Seputar Kaltim

    Polres Kutim Raih Penghargaan Nasional, Jadi Pengirim Jagung Terbanyak ke Bulog di Kaltim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Juli 2026 pukul 22:19 WITA

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto (kiri) menerima penghargaan Juara III Nasional kategori Inovasi Ketahanan Pangan Pascapanen. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta - Polres Kutai Timur (Kutim) mencatatkan capaian di sektor ketahanan pangan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 63,496 ton jagung pipil berhasil dikirim ke Bulog Samarinda. 

    Keberhasilan itu sekaligus mengantarkan Polres Kutim meraih Juara III Nasional kategori Inovasi Ketahanan Pangan Pascapanen, penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kapolri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 beberapa waktu lalu. 

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan, jumlah tersebut menjadi pengiriman jagung pipil terbanyak ke Bulog dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kolaborasi antara Polres Kutim, Pemerintah Kabupaten Kutim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, perusahaan pertambangan dan perkebunan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

    "Sebanyak 63,496 ton jagung pipil berhasil dikirim ke Bulog Samarinda selama periode Januari hingga Juni 2026. Itu menempatkan Kabupaten Kutim sebagai daerah dengan pengiriman jagung pipil terbanyak ke Bulog dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kaltim," ujar Fauzan.

    Ia menjelaskan, program ketahanan pangan dijalankan melalui konsep Pentahelix Industrial Farming yang digagas Polda Kaltim. Bersama 18 kelompok tani binaan, Polres Kutim memanfaatkan lahan produktif, lahan eks tambang, hingga kawasan perkebunan sawit untuk pengembangan jagung dengan total luas mencapai 186,97 hektare.

    Selain mendorong peningkatan produksi, Polres Kutim juga menyalurkan 20 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Pendampingan dilakukan mulai dari proses budi daya hingga pascapanen, termasuk membangun kerja sama agar hasil panen petani dapat terserap sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

    Fauzan menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional.

    "Stabilitas keamanan merupakan syarat utama pembangunan. Karena itu Polres Kutim akan terus berkolaborasi mendukung program pemerintah, termasuk mewujudkan ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional," tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai capaian tersebut menjadi bukti sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan.

    "Polres Kutim telah menunjukkan kontribusi nyata melalui program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung hingga mampu mengirim hasil panen ke Bulog Samarinda. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutim," kata Ardiansyah.

    Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Polres Kutim Raih Penghargaan Nasional, Jadi Pengirim Jagung Terbanyak ke Bulog di Kaltim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Juli 2026 pukul 22:19 WITA

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto (kiri) menerima penghargaan Juara III Nasional kategori Inovasi Ketahanan Pangan Pascapanen. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta - Polres Kutai Timur (Kutim) mencatatkan capaian di sektor ketahanan pangan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 63,496 ton jagung pipil berhasil dikirim ke Bulog Samarinda. 

    Keberhasilan itu sekaligus mengantarkan Polres Kutim meraih Juara III Nasional kategori Inovasi Ketahanan Pangan Pascapanen, penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kapolri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 beberapa waktu lalu. 

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan, jumlah tersebut menjadi pengiriman jagung pipil terbanyak ke Bulog dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kolaborasi antara Polres Kutim, Pemerintah Kabupaten Kutim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, perusahaan pertambangan dan perkebunan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

    "Sebanyak 63,496 ton jagung pipil berhasil dikirim ke Bulog Samarinda selama periode Januari hingga Juni 2026. Itu menempatkan Kabupaten Kutim sebagai daerah dengan pengiriman jagung pipil terbanyak ke Bulog dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kaltim," ujar Fauzan.

    Ia menjelaskan, program ketahanan pangan dijalankan melalui konsep Pentahelix Industrial Farming yang digagas Polda Kaltim. Bersama 18 kelompok tani binaan, Polres Kutim memanfaatkan lahan produktif, lahan eks tambang, hingga kawasan perkebunan sawit untuk pengembangan jagung dengan total luas mencapai 186,97 hektare.

    Selain mendorong peningkatan produksi, Polres Kutim juga menyalurkan 20 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Pendampingan dilakukan mulai dari proses budi daya hingga pascapanen, termasuk membangun kerja sama agar hasil panen petani dapat terserap sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

    Fauzan menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional.

    "Stabilitas keamanan merupakan syarat utama pembangunan. Karena itu Polres Kutim akan terus berkolaborasi mendukung program pemerintah, termasuk mewujudkan ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional," tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai capaian tersebut menjadi bukti sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan.

    "Polres Kutim telah menunjukkan kontribusi nyata melalui program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung hingga mampu mengirim hasil panen ke Bulog Samarinda. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutim," kata Ardiansyah.

    Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

    (Sf/Lo)