Cari disini...
Seputar Kaltim
Pesut Mahakam bernama ‘Lion’ saat dievakuasi (Dok: BPSPL Pontianak Wilker Mahakam Ulu)
Tenggarong - Populasi Pesut Mahakam kini semakin berkurang usai salah satu individu bernama ‘Lion’ ditemukan mati mengambang di perairan Kampung Baru, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 5 Mei 2026.
Kematian satwa endemik yang berstatus langka itu menuai perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat, mengingat populasinya kini diketahui hanya tersisa 65 ekor.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang kini menangani proses investigasi.
“Kita mengatensi itu. Di pemerintah daerah juga memang pada saat terakhir kami ke KLHK, itu salah satu yang diatensi oleh Menteri saat itu,” ujar Aulia, Jumat (8/5/2026) kemarin.
Ia menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar telah mengambil langkah awal sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari KLHK terkait penyebab kematian pesut tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, siap menindaklanjuti rekomendasi maupun arahan yang nantinya dikeluarkan berdasarkan hasil penyelidikan.
Di sisi lain, KLHK kini tengah mendalami penyebab kematian ‘Lion’, termasuk faktor-faktor yang dapat mengancam kelangsungan hidup Pesut Mahakam.
Sebagai bagian dari pengawasan, pemerintah daerah bersama KLHK juga telah melakukan sejumlah langkah, salah satunya yakni melakukan penyegelan terhadap jetty perusahaan di kawasan sekitar habitat pesut.
“Kan upaya-upaya sudah dilakukan sekarang. Misalnya penyegelan dari jetty Bayan yang ada di daerah sana oleh KLHK. Nah itu merupakan upaya-upaya yang kita lakukan,” ungkap Aulia.
Selain menunggu hasil penyelidikan, pemerintah daerah bersama pihak terkait juga dijadwalkan turun langsung ke lapangan guna mengidentifikasi penyebab kematian 'Lion'.
“Kita turun ke lapangan, teman-teman turun ke lapangan untuk bersama-sama mengidentifikasi masalah ini,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pesut Mahakam bernama ‘Lion’ saat dievakuasi (Dok: BPSPL Pontianak Wilker Mahakam Ulu)
Tenggarong - Populasi Pesut Mahakam kini semakin berkurang usai salah satu individu bernama ‘Lion’ ditemukan mati mengambang di perairan Kampung Baru, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 5 Mei 2026.
Kematian satwa endemik yang berstatus langka itu menuai perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat, mengingat populasinya kini diketahui hanya tersisa 65 ekor.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang kini menangani proses investigasi.
“Kita mengatensi itu. Di pemerintah daerah juga memang pada saat terakhir kami ke KLHK, itu salah satu yang diatensi oleh Menteri saat itu,” ujar Aulia, Jumat (8/5/2026) kemarin.
Ia menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar telah mengambil langkah awal sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari KLHK terkait penyebab kematian pesut tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, siap menindaklanjuti rekomendasi maupun arahan yang nantinya dikeluarkan berdasarkan hasil penyelidikan.
Di sisi lain, KLHK kini tengah mendalami penyebab kematian ‘Lion’, termasuk faktor-faktor yang dapat mengancam kelangsungan hidup Pesut Mahakam.
Sebagai bagian dari pengawasan, pemerintah daerah bersama KLHK juga telah melakukan sejumlah langkah, salah satunya yakni melakukan penyegelan terhadap jetty perusahaan di kawasan sekitar habitat pesut.
“Kan upaya-upaya sudah dilakukan sekarang. Misalnya penyegelan dari jetty Bayan yang ada di daerah sana oleh KLHK. Nah itu merupakan upaya-upaya yang kita lakukan,” ungkap Aulia.
Selain menunggu hasil penyelidikan, pemerintah daerah bersama pihak terkait juga dijadwalkan turun langsung ke lapangan guna mengidentifikasi penyebab kematian 'Lion'.
“Kita turun ke lapangan, teman-teman turun ke lapangan untuk bersama-sama mengidentifikasi masalah ini,” tandasnya.
(Sf/Rs)