Cari disini...
Seputar Kaltim
Suasana Sispamkota di Lapangan Gentung Temiang, Kecamatan Tanah Grogot (dok. Polres Paser)
Tanah Grogot - Polres Paser telah menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga kemanan dan ketertiban selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 berlangsung.
Satu diantaranya mengantisipasi adanya gangguan keamanan ketika terjadi kericuhan yang ditampilkan lewat Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) beberapa waktu lalu di Lapangan Gentung Temiang Kilometer (Km) 5, Kecamatan Tanah Grogot.
Dalam alur simulasi tersebut memperlihatkan adegan rusuh dengan aparat kepolisian akibat tak puas dengan hasil pemilihan sehingga menginginkan agar Pilkada Paser dilaksanakan ulang.
Suasana semakin ricuh apabila permintaan tersebut tidak dituruti dan massa mengancam bakal membakar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Paser.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo mengatakan Sispamkota dilakukan sebagai bentuk mengukur potensi akan terjadinya gangguan keamanan saat Pilkada.
"Sispamkota yang sudah kita laksanakan itu untuk mengukur potensi gangguan keamanan, sekaligus melihat deteksi dini kerawanan Pilkada," kata AKBp Novy di Tanah Grogot.
Langkah mengurai terjadinya kericuhan dilakukan dengan matang, mulai dari apel kesiapan, patroli skala besar, pengamanan kampnye, mengawal pendistribusian kotak suara, pleno hingga pasca pleno di KPU.
Ia turut mengapresiasi seluruh aparat gabungan yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan Sispamkota.
Sementara ia memperkirakan sekitar empat ribu personel gabungan yang nantinya akan mengamankan pelaksanaan Pilkada di Bumi Daya Taka.
"Dari ribuan personel itu, tentu bukan hanya dari Polres Paser, tapi juga dari Kodim 0904/Paser hingga Linmas. Jadi dari kesiapan, tentu kami sudah siap dalam mengamankan Pilkada mendatang," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Suasana Sispamkota di Lapangan Gentung Temiang, Kecamatan Tanah Grogot (dok. Polres Paser)
Tanah Grogot - Polres Paser telah menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga kemanan dan ketertiban selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 berlangsung.
Satu diantaranya mengantisipasi adanya gangguan keamanan ketika terjadi kericuhan yang ditampilkan lewat Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) beberapa waktu lalu di Lapangan Gentung Temiang Kilometer (Km) 5, Kecamatan Tanah Grogot.
Dalam alur simulasi tersebut memperlihatkan adegan rusuh dengan aparat kepolisian akibat tak puas dengan hasil pemilihan sehingga menginginkan agar Pilkada Paser dilaksanakan ulang.
Suasana semakin ricuh apabila permintaan tersebut tidak dituruti dan massa mengancam bakal membakar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Paser.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo mengatakan Sispamkota dilakukan sebagai bentuk mengukur potensi akan terjadinya gangguan keamanan saat Pilkada.
"Sispamkota yang sudah kita laksanakan itu untuk mengukur potensi gangguan keamanan, sekaligus melihat deteksi dini kerawanan Pilkada," kata AKBp Novy di Tanah Grogot.
Langkah mengurai terjadinya kericuhan dilakukan dengan matang, mulai dari apel kesiapan, patroli skala besar, pengamanan kampnye, mengawal pendistribusian kotak suara, pleno hingga pasca pleno di KPU.
Ia turut mengapresiasi seluruh aparat gabungan yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan Sispamkota.
Sementara ia memperkirakan sekitar empat ribu personel gabungan yang nantinya akan mengamankan pelaksanaan Pilkada di Bumi Daya Taka.
"Dari ribuan personel itu, tentu bukan hanya dari Polres Paser, tapi juga dari Kodim 0904/Paser hingga Linmas. Jadi dari kesiapan, tentu kami sudah siap dalam mengamankan Pilkada mendatang," tandasnya.
(Sf/Rs)