Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto. (foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Polres Kutim melaksanakan kegiatan pengembangan pertanian jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan pengelolaan lahan jagung tersebut telah berjalan sejak Januari 2025 dan akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun dalam empat kuartal.
“Total lahan yang kami kelola dalam program industrialisasi pertanian jagung mencapai 255,65 hektare,” ujar AKBP Fauzan.
Dari jumlah tersebut, lahan yang telah ditanami hingga kini mencapai 78,75 hektare atau sekitar 30,8 persen. Polres Kutim juga mencatat hasil panen jagung pipil dari kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun ini sebesar 138,11 ton.
“Untuk panen kuartal satu, dua dan tiga total produksi mencapai 138,11 ton,” jelasnya.
Ia mengatakan sebagian hasil panen telah disalurkan ke Bulog Samarinda sebanyak 8,3 ton dengan harga penyerapan di tingkat petani berada pada kisaran Rp9.500 per Kg.
"Ini bukan sekadar program, tetapi juga model keberpihakan polri kepada petani dan masyarakat desa yang ada di Kutim," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto. (foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Polres Kutim melaksanakan kegiatan pengembangan pertanian jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan pengelolaan lahan jagung tersebut telah berjalan sejak Januari 2025 dan akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun dalam empat kuartal.
“Total lahan yang kami kelola dalam program industrialisasi pertanian jagung mencapai 255,65 hektare,” ujar AKBP Fauzan.
Dari jumlah tersebut, lahan yang telah ditanami hingga kini mencapai 78,75 hektare atau sekitar 30,8 persen. Polres Kutim juga mencatat hasil panen jagung pipil dari kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun ini sebesar 138,11 ton.
“Untuk panen kuartal satu, dua dan tiga total produksi mencapai 138,11 ton,” jelasnya.
Ia mengatakan sebagian hasil panen telah disalurkan ke Bulog Samarinda sebanyak 8,3 ton dengan harga penyerapan di tingkat petani berada pada kisaran Rp9.500 per Kg.
"Ini bukan sekadar program, tetapi juga model keberpihakan polri kepada petani dan masyarakat desa yang ada di Kutim," pungkasnya.
(Sf/Lo)