Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Petugas Polsek Sangatta Utara memantau distribusi dan stok BBM di SPBU wilayah Sangatta. (Foto : Polres Kutim)
Sangatta - Polsek Sangatta Utara mengingatkan pengelola SPBU di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang mencurigakan, khususnya praktik pengisian BBM berulang oleh oknum yang diduga melakukan penimbunan.
Imbauan tersebut disampaikan saat jajaran Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring di sejumlah SPBU, APMS, dan Pertashop, Minggu (17/5/2026). Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyalahgunaan BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Dalam monitoring tersebut, personel kepolisian tidak hanya mengecek ketersediaan stok BBM, tetapi juga berdialog langsung dengan pengelola SPBU terkait pola distribusi dan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Bambang Eko Raharjo, mengatakan pengawasan perlu diperketat untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.
“Kami mengimbau pihak SPBU agar lebih teliti terhadap kendaraan yang melakukan pengisian berulang maupun aktivitas mencurigakan yang mengarah pada pengetapan BBM,” ujar Bambang.
Menurutnya, praktik pengetapan BBM dapat merugikan masyarakat karena berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan bahan bakar di lapangan.
Selain itu, polisi juga memastikan kondisi stok BBM di sejumlah SPBU yang dipantau masih dalam keadaan aman. Distribusi dari pihak Pertamina pun disebut masih berjalan normal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan antrean panjang kendaraan maupun kepanikan warga dalam membeli BBM. Aktivitas pelayanan di SPBU juga berlangsung seperti biasa.
Kapolsek menegaskan monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan karena stok BBM di wilayah Sangatta masih aman,” pungkasnya.
(Sf/RS)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Petugas Polsek Sangatta Utara memantau distribusi dan stok BBM di SPBU wilayah Sangatta. (Foto : Polres Kutim)
Sangatta - Polsek Sangatta Utara mengingatkan pengelola SPBU di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang mencurigakan, khususnya praktik pengisian BBM berulang oleh oknum yang diduga melakukan penimbunan.
Imbauan tersebut disampaikan saat jajaran Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring di sejumlah SPBU, APMS, dan Pertashop, Minggu (17/5/2026). Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyalahgunaan BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Dalam monitoring tersebut, personel kepolisian tidak hanya mengecek ketersediaan stok BBM, tetapi juga berdialog langsung dengan pengelola SPBU terkait pola distribusi dan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Bambang Eko Raharjo, mengatakan pengawasan perlu diperketat untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.
“Kami mengimbau pihak SPBU agar lebih teliti terhadap kendaraan yang melakukan pengisian berulang maupun aktivitas mencurigakan yang mengarah pada pengetapan BBM,” ujar Bambang.
Menurutnya, praktik pengetapan BBM dapat merugikan masyarakat karena berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan bahan bakar di lapangan.
Selain itu, polisi juga memastikan kondisi stok BBM di sejumlah SPBU yang dipantau masih dalam keadaan aman. Distribusi dari pihak Pertamina pun disebut masih berjalan normal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan antrean panjang kendaraan maupun kepanikan warga dalam membeli BBM. Aktivitas pelayanan di SPBU juga berlangsung seperti biasa.
Kapolsek menegaskan monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan karena stok BBM di wilayah Sangatta masih aman,” pungkasnya.
(Sf/RS)