Seputar Kaltim

    Polisi Segel Tambang Ilegal di Desa Teluk Dalam

    Penulis:Muhammad Anshori.|Redaktur:Buniyamin
    27 September 2023 pukul 12:11 WITA

    Lokasi penambangan ilegal Desa Teluk Dalam yang telah di pasang garis polisi. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Polres Kukar beserta sejumlah perwakilan warga memasang garis police line di lokasi tambang ilegal di RT 1, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (26/9/2023).

    Salah satu warga, Yusuf mengaku lega atas tindakan Polres Kukar yang memasang police line di lokasi pertambangan ilegal tersebut.

    Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengusir para penambang ilegal yang telah meresahkan warga Teluk Dalam.

    “Alhamdulillah. Sejak aksi kita beberapa waktu lalu, alat beratnya sudah keluar. Kami berterima kasih ke mahasiswa, Jatam, dan warga yang sudah membantu pemberhentian aktivitas ini,” ucap warga yang rumahnya retak karena aktivitas tambang ilela itu.

    Ia berharap para penambang ilegal tidak lagi leluasa melakukan aktivitas itu di tengah pemukiman warga setelah pemasangan garis polisi.

    “Dengan adanya pemasangan ini, mudah-mudahan para penambang tidak seenaknya lagi karena itu sangat berdampak buruk bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Polisi Segel Tambang Ilegal di Desa Teluk Dalam

    Penulis:Muhammad Anshori.|Redaktur:Buniyamin
    27 September 2023 pukul 12:11 WITA

    Lokasi penambangan ilegal Desa Teluk Dalam yang telah di pasang garis polisi. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Polres Kukar beserta sejumlah perwakilan warga memasang garis police line di lokasi tambang ilegal di RT 1, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (26/9/2023).

    Salah satu warga, Yusuf mengaku lega atas tindakan Polres Kukar yang memasang police line di lokasi pertambangan ilegal tersebut.

    Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengusir para penambang ilegal yang telah meresahkan warga Teluk Dalam.

    “Alhamdulillah. Sejak aksi kita beberapa waktu lalu, alat beratnya sudah keluar. Kami berterima kasih ke mahasiswa, Jatam, dan warga yang sudah membantu pemberhentian aktivitas ini,” ucap warga yang rumahnya retak karena aktivitas tambang ilela itu.

    Ia berharap para penambang ilegal tidak lagi leluasa melakukan aktivitas itu di tengah pemukiman warga setelah pemasangan garis polisi.

    “Dengan adanya pemasangan ini, mudah-mudahan para penambang tidak seenaknya lagi karena itu sangat berdampak buruk bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

    (Sf/By)