Seputar Kaltim

    PPU Canangkan Pembangunan Balai Latihan Kerja pada 2027

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    05 September 2025 pukul 19:37 WITA

    Kepala Disnakertrans PPU, Marjani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membangun Balai Latihan Kerja (BLK) pada 2027 mendatang.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani mengatakan pemerintah daerah (pemda) telah menyiapkan lahan seluas lima Hektare (Ha) di kawasan Stadion Panglima Sentik sebagai lokasi berdirinya bangunan strategis tersebut.

    “Lahannya sudah disiapkan. Lokasinya berada di belakang Stadion Panglima Sentik,” ucap Marjani, Sabtu (5/9/2025).

    Ia menyatakan pihaknya sudah mengajukan proposal perencanaan pembangunan BLK ke pemerintah pusat agar pembiayaannya ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) atau Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga realisasi rencana itu sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat.

    “Kita telah buat dan ajukan proposalnya untuk meminta bantuan agar pembangunan BLK dapat sepenuhnya dibiayai pusat,” jelasnya.

    Menurutnya, pembangunan BLK bukan persoalan yang mudah. Selain terkendala anggaran, pemda juga perlu memperhatikan aspek penting lainnya, seperti ketersediaan peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjalankan operasional.

    Sedangkan selama ini PPU hanya mengandalkan BLK Balikpapan sebagai tempat Pelatihan Berbasis Kompetensi karena belum memiliki infrastruktur maupun tenaga ahli.

    “Sebenarnya BLK bisa dibangun pemda dengan menggunakan anggaran sendiri, tapi tenaganya yang nggak ada. Jadi untuk sementara ini bapak bupati masih mengharapkan dari pusat,” bebernya.

    Marjani menegaskan apabila proposal perencanaan yang diajukan ke pemerintah pusat tidak disetujui, maka pemda akan kembali berdiskusi dengan melibatkan lintas sektor, seperti Bapenda, BKAD, Disnakertrans dan perangkat daerah lainnya guna menindaklanjuti rencana pembangunan BLK. 

    “Perencanaan itu bakal didiskusikan lagi terkait bagaimana langkah selanjutnya agar BLK dapat dibangun di daerah kita,” imbuhnya.

    Ia menilai keberadaan BLK sangat penting untuk mendorong peningkatan keterampilan dan kompetensi masyarakat lokal, terutama yang hendak memasuki dunia kerja.

    Rencana pembangunan BLK diharapkan dapat terealisasi sesuai perencanaan yang telah disusun pemda.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    PPU Canangkan Pembangunan Balai Latihan Kerja pada 2027

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    05 September 2025 pukul 19:37 WITA

    Kepala Disnakertrans PPU, Marjani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membangun Balai Latihan Kerja (BLK) pada 2027 mendatang.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani mengatakan pemerintah daerah (pemda) telah menyiapkan lahan seluas lima Hektare (Ha) di kawasan Stadion Panglima Sentik sebagai lokasi berdirinya bangunan strategis tersebut.

    “Lahannya sudah disiapkan. Lokasinya berada di belakang Stadion Panglima Sentik,” ucap Marjani, Sabtu (5/9/2025).

    Ia menyatakan pihaknya sudah mengajukan proposal perencanaan pembangunan BLK ke pemerintah pusat agar pembiayaannya ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) atau Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga realisasi rencana itu sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat.

    “Kita telah buat dan ajukan proposalnya untuk meminta bantuan agar pembangunan BLK dapat sepenuhnya dibiayai pusat,” jelasnya.

    Menurutnya, pembangunan BLK bukan persoalan yang mudah. Selain terkendala anggaran, pemda juga perlu memperhatikan aspek penting lainnya, seperti ketersediaan peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjalankan operasional.

    Sedangkan selama ini PPU hanya mengandalkan BLK Balikpapan sebagai tempat Pelatihan Berbasis Kompetensi karena belum memiliki infrastruktur maupun tenaga ahli.

    “Sebenarnya BLK bisa dibangun pemda dengan menggunakan anggaran sendiri, tapi tenaganya yang nggak ada. Jadi untuk sementara ini bapak bupati masih mengharapkan dari pusat,” bebernya.

    Marjani menegaskan apabila proposal perencanaan yang diajukan ke pemerintah pusat tidak disetujui, maka pemda akan kembali berdiskusi dengan melibatkan lintas sektor, seperti Bapenda, BKAD, Disnakertrans dan perangkat daerah lainnya guna menindaklanjuti rencana pembangunan BLK. 

    “Perencanaan itu bakal didiskusikan lagi terkait bagaimana langkah selanjutnya agar BLK dapat dibangun di daerah kita,” imbuhnya.

    Ia menilai keberadaan BLK sangat penting untuk mendorong peningkatan keterampilan dan kompetensi masyarakat lokal, terutama yang hendak memasuki dunia kerja.

    Rencana pembangunan BLK diharapkan dapat terealisasi sesuai perencanaan yang telah disusun pemda.

    (Sf/Lo)