Seputar Kaltim

    Polres Kutim Tambah 22 Bintara Remaja, Kapolres Tegaskan Integritas dan Profesionalisme

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    01 April 2026 pukul 12:49 WITA

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memimpin prosesi tradisi penyambutan Bintara Remaja di Polres Kutim. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta – Sebanyak 22 personel baru bergabung untuk memperkuat jajaran Polres Kutai Timur (Kutim) dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

    Personel tersebut merupakan Bintara Remaja Angkatan 49, 51, dan 52 yang diterima melalui upacara pembinaan tradisi, Selasa (31/3/2026).

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan status sebagai anggota Polri bukan sekadar pekerjaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

    Ia menyebut, setiap anggota memiliki peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta penegak hukum yang menjunjung tinggi keadilan.

    “Status sebagai anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan penuh kehormatan,” ujar AKBP Fauzan.

    Ia juga mengingatkan wilayah Kutim memiliki tantangan geografis dan dinamika sosial yang beragam. Karena itu, para Bintara Remaja diminta mampu beradaptasi dan memahami karakter wilayah tugas.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

    AKBP Fauzan juga menyoroti pentingnya menjunjung nilai dasar kepolisian, menjaga disiplin, serta meningkatkan profesionalisme, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan.

    “Bangun komunikasi yang baik dan kepercayaan publik, karena keberhasilan tugas Polri sangat ditentukan oleh dukungan masyarakat,” tegasnya.

    Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi, anggota Polri harus bijak dalam penggunaannya serta menjaga soliditas internal.

    Menurutnya, setiap tindakan anggota saat ini berada dalam sorotan publik, sehingga diperlukan sikap profesional, transparan, dan akuntabel.

    Upacara tersebut menjadi bagian dari pembinaan awal untuk membentuk karakter personel agar siap menjalankan tugas secara profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Polres Kutim Tambah 22 Bintara Remaja, Kapolres Tegaskan Integritas dan Profesionalisme

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    01 April 2026 pukul 12:49 WITA

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memimpin prosesi tradisi penyambutan Bintara Remaja di Polres Kutim. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta – Sebanyak 22 personel baru bergabung untuk memperkuat jajaran Polres Kutai Timur (Kutim) dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

    Personel tersebut merupakan Bintara Remaja Angkatan 49, 51, dan 52 yang diterima melalui upacara pembinaan tradisi, Selasa (31/3/2026).

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan status sebagai anggota Polri bukan sekadar pekerjaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

    Ia menyebut, setiap anggota memiliki peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta penegak hukum yang menjunjung tinggi keadilan.

    “Status sebagai anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan penuh kehormatan,” ujar AKBP Fauzan.

    Ia juga mengingatkan wilayah Kutim memiliki tantangan geografis dan dinamika sosial yang beragam. Karena itu, para Bintara Remaja diminta mampu beradaptasi dan memahami karakter wilayah tugas.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

    AKBP Fauzan juga menyoroti pentingnya menjunjung nilai dasar kepolisian, menjaga disiplin, serta meningkatkan profesionalisme, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan.

    “Bangun komunikasi yang baik dan kepercayaan publik, karena keberhasilan tugas Polri sangat ditentukan oleh dukungan masyarakat,” tegasnya.

    Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi, anggota Polri harus bijak dalam penggunaannya serta menjaga soliditas internal.

    Menurutnya, setiap tindakan anggota saat ini berada dalam sorotan publik, sehingga diperlukan sikap profesional, transparan, dan akuntabel.

    Upacara tersebut menjadi bagian dari pembinaan awal untuk membentuk karakter personel agar siap menjalankan tugas secara profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    (Sf/Rs)