Cari disini...
Seputar Kaltim
Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin. (Istimewa)
Penajam - Polemik pelaksanaan seleksi Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) di Penajam Paser Utara (PPU) belum juga selesai.
Masalah ini mencuat saat kuasa hukum Mudyat Noor-Abdul Waris Muin, Rokhman Wahyudi mempertanyakan etika pemerintah daerah yang mengumumkan seleksi Dewas Perumda AMDT tanpa membicarakan kepada Bupati terpilih terlebih dahulu.
Ini mengingat jadwal pelaksanaan rekrutmen tersebut dinilai tidak tepat karena dilaksanakan di masa transisi kepala daerah definitif, sehingga urgensi dari seleksi ini pun turut dipersoalkan.
Mendengar kabar tidak mengenakan ini, Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengklarifikasi maksud dan tujuan pelaksanaan rekrutmen Dewas Perumda AMDT.
Zainal mengaku telah mendiskusikan perencanaan seleksi Dewas PDAM Danum Taka kepada Bupati terpilih sejak hasil rekapitulasi tingkat kabupaten dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) diumumkan.
“Kita telah berkoordinasi dengan Bupati terpilih dan beliau menyetujui perencanaan yang kita susun,” ucap Zainal, Selasa (24/12/2024).
Kata dia, seleksi ini dibuka karena posisi yang telah lama kosong itu harus segera diisi. Ini bertujuan agar beberapa kegiatan seperti rancangan perencanaan bisnis dan anggaran bisa disahkan dan dijalankan.
“Jadi seleksi ini sangat mendesak ya, apalagi perencanaan ini telah dilakukan secara transparan lewat open biding sejak saya diutus untuk memimpin PPU pada September 2024 lalu. Di mana proyek saya orientasinya berfokus pada pelayanan-pelayanan dasar, salah satunya adalah air,”
Beberapa tahun belakangan ini, kata dia, Perumda AMDT tidak bisa menjalankan operasionalnya karena perencanaan yang mereka buat tidak bisa dieksekusi sebab tidak memiliki seorang Dewas.
“Jadi saat kita merencanakan seleksi ini, pak bupati terpilih telah menyetujui perencanaan pelayanan-pelayanan dasar. Bahkan, beliau sepakat dengan usulan pembentukan tim transisi, di mana tim mereka dan kita akan membuat highlight program yang akan diteruskan oleh Bupati terpilih nantinya,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin. (Istimewa)
Penajam - Polemik pelaksanaan seleksi Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) di Penajam Paser Utara (PPU) belum juga selesai.
Masalah ini mencuat saat kuasa hukum Mudyat Noor-Abdul Waris Muin, Rokhman Wahyudi mempertanyakan etika pemerintah daerah yang mengumumkan seleksi Dewas Perumda AMDT tanpa membicarakan kepada Bupati terpilih terlebih dahulu.
Ini mengingat jadwal pelaksanaan rekrutmen tersebut dinilai tidak tepat karena dilaksanakan di masa transisi kepala daerah definitif, sehingga urgensi dari seleksi ini pun turut dipersoalkan.
Mendengar kabar tidak mengenakan ini, Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengklarifikasi maksud dan tujuan pelaksanaan rekrutmen Dewas Perumda AMDT.
Zainal mengaku telah mendiskusikan perencanaan seleksi Dewas PDAM Danum Taka kepada Bupati terpilih sejak hasil rekapitulasi tingkat kabupaten dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) diumumkan.
“Kita telah berkoordinasi dengan Bupati terpilih dan beliau menyetujui perencanaan yang kita susun,” ucap Zainal, Selasa (24/12/2024).
Kata dia, seleksi ini dibuka karena posisi yang telah lama kosong itu harus segera diisi. Ini bertujuan agar beberapa kegiatan seperti rancangan perencanaan bisnis dan anggaran bisa disahkan dan dijalankan.
“Jadi seleksi ini sangat mendesak ya, apalagi perencanaan ini telah dilakukan secara transparan lewat open biding sejak saya diutus untuk memimpin PPU pada September 2024 lalu. Di mana proyek saya orientasinya berfokus pada pelayanan-pelayanan dasar, salah satunya adalah air,”
Beberapa tahun belakangan ini, kata dia, Perumda AMDT tidak bisa menjalankan operasionalnya karena perencanaan yang mereka buat tidak bisa dieksekusi sebab tidak memiliki seorang Dewas.
“Jadi saat kita merencanakan seleksi ini, pak bupati terpilih telah menyetujui perencanaan pelayanan-pelayanan dasar. Bahkan, beliau sepakat dengan usulan pembentukan tim transisi, di mana tim mereka dan kita akan membuat highlight program yang akan diteruskan oleh Bupati terpilih nantinya,” tandasnya.
(Sf/By)