masato Akashi, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi tindak lanjut TCDP, terutama rencana kegiatan percontohan yang akan disiapkan tahun depan serta data proyeksi penduduk PPU.

    "Kunjungan kami mengonfirmasi dua hal, yaitu kegiatan percontohan yang akan dilaksanakan tahun depan dan data proyeksi penduduk PPU. Khusus PPU, tentu ada pertumbuhan penduduk sebagai dampak perkembangan IKN," kata Masato.

    Menurut dia, meski TCDP menggunakan nama tiga kota, cakupan implementasinya kini melihat keterkaitan lima wilayah, yakni PPU, Kukar, Samarinda, Balikpapan dan IKN.

    JICA masih melakukan studi untuk mengidentifikasi potensi investasi dan sektor yang dapat dikembangkan secara regional. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan arah pengembangan kawasan yang saling terhubung.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PPU Dorong Integrasi Kawasan dalam TCDP, 13 Proyek Disiapkan untuk JICA

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 16:18 WITA

    Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi bersama Tim Ahli JICA. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk dalam rencana pengembangan Tri-City Development Plan (TCDP) yang kini dikaji Japan International Cooperation Agency (JICA). Pengembangan kawasan yang awalnya mencakup Balikpapan, IKN dan Samarinda itu diperluas dengan memasukkan PPU dan Kutai Kartanegara (Kukar).

    Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Arif Afandi, mengatakan posisi PPU berkaitan langsung dengan perkembangan IKN dan delineasi kawasan yang secara faktual bersinggungan dengan wilayah PPU.

    "PPU dan Kukar kemudian masuk dalam pembahasan karena secara kewilayahan memiliki kepentingan besar terhadap pengembangan kawasan IKN. Karena itu, perencanaan pembangunan di PPU perlu tersinkron dengan arah strategis nasional," kata Arif, Kamis (24/9/2026).

    Dalam kunjungan JICA Expert Team ke PPU, pembahasan mencakup kondisi kependudukan, pendidikan, infrastruktur hingga potensi pengembangan kawasan. Data tersebut akan menjadi bahan penyusunan kerangka pengembangan kawasan dalam TCDP.

    Salah satu data yang dibahas adalah proyeksi penduduk PPU 2025-2045. Arif menyebut jumlah penduduk PPU diproyeksikan meningkat seiring perkembangan IKN, dengan proyeksi mencapai sekitar 370 ribu jiwa.

    "Pertumbuhan penduduk PPU akan sangat berkaitan dengan perkembangan IKN. Karena itu, proyeksi penduduk menjadi salah satu data penting dalam menyusun arah pembangunan kawasan," ujarnya.

    Bapelitbang PPU juga telah menyerahkan 13 daftar proyek percontohan kepada tim JICA. Usulannya mencakup infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, rumah sakit hingga layanan persampahan.

    Arif mengatakan keterlibatan PPU dalam TCDP penting agar pertumbuhan kawasan IKN tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dengan wilayah di sekitarnya.

    "Kepentingan utama kita adalah integrasi antarwilayah. Kalau pengembangannya tidak terintegrasi, PPU juga berpotensi tertinggal dalam pertumbuhan kawasan," tegasnya.

    Sementara itu, Tim Ahli JICA, Masato Akashi, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi tindak lanjut TCDP, terutama rencana kegiatan percontohan yang akan disiapkan tahun depan serta data proyeksi penduduk PPU.

    "Kunjungan kami mengonfirmasi dua hal, yaitu kegiatan percontohan yang akan dilaksanakan tahun depan dan data proyeksi penduduk PPU. Khusus PPU, tentu ada pertumbuhan penduduk sebagai dampak perkembangan IKN," kata Masato.

    Menurut dia, meski TCDP menggunakan nama tiga kota, cakupan implementasinya kini melihat keterkaitan lima wilayah, yakni PPU, Kukar, Samarinda, Balikpapan dan IKN.

    JICA masih melakukan studi untuk mengidentifikasi potensi investasi dan sektor yang dapat dikembangkan secara regional. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan arah pengembangan kawasan yang saling terhubung.

    (Sf/Rs)