Cari disini...
seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Kepala Disbun Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau saat ini tengah gencar dan terus berupaya mendorong pengembangan komoditas kopi di wilayah Berau.
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa kopi sebenarnya cocok ditanam di daerah Berau, khususnya untuk jenis Liberika. Namun, ia menyampaikan untuk jumlah petani yang menanam kopi saat ini masih sangat minim.
"Kopi di Berau itu sebenarnya cocok, cuman memang jumlah petaninya masih sangat terbatas, produksi juga masih sedikit. Karena permintaan banyak, kami pun saat ini sedang melakukan identifikasi petani-petani yang berminat untuk mengembangkan," ujar Lita, Rabu, (15/10/2025).
Oleh karena itu, dirinya pun menegaskan bahwa Disbun Berau berkomitmen serius dalam pengembangan kopi. Sehingga, pihaknya akan terus menganggarkan dan memberikan pendampingan serta fasilitas bagi petani yang serius ingin mengembangkan kopi termasuk dalam pembinaan teknis.
"Selama petani berminat dan memiliki lahan yang legal, kami siap memberikan dukungan dan stimulan mulai dari bantuan bibit, pupuk hingga obat-obatan agar pengembangan kopi di Berau bisa lebih luas lagi," tuturnya.
Ia pun menyampaikan bahwa luas lahan kopi di Kabupaten Berau saat ini diperkirakan baru sekitar 100 hektare. Potensi pengembangan terbesar pun berada di Kecamatan Sambakungan, Talisayan, dan Sambaliung.
Akan tetapi, dirinya menyebut dari wilayah-wilayah tersebut, Sambakungan menjadi daerah dengan tanaman kopi paling banyak. Namun, pengembangan di daerah tersebut masih terkendala oleh status lahan yang belum sesuai peruntukan, sehingga belum bisa difasilitasi penuh oleh pemerintah.
"Kelompok tani di Sambakungan masih bersifat mandiri. Tapi status lahannya belum bisa kita fasilitasi karena berada di kawasan yang belum sesuai peruntukannya," terangnya.
Dirinya berharap nantinya akan ada lokasi lain dengan status lahan yang lebih jelas agar pengembangan bisa dilakukan secara legal dan berkelanjutan.
Sementara itu, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Pemkab juga telah menyalurkan bantuan sekitar 2.000 bibit kopi ke wilayah Pesayan untuk memperluas area tanam baru. Bibit tersebut diperkirakan dapat mengembangkan sekitar tiga hektare lahan.
"Mudah-mudahan memang di tanam dan bisa tumbuh dengan bagus, nah itu akan menambah luasan," katanya.
Meski demikian, dirinya mengakui bahwa komoditas kopi ini belum bisa menjadi komoditas unggulan seperti coklat Berau sebab minimnya petani lokal dan masih terbatasnya produksi yang dihasilkan.
"Masih jauh lah. Tapi karena memang daya serap kopi ini bagus, kita berharap lambat laun kopi bisa kita sejajarkan dengan kakao. Tapi untuk sekarang skalanya masih kecil," ungkapnya.
Terakhir, Lita berharap dengan adanya potensi lahan dan dukungan pemerintah tersebut masyarakat dapat tertarik dan memanfaatkan hal itu untuk pengembangan kopi di Berau.
"Saya berharap kedepan kopi di Berau dapat menjadi salah satu komoditas unggulan baru di sektor perkebunan, menyusul keberhasilan komoditas kakao yang sudah lebih dulu berkembang pesat," tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Kepala Disbun Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau saat ini tengah gencar dan terus berupaya mendorong pengembangan komoditas kopi di wilayah Berau.
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa kopi sebenarnya cocok ditanam di daerah Berau, khususnya untuk jenis Liberika. Namun, ia menyampaikan untuk jumlah petani yang menanam kopi saat ini masih sangat minim.
"Kopi di Berau itu sebenarnya cocok, cuman memang jumlah petaninya masih sangat terbatas, produksi juga masih sedikit. Karena permintaan banyak, kami pun saat ini sedang melakukan identifikasi petani-petani yang berminat untuk mengembangkan," ujar Lita, Rabu, (15/10/2025).
Oleh karena itu, dirinya pun menegaskan bahwa Disbun Berau berkomitmen serius dalam pengembangan kopi. Sehingga, pihaknya akan terus menganggarkan dan memberikan pendampingan serta fasilitas bagi petani yang serius ingin mengembangkan kopi termasuk dalam pembinaan teknis.
"Selama petani berminat dan memiliki lahan yang legal, kami siap memberikan dukungan dan stimulan mulai dari bantuan bibit, pupuk hingga obat-obatan agar pengembangan kopi di Berau bisa lebih luas lagi," tuturnya.
Ia pun menyampaikan bahwa luas lahan kopi di Kabupaten Berau saat ini diperkirakan baru sekitar 100 hektare. Potensi pengembangan terbesar pun berada di Kecamatan Sambakungan, Talisayan, dan Sambaliung.
Akan tetapi, dirinya menyebut dari wilayah-wilayah tersebut, Sambakungan menjadi daerah dengan tanaman kopi paling banyak. Namun, pengembangan di daerah tersebut masih terkendala oleh status lahan yang belum sesuai peruntukan, sehingga belum bisa difasilitasi penuh oleh pemerintah.
"Kelompok tani di Sambakungan masih bersifat mandiri. Tapi status lahannya belum bisa kita fasilitasi karena berada di kawasan yang belum sesuai peruntukannya," terangnya.
Dirinya berharap nantinya akan ada lokasi lain dengan status lahan yang lebih jelas agar pengembangan bisa dilakukan secara legal dan berkelanjutan.
Sementara itu, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Pemkab juga telah menyalurkan bantuan sekitar 2.000 bibit kopi ke wilayah Pesayan untuk memperluas area tanam baru. Bibit tersebut diperkirakan dapat mengembangkan sekitar tiga hektare lahan.
"Mudah-mudahan memang di tanam dan bisa tumbuh dengan bagus, nah itu akan menambah luasan," katanya.
Meski demikian, dirinya mengakui bahwa komoditas kopi ini belum bisa menjadi komoditas unggulan seperti coklat Berau sebab minimnya petani lokal dan masih terbatasnya produksi yang dihasilkan.
"Masih jauh lah. Tapi karena memang daya serap kopi ini bagus, kita berharap lambat laun kopi bisa kita sejajarkan dengan kakao. Tapi untuk sekarang skalanya masih kecil," ungkapnya.
Terakhir, Lita berharap dengan adanya potensi lahan dan dukungan pemerintah tersebut masyarakat dapat tertarik dan memanfaatkan hal itu untuk pengembangan kopi di Berau.
"Saya berharap kedepan kopi di Berau dapat menjadi salah satu komoditas unggulan baru di sektor perkebunan, menyusul keberhasilan komoditas kakao yang sudah lebih dulu berkembang pesat," tandasnya.
(Sf/Rs)