Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dalam menyampaikan keinginan program berlanjut. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Jelang akhir masa jabatannya, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor - Hadi Mulyadi, menginginkan beberapa program strategis yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi masa jabatan 2019 - 2023 terus berlanjut. Program-program tersebut masuk dalam beberapa fokus utama misi Pemprov yakni fokus Sumber Daya Manusia, Ekonomi dan Kesejahteraan, Infrastruktur dan lingkungan hidup. Seperti diketahui, masa jabatan Isran-Hadi bakal berakhir akhir September mendatang.
Gubernur, kata Hadi meminta agar 3 program ini menjadi prioritas selama Kaltim dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur nantinya. "Banyak yang ditegaskan dari beliau (Gubernur Isran Noor) yakni (program) rumah layak huni, Beasiswa Kaltim Tuntas, kemudian perbaikan infrastruktur jalan. Kata beliau harus terus digelorakan," ungkap Hadi, ditemui usai rapat pimpinan di Pendopo Odah Etam Kaltim, Samarinda, Senin (18/9/2023).
Khusus program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) yang selalu diidam-idamkan pelajar se-kaltim ini, Hadi Mulyadi tidak dapat memastikan program ini dapat berlanjut seterusnya, karena ini menjadi kewenangan dari Gubernur selanjutnya yang memimpin, namun dirinya tetap berharap program ini terus berlanjut. "Gubernurnya ganti, tapi kita berharap itu dilanjutkan," tutur Hadi.
Untuk diketahui, BKT yang sudah berjalan dalam kurun waktu empat tahun sepanjang tahun 2019 hingga awal Agustus 2023 ini, sudah disalurkan kepada total 176.653 penerima dengan total anggaran yang dikucurkan Rp 1,2 triliun.
Hadi mengatakan, BKT tahun 2024 masih tetap berjalan. Karena masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. "Anggarannya sudah masuk di dalam APBD 2024, otomatis harusnya berjalan, cuma besarannya tidak tahu," tukasnya.
Ia sangat bersyukur peningkatan APBD ini selaras dengan penyerapan BKT. Apalagi BKT ini sangat dirasakan bagi muda-mudi Kaltim untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
"Dan kita bersyukur karena APBD kita meningkat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dalam menyampaikan keinginan program berlanjut. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Jelang akhir masa jabatannya, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor - Hadi Mulyadi, menginginkan beberapa program strategis yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi masa jabatan 2019 - 2023 terus berlanjut. Program-program tersebut masuk dalam beberapa fokus utama misi Pemprov yakni fokus Sumber Daya Manusia, Ekonomi dan Kesejahteraan, Infrastruktur dan lingkungan hidup. Seperti diketahui, masa jabatan Isran-Hadi bakal berakhir akhir September mendatang.
Gubernur, kata Hadi meminta agar 3 program ini menjadi prioritas selama Kaltim dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur nantinya. "Banyak yang ditegaskan dari beliau (Gubernur Isran Noor) yakni (program) rumah layak huni, Beasiswa Kaltim Tuntas, kemudian perbaikan infrastruktur jalan. Kata beliau harus terus digelorakan," ungkap Hadi, ditemui usai rapat pimpinan di Pendopo Odah Etam Kaltim, Samarinda, Senin (18/9/2023).
Khusus program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) yang selalu diidam-idamkan pelajar se-kaltim ini, Hadi Mulyadi tidak dapat memastikan program ini dapat berlanjut seterusnya, karena ini menjadi kewenangan dari Gubernur selanjutnya yang memimpin, namun dirinya tetap berharap program ini terus berlanjut. "Gubernurnya ganti, tapi kita berharap itu dilanjutkan," tutur Hadi.
Untuk diketahui, BKT yang sudah berjalan dalam kurun waktu empat tahun sepanjang tahun 2019 hingga awal Agustus 2023 ini, sudah disalurkan kepada total 176.653 penerima dengan total anggaran yang dikucurkan Rp 1,2 triliun.
Hadi mengatakan, BKT tahun 2024 masih tetap berjalan. Karena masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. "Anggarannya sudah masuk di dalam APBD 2024, otomatis harusnya berjalan, cuma besarannya tidak tahu," tukasnya.
Ia sangat bersyukur peningkatan APBD ini selaras dengan penyerapan BKT. Apalagi BKT ini sangat dirasakan bagi muda-mudi Kaltim untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
"Dan kita bersyukur karena APBD kita meningkat," pungkasnya.
(Sf/Rs)