Cari disini...
Seputar Kaltim
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra. (foto:lisda/seputarfakta.com
Sangatta - Polres Kutai Timur (Kutim) memperkuat langkah antisipasi balap liar yang melibatkan anak di bawah umur dengan menggandeng sekolah dan orang tua.
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, mengatakan bahwa kerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua sangat penting untuk menekan aksi balap liar.
“Terkait balap liar, banyak yang masih di bawah umur. Kami nanti akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru-guru, hingga orang tua murid,” ujar AKP Rezky.
Ia menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan menyusun MoU sebagai bentuk komitmen bersama. Jika siswa tetap terlibat balap liar, sekolah akan memberikan sanksi.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian untuk mengatasi balap liar, di mana kita ketahui masih banyak anak-anak di bawah umur. Pengawasannya bukan hanya dari pihak Polri saja, tapi semua stakeholder terkait harus terlibat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi balap liar tersebut, AKP Rezky mengungkapkan bahwa pihaknya telah rutin melakukan patroli malam hari lewat kegiatan Blue Light Patrol. Patroli ini menyasar lokasi-lokasi rawan, termasuk tempat yang sering dipakai untuk balap liar.
“Kami juga fokus di titik-titik rawan kriminal, kecelakaan, dan rawan balap liar,” tutupnya.
Polres Kutim juga berencana mengadakan edukasi lalu lintas ke sekolah-sekolah agar pelajar lebih sadar akan bahaya balap liar dan pentingnya keselamatan di jalan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra. (foto:lisda/seputarfakta.com
Sangatta - Polres Kutai Timur (Kutim) memperkuat langkah antisipasi balap liar yang melibatkan anak di bawah umur dengan menggandeng sekolah dan orang tua.
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, mengatakan bahwa kerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua sangat penting untuk menekan aksi balap liar.
“Terkait balap liar, banyak yang masih di bawah umur. Kami nanti akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru-guru, hingga orang tua murid,” ujar AKP Rezky.
Ia menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan menyusun MoU sebagai bentuk komitmen bersama. Jika siswa tetap terlibat balap liar, sekolah akan memberikan sanksi.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian untuk mengatasi balap liar, di mana kita ketahui masih banyak anak-anak di bawah umur. Pengawasannya bukan hanya dari pihak Polri saja, tapi semua stakeholder terkait harus terlibat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi balap liar tersebut, AKP Rezky mengungkapkan bahwa pihaknya telah rutin melakukan patroli malam hari lewat kegiatan Blue Light Patrol. Patroli ini menyasar lokasi-lokasi rawan, termasuk tempat yang sering dipakai untuk balap liar.
“Kami juga fokus di titik-titik rawan kriminal, kecelakaan, dan rawan balap liar,” tutupnya.
Polres Kutim juga berencana mengadakan edukasi lalu lintas ke sekolah-sekolah agar pelajar lebih sadar akan bahaya balap liar dan pentingnya keselamatan di jalan.
(Sf/Rs)