Seputar Kaltim

    Polisi Selidiki Kecelakaan Maut Truk Tangki di Projakal Balikpapan, Dugaan Rem Bermasalah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 Juli 2026 pukul 18:08 WITA

    Truk bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) alami kecelakaan, tidak mampu menghindar hingga berujung maut. (Foto: Satlantas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Balikpapan masih mendalami penyebab kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dengan tiga sepeda motor di Jalan Projakal, tepatnya di depan CV Sukses Jaya Mandiri (SJM), Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

    Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan adanya dugaan gangguan pada sistem pengereman truk tangki. Namun, selain faktor teknis tersebut, aspek kehati-hatian pengemudi juga menjadi perhatian penyidik dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

    Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Jauhari menjelaskan, truk tangki milik PT Elnusa Petrofin itu melaju dari arah Hotel Platinum menuju Pelabuhan Feri Kariangau.

    Saat melintasi ruas jalan menurun, kendaraan diduga mengalami gangguan pada fungsi pengereman. Pengemudi kemudian berupaya mengendalikan kendaraan dengan mengambil jalur kanan sebelum membanting setir ke kiri. 

    “Truk keluar dari badan jalan, menabrak tiang penerangan jalan umum dan sebuah pohon, kemudian menghantam tiga sepeda motor yang datang dari arah berlawanan,” kata Jauhari kepada media.

    Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara Honda Vario, M. Pairin (66), meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo. Korban mengalami luka berat pada bagian kepala akibat benturan keras.

    Sementara itu, pengendara Yamaha Fazio, Adi Hamdani (35), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis. Adapun pengendara Honda Beat dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

    “Selain menelan korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta,” lanjutnya.

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyebut faktor manusia turut berkontribusi dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi dinilai kurang berhati-hati saat mengemudikan kendaraan bermuatan berat di jalur menurun.

    Polisi juga mencatat kondisi lokasi kejadian berupa jalan beton dengan kontur menurun dan tikungan ke kiri. Ruas jalan terdiri atas dua jalur dengan masing-masing satu lajur dan berada di kawasan pergudangan yang memiliki volume lalu lintas cukup padat.

    “Bahkan kondisi kendaraan dinyatakan laik jalan,” akunya.

    Usai menerima laporan kecelakaan, personel Satlantas Polresta Balikpapan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, mendata identitas pengemudi dan para saksi, serta mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban.

    Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polresta Balikpapan masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami dugaan gangguan pada sistem pengereman serta proses hukum terhadap pengemudi truk tangki.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Polisi Selidiki Kecelakaan Maut Truk Tangki di Projakal Balikpapan, Dugaan Rem Bermasalah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 Juli 2026 pukul 18:08 WITA

    Truk bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) alami kecelakaan, tidak mampu menghindar hingga berujung maut. (Foto: Satlantas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Balikpapan masih mendalami penyebab kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dengan tiga sepeda motor di Jalan Projakal, tepatnya di depan CV Sukses Jaya Mandiri (SJM), Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

    Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan adanya dugaan gangguan pada sistem pengereman truk tangki. Namun, selain faktor teknis tersebut, aspek kehati-hatian pengemudi juga menjadi perhatian penyidik dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

    Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Jauhari menjelaskan, truk tangki milik PT Elnusa Petrofin itu melaju dari arah Hotel Platinum menuju Pelabuhan Feri Kariangau.

    Saat melintasi ruas jalan menurun, kendaraan diduga mengalami gangguan pada fungsi pengereman. Pengemudi kemudian berupaya mengendalikan kendaraan dengan mengambil jalur kanan sebelum membanting setir ke kiri. 

    “Truk keluar dari badan jalan, menabrak tiang penerangan jalan umum dan sebuah pohon, kemudian menghantam tiga sepeda motor yang datang dari arah berlawanan,” kata Jauhari kepada media.

    Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara Honda Vario, M. Pairin (66), meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo. Korban mengalami luka berat pada bagian kepala akibat benturan keras.

    Sementara itu, pengendara Yamaha Fazio, Adi Hamdani (35), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis. Adapun pengendara Honda Beat dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

    “Selain menelan korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta,” lanjutnya.

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyebut faktor manusia turut berkontribusi dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi dinilai kurang berhati-hati saat mengemudikan kendaraan bermuatan berat di jalur menurun.

    Polisi juga mencatat kondisi lokasi kejadian berupa jalan beton dengan kontur menurun dan tikungan ke kiri. Ruas jalan terdiri atas dua jalur dengan masing-masing satu lajur dan berada di kawasan pergudangan yang memiliki volume lalu lintas cukup padat.

    “Bahkan kondisi kendaraan dinyatakan laik jalan,” akunya.

    Usai menerima laporan kecelakaan, personel Satlantas Polresta Balikpapan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, mendata identitas pengemudi dan para saksi, serta mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban.

    Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polresta Balikpapan masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami dugaan gangguan pada sistem pengereman serta proses hukum terhadap pengemudi truk tangki.

    (Sf/Lo)