Seputar Kaltim

    Potensi Zakat di Samarinda Sampai Ratusan Miliar, Tapi Pendapatannya Masih Minim

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Maret 2025 pukul 10:40 WITA

    Pembayaran zakat di kegiatan Gebyar Zakat di GOR Segiri Samarinda, Selasa (25/3/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wakil Ketua I Baznas Samarinda, Ahmad Syahrir Idris, mengungkapkan bahwa potensi zakat di Samarinda secara global mencapai Rp180 miliar. 

    Namun, untuk mencapai angka tersebut, masih diperlukan edukasi kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah, stakeholder, serta masyarakat umum, khususnya perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan dan niaga.  

    "Kita memang masih membutuhkan kolaborasi yang besar agar potensi ini bisa dimaksimalkan," ujar Syahrir.  

    Meski memiliki potensi besar, untuk mencapai target Rp12 miliar dalam setahun saja hingga kini masih berjalan, dan prosesnya tidak terlalu signifikan. 

    Oleh karena itu, ia menilai edukasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar zakat masih sangat kecil. 

    Lewat kegiatan Gebyar Samarinda Berzakat yang diselenggarakan ini ia berharap dapat menghasilkan zakat yang lebih banyak lagi. 

    Baznas Samarinda menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang telah mendukung pelaksanaan program Samarinda Berzakat. 

    Program ini rutin diadakan setiap tahun pada bulan Ramadan dan bertujuan untuk menyalurkan zakat serta infak kepada mustahik yang berdomisili di Samarinda.  

    "Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot Samarinda, sehingga setiap tahunnya bisa berjalan dengan baik," tambahnya.  

    Untuk tahun ini kata dia, Baznas RI menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp12 miliar dalam satu tahun. 

    Hingga saat ini, Baznas Samarinda masih dalam tahap bertahap mencapai target tersebut, sembari terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam membantu warga yang membutuhkan, khususnya di Samarinda.  

    Meskipun jumlah zakat yang terkumpul belum mencapai setengah dari target, penyalurannya sudah berjalan cukup signifikan. 

    Bantuan telah disalurkan ke berbagai daerah, terutama bagi warga di wilayah pesisir serta kelurahan yang memenuhi kriteria sebagai warga miskin sesuai rekomendasi yang ditetapkan.  

    Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Baznas Samarinda telah mengumumkan informasi mengenai infak dan zakat melalui berbagai media, termasuk media sosial dan pemasangan baliho di sejumlah titik strategis.  

    "Dengan pemanfaatan media sosial dan publikasi yang lebih luas, kami berharap kesadaran masyarakat untuk berzakat semakin meningkat," pungkas Syahrir.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Potensi Zakat di Samarinda Sampai Ratusan Miliar, Tapi Pendapatannya Masih Minim

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Maret 2025 pukul 10:40 WITA

    Pembayaran zakat di kegiatan Gebyar Zakat di GOR Segiri Samarinda, Selasa (25/3/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wakil Ketua I Baznas Samarinda, Ahmad Syahrir Idris, mengungkapkan bahwa potensi zakat di Samarinda secara global mencapai Rp180 miliar. 

    Namun, untuk mencapai angka tersebut, masih diperlukan edukasi kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah, stakeholder, serta masyarakat umum, khususnya perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan dan niaga.  

    "Kita memang masih membutuhkan kolaborasi yang besar agar potensi ini bisa dimaksimalkan," ujar Syahrir.  

    Meski memiliki potensi besar, untuk mencapai target Rp12 miliar dalam setahun saja hingga kini masih berjalan, dan prosesnya tidak terlalu signifikan. 

    Oleh karena itu, ia menilai edukasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar zakat masih sangat kecil. 

    Lewat kegiatan Gebyar Samarinda Berzakat yang diselenggarakan ini ia berharap dapat menghasilkan zakat yang lebih banyak lagi. 

    Baznas Samarinda menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang telah mendukung pelaksanaan program Samarinda Berzakat. 

    Program ini rutin diadakan setiap tahun pada bulan Ramadan dan bertujuan untuk menyalurkan zakat serta infak kepada mustahik yang berdomisili di Samarinda.  

    "Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot Samarinda, sehingga setiap tahunnya bisa berjalan dengan baik," tambahnya.  

    Untuk tahun ini kata dia, Baznas RI menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp12 miliar dalam satu tahun. 

    Hingga saat ini, Baznas Samarinda masih dalam tahap bertahap mencapai target tersebut, sembari terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam membantu warga yang membutuhkan, khususnya di Samarinda.  

    Meskipun jumlah zakat yang terkumpul belum mencapai setengah dari target, penyalurannya sudah berjalan cukup signifikan. 

    Bantuan telah disalurkan ke berbagai daerah, terutama bagi warga di wilayah pesisir serta kelurahan yang memenuhi kriteria sebagai warga miskin sesuai rekomendasi yang ditetapkan.  

    Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Baznas Samarinda telah mengumumkan informasi mengenai infak dan zakat melalui berbagai media, termasuk media sosial dan pemasangan baliho di sejumlah titik strategis.  

    "Dengan pemanfaatan media sosial dan publikasi yang lebih luas, kami berharap kesadaran masyarakat untuk berzakat semakin meningkat," pungkas Syahrir.

    (Sf/Rs)