Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Polres PPU, AKBP Supriyanto. (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kepolisian Polres (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) bakal menurunkan sebanyak 433 personel untuk mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024.
Kaolres PPU, AKBP Supriyanto mengatakan, dari 433 personel itu akan disebar ke 293 Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk memastikan proses pencoblosan berjalan aman dan kondusif.
AKBP Supriyanto mengaku, terdapat 283 TPS statusnya rawan dan 10 TPS statusnya sangat rawan, dimana TPS itu terbagi di empat Daerah Pemilihan (Dapil) yang berada di Kecamatan Waru, Babulu, Penajam dan Sepaku.
“Di beberapa TPS mungkin saja ada riwayat indikator kerawanan, sehingga itu menjadi sebuah perhatian khusus,” ucapnya Kamis (22/8/2024).
Pada pergelaran Pilkada 2024, jumlah TPS mengalami pengurangan dibandingkan jumlah TPS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, karena kumulasi di masing-masing TPS berbeda.
“Kalau Pemilu kemarin, satu TPS hanya bisa menampung sekitar 300 suara kini dapat menampung 500 lebih suara, maka dari itu jumlahnya dikurangi,” sebutnya.
Polres PPU menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap tawaran yang diberikan oleh oknum tertentu, seperti memberikan politik uang karena hal itu dilarang.
Masyarakat juga diharapkan untuk terus menjaga kondusifitas, mulai dari tahapan Pendaftaran Bakal Calon (Bacalon), kampanye, tahap pelaksanaan hingga saat pelantikan.
“Kami mengajak masyarakat datang ke TPS untuk menyukseskan Pilkada dan mencoblos sesuai dengan pilihannya masing-masing,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Polres PPU, AKBP Supriyanto. (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kepolisian Polres (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) bakal menurunkan sebanyak 433 personel untuk mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024.
Kaolres PPU, AKBP Supriyanto mengatakan, dari 433 personel itu akan disebar ke 293 Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk memastikan proses pencoblosan berjalan aman dan kondusif.
AKBP Supriyanto mengaku, terdapat 283 TPS statusnya rawan dan 10 TPS statusnya sangat rawan, dimana TPS itu terbagi di empat Daerah Pemilihan (Dapil) yang berada di Kecamatan Waru, Babulu, Penajam dan Sepaku.
“Di beberapa TPS mungkin saja ada riwayat indikator kerawanan, sehingga itu menjadi sebuah perhatian khusus,” ucapnya Kamis (22/8/2024).
Pada pergelaran Pilkada 2024, jumlah TPS mengalami pengurangan dibandingkan jumlah TPS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, karena kumulasi di masing-masing TPS berbeda.
“Kalau Pemilu kemarin, satu TPS hanya bisa menampung sekitar 300 suara kini dapat menampung 500 lebih suara, maka dari itu jumlahnya dikurangi,” sebutnya.
Polres PPU menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap tawaran yang diberikan oleh oknum tertentu, seperti memberikan politik uang karena hal itu dilarang.
Masyarakat juga diharapkan untuk terus menjaga kondusifitas, mulai dari tahapan Pendaftaran Bakal Calon (Bacalon), kampanye, tahap pelaksanaan hingga saat pelantikan.
“Kami mengajak masyarakat datang ke TPS untuk menyukseskan Pilkada dan mencoblos sesuai dengan pilihannya masing-masing,” pungkasnya.
(Sf/Rs)