Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Samarinda akan dimulai pada awal Juni 2024.
Ia membeberkan bahwa proses PPDB tahun ini pada dasarnya sama dengan tahun lalu, baik dalam hal pembagian persentase zonasi, prestasi akademik, afirmasi, anak guru, maupun pindahan.
"Yang dominan tetap zonasi, yaitu sekitar 75 persen untuk SD. Sebagian besar anak akan tertampung asal tidak memaksa di pilihan pertama," kata Asli, Kamis (30/5/2024).
Asli mengimbau masyarakat agar tidak terfokus pada sekolah yang dianggap "favorit" secara klasik.
Menurutnya, sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu mengubah perilaku anak-anak kita menjadi lebih baik, dengan kemampuan literasi dan numerasi yang optimal.
"Bahkan sekolah di pinggiran yang bisa mengubah perilaku menjadi lebih baik pun kita kategorikan sebagai sekolah unggul atau favorit," tambahnya.
Namun, akan lebih baik apabila diimbangi dengan pembangunan fasilitas sekolah yang memadai. Seperti ruang terbuka yang bagus, tempat bermain yang cukup, serta lingkungan yang bersih dan rapi.
Di sisi lain, ketidakseimbangan jumlah sekolah dengan populasi usia sekolah di daerah Samarinda menjadi salah satu kendala yang masih di alami.
"Ada sekolah yang kelebihan murid dan ada juga yang kekurangan murid. Namun, sistem pendaftaran akan memastikan anak yang tidak diterima di pilihan pertama, otomatis diterima di pilihan kedua atau ketiga," ujarnya.
Menurutnya, model PPDB saat ini adalah yang terbaik. Lantaran dari semua segmen memiliki porsinya masing-masing.
"Saya sudah 36 tahun di pendidikan dan saya rasa ini model yang terbaik karena mengakomodasi semua segmen, meski dengan persentase yang berbeda. Zonasi, prestasi akademik dan non-akademik, serta anak dari keluarga kurang mampu semuanya mendapat slot," tutupnya.
Ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pemilihan sekolah.
Jika ingin sekolah yang jauh, maka peluang untuk masuk ke sekolah tersebut ada, melalui jalur prestasi.
"Anak dengan prestasi di olimpiade sains, kreativitas seni, atau olahraga bisa memilih sekolah yang dianggap cocok walaupun jauh," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Samarinda akan dimulai pada awal Juni 2024.
Ia membeberkan bahwa proses PPDB tahun ini pada dasarnya sama dengan tahun lalu, baik dalam hal pembagian persentase zonasi, prestasi akademik, afirmasi, anak guru, maupun pindahan.
"Yang dominan tetap zonasi, yaitu sekitar 75 persen untuk SD. Sebagian besar anak akan tertampung asal tidak memaksa di pilihan pertama," kata Asli, Kamis (30/5/2024).
Asli mengimbau masyarakat agar tidak terfokus pada sekolah yang dianggap "favorit" secara klasik.
Menurutnya, sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu mengubah perilaku anak-anak kita menjadi lebih baik, dengan kemampuan literasi dan numerasi yang optimal.
"Bahkan sekolah di pinggiran yang bisa mengubah perilaku menjadi lebih baik pun kita kategorikan sebagai sekolah unggul atau favorit," tambahnya.
Namun, akan lebih baik apabila diimbangi dengan pembangunan fasilitas sekolah yang memadai. Seperti ruang terbuka yang bagus, tempat bermain yang cukup, serta lingkungan yang bersih dan rapi.
Di sisi lain, ketidakseimbangan jumlah sekolah dengan populasi usia sekolah di daerah Samarinda menjadi salah satu kendala yang masih di alami.
"Ada sekolah yang kelebihan murid dan ada juga yang kekurangan murid. Namun, sistem pendaftaran akan memastikan anak yang tidak diterima di pilihan pertama, otomatis diterima di pilihan kedua atau ketiga," ujarnya.
Menurutnya, model PPDB saat ini adalah yang terbaik. Lantaran dari semua segmen memiliki porsinya masing-masing.
"Saya sudah 36 tahun di pendidikan dan saya rasa ini model yang terbaik karena mengakomodasi semua segmen, meski dengan persentase yang berbeda. Zonasi, prestasi akademik dan non-akademik, serta anak dari keluarga kurang mampu semuanya mendapat slot," tutupnya.
Ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pemilihan sekolah.
Jika ingin sekolah yang jauh, maka peluang untuk masuk ke sekolah tersebut ada, melalui jalur prestasi.
"Anak dengan prestasi di olimpiade sains, kreativitas seni, atau olahraga bisa memilih sekolah yang dianggap cocok walaupun jauh," pungkasnya.
(Sf/Rs)