Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu personel kepolisian melakukan pengawasan potensi bencana alam di Kecamatan Kembang Janggut. (Foto: Polres Kukar).
Tenggarong - Polres Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyiapkan personel untuk pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 menyoroti potensi bencana alam di sejumlah wilayah di Kukar. Apel Gelar Pasukan diikuti unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait.
“Kita sudah memastikan seluruh personel dan sarana pendukung benar-benar siap dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama nataru,” kata Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, Sabtu (20/12/2025).
Ia menyebut momentum nataru, mobilitas dan aktivitas masyarakat selalu meningkat, ada yang beribadah, silaturahmi keluarga hingga liburan. Kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini.
“Setiap tahun perayaan nataru selalu ada peningkatan aktivitas masyarakat, potensi, kepadatan lalu lintas, risiko kecelakaan hingga gangguan kamtibmas. Saat ini kita juga fokus mengawasi rawan terjadinya bencana alam,” sebutnya.
Faktor cuaca ekstrem yang menjadi perhatian serius pada momentum nataru 2026. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan masih terus berlangsung dan berpotensi menimbulkan bencana alam di sejumlah wilayah di Kukar.
“Kami sudah kerahkan seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman banjir dan longsor, serta siap melakukan respons cepat di lapangan,” ujarnya.
Operasi Lilin 2025 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025-2 Januari 2026 mendatang dengan melibatkan personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait. Fokus pengawasan terhadap bencana alam akan terus dipantau.
“Operasi Lilin ini tidak hanya berfokus pada pengamanan ibadah natal, tetapi juga pengamanan aktivitas masyarakat secara menyeluruh, termasuk di jalur transportasi dan wisata serta kawasan rawan bencana,” jelasnya.
Dirinya menegaskan seluruh personel harus menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
“Keberhasilan pengamanan natal dan tahun baru tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama yang baik,” tegasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu personel kepolisian melakukan pengawasan potensi bencana alam di Kecamatan Kembang Janggut. (Foto: Polres Kukar).
Tenggarong - Polres Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyiapkan personel untuk pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 menyoroti potensi bencana alam di sejumlah wilayah di Kukar. Apel Gelar Pasukan diikuti unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait.
“Kita sudah memastikan seluruh personel dan sarana pendukung benar-benar siap dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama nataru,” kata Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, Sabtu (20/12/2025).
Ia menyebut momentum nataru, mobilitas dan aktivitas masyarakat selalu meningkat, ada yang beribadah, silaturahmi keluarga hingga liburan. Kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini.
“Setiap tahun perayaan nataru selalu ada peningkatan aktivitas masyarakat, potensi, kepadatan lalu lintas, risiko kecelakaan hingga gangguan kamtibmas. Saat ini kita juga fokus mengawasi rawan terjadinya bencana alam,” sebutnya.
Faktor cuaca ekstrem yang menjadi perhatian serius pada momentum nataru 2026. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan masih terus berlangsung dan berpotensi menimbulkan bencana alam di sejumlah wilayah di Kukar.
“Kami sudah kerahkan seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman banjir dan longsor, serta siap melakukan respons cepat di lapangan,” ujarnya.
Operasi Lilin 2025 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025-2 Januari 2026 mendatang dengan melibatkan personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait. Fokus pengawasan terhadap bencana alam akan terus dipantau.
“Operasi Lilin ini tidak hanya berfokus pada pengamanan ibadah natal, tetapi juga pengamanan aktivitas masyarakat secara menyeluruh, termasuk di jalur transportasi dan wisata serta kawasan rawan bencana,” jelasnya.
Dirinya menegaskan seluruh personel harus menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
“Keberhasilan pengamanan natal dan tahun baru tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama yang baik,” tegasnya.
(Sf/Lo)