Seputar Kaltim

    Ponton Bermuatan Koral Hanyut dan Hantam Cafe di Tepi Sungai Kota Bangun

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    14 Maret 2025 pukul 16:55 WITA

    Tujuh orang warga saat sedang mencoba menahan kapal Tongkang yang lepas di perairan sungai Kecamatan Kota Bangun.(Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Insiden kapal ponton Harmony 58 bermuatan koral menghantam sebuah cafe terapung di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (14/3/2025).

    Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, ponton yang semulanya terparkir di pinggir sungai tiba-tiba larut diduga tali ikatannya terlepas, sehingga terbawa arus dan menghantam cafe terapung milik warga.

    "Tongkang itu talinya lepas, larut kemudian menghantam cafe terapung," kata saksi mata, Nurul. 

    Saat mengetahui tongkang telah lepas kendali, warga berlarian untuk menangkap tali ponton tersebut, tapi karena berukuran besar dan membawa koral, warga tidak bisa mengendalikannya. 

    "Kami kaget suarnya lumayan kencang waktu nabrak cafe itu, arus sungai juga kencang, makanya ponton sulit dikendalikan," sebutnya. 

    Dalam insiden ini, kata dia, tidak ada korban jiwa, tapi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

    "Tadi sudah ada pihak kepolisian mengawal warga untuk berdiskusi dengan perusahaan untuk ganti ruginya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," tutupnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Ponton Bermuatan Koral Hanyut dan Hantam Cafe di Tepi Sungai Kota Bangun

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    14 Maret 2025 pukul 16:55 WITA

    Tujuh orang warga saat sedang mencoba menahan kapal Tongkang yang lepas di perairan sungai Kecamatan Kota Bangun.(Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Insiden kapal ponton Harmony 58 bermuatan koral menghantam sebuah cafe terapung di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (14/3/2025).

    Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, ponton yang semulanya terparkir di pinggir sungai tiba-tiba larut diduga tali ikatannya terlepas, sehingga terbawa arus dan menghantam cafe terapung milik warga.

    "Tongkang itu talinya lepas, larut kemudian menghantam cafe terapung," kata saksi mata, Nurul. 

    Saat mengetahui tongkang telah lepas kendali, warga berlarian untuk menangkap tali ponton tersebut, tapi karena berukuran besar dan membawa koral, warga tidak bisa mengendalikannya. 

    "Kami kaget suarnya lumayan kencang waktu nabrak cafe itu, arus sungai juga kencang, makanya ponton sulit dikendalikan," sebutnya. 

    Dalam insiden ini, kata dia, tidak ada korban jiwa, tapi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

    "Tadi sudah ada pihak kepolisian mengawal warga untuk berdiskusi dengan perusahaan untuk ganti ruginya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," tutupnya. 

    (Sf/By)