Polemik Gratispol S2 ITK Berakhir, Mahasiswa Dialihkan ke Kelas Reguler

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    02 Februari 2026 12:49 WIB

    Pihak kampus ITK bertemu dengan Pemprov Kaltim menyelesaikan permasalahan mahasiswa yang terdaftar gratispol. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketidakpastian nasib mahasiswa S2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terkait beasiswa Gratispol akhirnya terjawab tuntas. 

    Dalam pertemuan yang digelar Senin (2/2/2026), Pemprov Kaltim dan pihak ITK menyepakati mahasiswa penerima beasiswa yang sebelumnya terdaftar di Kelas Eksekutif akan dialihkan ke Kelas Reguler.

    Keputusan ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan hambatan administratif yang muncul akibat benturan dengan Pergub Nomor 24 Tahun 2025. Regulasi tersebut tidak memfasilitasi pembiayaan untuk kelas eksekutif.

    Mekanisme Perpindahan Kepala Biro Akademik dan Umum ITK, Yuspian menegaskan kampus memfasilitasi penuh proses transisi ini. Menurutnya, kelas eksekutif dan reguler adalah kebijakan internal kampus, tetapi untuk keperluan pencairan beasiswa pemerintah, aturan main harus diikuti.

    "Mahasiswa yang bersangkutan telah memilih kelas eksekutif, nantinya akan berpindah kembali ke jalur reguler. Itu menjadi solusi yang ditawarkan dan difasilitasi oleh pihak kampus," jelas Yuspian usai pertemuan di Kantor Gubernur Kaltim.

    Klarifikasi Pemprov Kaltim melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov, Dasmiah menyebut polemik ini murni terjadi karena perbedaan pemahaman terhadap program baru. 

    Ia memastikan tidak ada pihak yang disalahkan, namun kejadian ini menjadi evaluasi penting. "Alhamdulillah, sebenarnya tidak ada yang salah. Kita semua memaklumi karena ini merupakan program baru, sehingga pemahaman mahasiswa masih beragam," ujar Dasmiah.

    Dengan selesainya masalah ini, calon mahasiswa di semester mendatang diharapkan lebih cermat. Bagi yang mengincar beasiswa Gratispol, wajib memilih kelas reguler sejak awal pendaftaran.

    Respons Mahasiswa Ade Rahayu, perwakilan mahasiswa S2 ITK menerima solusi tersebut dan mengapresiasi dukungan Pemprov Kaltim. Namun, ia menitipkan catatan agar sosialisasi teknis ke depannya diperbaiki.

    "Kami berharap sosialisasi dapat dilakukan lebih terbuka dan lebih jelas, khususnya terkait petunjuk teknis (juknis) dan mekanisme pendaftaran," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Polemik Gratispol S2 ITK Berakhir, Mahasiswa Dialihkan ke Kelas Reguler

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    02 Februari 2026 12:49 WIB

    Pihak kampus ITK bertemu dengan Pemprov Kaltim menyelesaikan permasalahan mahasiswa yang terdaftar gratispol. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketidakpastian nasib mahasiswa S2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terkait beasiswa Gratispol akhirnya terjawab tuntas. 

    Dalam pertemuan yang digelar Senin (2/2/2026), Pemprov Kaltim dan pihak ITK menyepakati mahasiswa penerima beasiswa yang sebelumnya terdaftar di Kelas Eksekutif akan dialihkan ke Kelas Reguler.

    Keputusan ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan hambatan administratif yang muncul akibat benturan dengan Pergub Nomor 24 Tahun 2025. Regulasi tersebut tidak memfasilitasi pembiayaan untuk kelas eksekutif.

    Mekanisme Perpindahan Kepala Biro Akademik dan Umum ITK, Yuspian menegaskan kampus memfasilitasi penuh proses transisi ini. Menurutnya, kelas eksekutif dan reguler adalah kebijakan internal kampus, tetapi untuk keperluan pencairan beasiswa pemerintah, aturan main harus diikuti.

    "Mahasiswa yang bersangkutan telah memilih kelas eksekutif, nantinya akan berpindah kembali ke jalur reguler. Itu menjadi solusi yang ditawarkan dan difasilitasi oleh pihak kampus," jelas Yuspian usai pertemuan di Kantor Gubernur Kaltim.

    Klarifikasi Pemprov Kaltim melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov, Dasmiah menyebut polemik ini murni terjadi karena perbedaan pemahaman terhadap program baru. 

    Ia memastikan tidak ada pihak yang disalahkan, namun kejadian ini menjadi evaluasi penting. "Alhamdulillah, sebenarnya tidak ada yang salah. Kita semua memaklumi karena ini merupakan program baru, sehingga pemahaman mahasiswa masih beragam," ujar Dasmiah.

    Dengan selesainya masalah ini, calon mahasiswa di semester mendatang diharapkan lebih cermat. Bagi yang mengincar beasiswa Gratispol, wajib memilih kelas reguler sejak awal pendaftaran.

    Respons Mahasiswa Ade Rahayu, perwakilan mahasiswa S2 ITK menerima solusi tersebut dan mengapresiasi dukungan Pemprov Kaltim. Namun, ia menitipkan catatan agar sosialisasi teknis ke depannya diperbaiki.

    "Kami berharap sosialisasi dapat dilakukan lebih terbuka dan lebih jelas, khususnya terkait petunjuk teknis (juknis) dan mekanisme pendaftaran," tandasnya.

    (Sf/Lo)